Minggu, 04 Oktober 2026
20:38 WIB
TERKINI
Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya
Giulio Natta

Giulio Natta

kimiawan asal Italia

Bagikan:

Giulio Natta (Imperia, 26 Februari 1903 - Bergamo, 2 Mei 1979) ialah seorang kimiawan Italia yang memenangkan Nobel Kimia pada tahun 1963 bersama Karl Ziegler untuk karya pada polimer tinggi.

250px-Imperia-Casa_Giulio_Natta-DSCF1127.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Rumah kelahiran Natta di Imperia

Ia lahir di Imperia, Italia pada tanggal 26 Februari 1903. Ia lulus di bidang teknik kimia di Politecnico di Milano pada tahun 1924. Pada tahun 1927 ia lulus ujian untuk menjadi profesor di sana. pada tahun 1933 ia menjadi profesor dan direktur Institut Kimia Umum di Universitas Pavia, di mana ia tetap di sana hingga tahun 1935. Pada tahun itu juga ia diangkat sebagai profesor dalam kimia fisika di Universitas Roma. Antara tahun 1936-1938 ia pindah sebagai profesor dan direktur Institut Kimia Industri di Politecnico di Torino. Pada tahun 1938 ia menjadi KaBag Teknik Kimia di Politeknik Milano, dengan perilaku yang agak dikecam, ketika pendahulunya Mario Giacomo Levi dipaksa mundur sebagai akibat dari hukum rasialisme terhadap Yahudi yang diperkenalkan oleh rezim fasis di Italia.

Karyanya di Politecnico memperbaiki karya terdahulu oleh Karl W. Ziegler dan perkembangan katalis Ziegler-Natta. Ia memenangkan Penghargaan Nobel dalam Kimia pada tahun 1963 bersama Karl Waldemar Ziegler untuk karya pada polimer tinggi.

Ia didiagnosis menderita penyakit Parkinson pada tahun 1956. Keadaannya menjadi agak parah pada tahun 1963, sehingga puteranya harus membantunya di Stockholm selama upacara penganugerahan Nobel dan seorang mitra harus memberi kuliah.

Prof. Natta meninggal pada tahun 1979 dan dikebumikan di pemakaman Bergamo.

Rujukan

Pranala luar

1901–1925
1926–1950
1951–1975
1976–2000
2001–sekarang


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi mengenai ilmuwan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan