Sabtu, 03 Oktober 2026
16:59 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Frances Arnold

Frances Arnold

Ahli biokimia asal Amerika Serikat

Bagikan:
Frances Hamilton Arnold
250px-Francesarnoldwiki2012.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lahir25 Juli 1956 (umur 70)
KewarganegaraanAmerican
AlmamaterPrinceton University, University of California, Berkeley, Caltech
Karier ilmiah
BidangChemical Engineering
Tempat kerjaCaltech
Mahasiswa terkenal
Christopher Voigt, Huimin Zhao

Frances Hamilton Arnold (lahir 25 Juli 1956) adalah seorang pakar biokimia dan profesor di California Institute of Technology berkewarganegaraan Amerika Serikat. Ia mendapat Penghargaan Nobel untuk bidang kimia tahun 2018 bersama George P. Smith dan Sir Gregory P. Winter atas hasil karya mereka dalam bidang evolusi enzim dan tampilan fag dari antibodi.

Kelahiran

Lahir di Pittsburgh, Pennsylvania pada tahun 1956, Frances Arnold adalah anak ketiga dari lima bersaudara dalam keluarga pinggiran kota. Ibunya adalah seorang ibu rumah tangga. Ayahnya adalah seorang fisikawan nuklir, membantu Westinghouse Electric Company mengembangkan pabrik reaktor nuklir.[1]

Pendidikan

Frances Arnold meraih gelar sarjana di Mekanik dan Teknik Pesawat Universitas Princeston pada tahun 1979 dan pada tahun 1985 lulus sebagai Doktor Teknik Kimia Universitas California, Berkeley. Pada tahun 1987, Arnold menjadi asisten profesor, dan menjadi profesor sepenuhnya pada tahun 1996 setelah melakukan penelitian sejak tahun 1992.

Penelitian

Pada tahun 1993, Arnold menjadi orang pertama yang mengemukakan evolusi enzim, dia membuktikan bahwa protein merupakan katalis dari reaksi kimia.[2] Dia memperkenalkan banyak mutasi acak dalam kode genetik bakteri yang menghasilkan subtilisin E juga memperkenalkan enzim mutasi ke dalam lingkungan yang mengandung DMF dan kasein. Dimulai dengan DNA dalam protein tertentu (seperti subtilisin), Arnold memperkenalkan mutasi ke dalam gen dan memasukkan kembali varian baru ke dalam bakteri, yang kemudian menghasilkan protein baru. Ia memeriksa protein yang dihasilkan untuk menemukan protein yang menunjukkan sifat yang diinginkan. Kemudian mengekstrak DNA mereka dan mengulangi prosesnya, membiakkan generasi demi generasi hingga dia mendapatkan varian yang melakukan apa yang diinginkannya.[1]

Arnold dan rekan-rekannya memperluas teknik mengenai evolusi enzim dalam reaksi yang sebelumnya belum pernah dikatalisasikan sehingga dapat dikatalisasikan.[3]

Penghargaan

Frances Arnold menjadi perempuan kelima yang dianugerahi Nobel Kimia sepanjang sejarah.[4] Arnold menerima penghargaan tertinggi dari American Chemical Society (ACS) atas kontribusinya dalam bidang kimia. Ia juga dianugerahi Medali Priestley 2025, yang dinamai dari ahli kimia Inggris Joseph Priestley, atas teknik "pionir"nya dalam evolusi terarah enzim.[5] Arnold mendapatkan penghargaan "atas kontribusinya yang luar biasa terhadap pengembangan evolusi terarah sebagai metode untuk desain kimia dan biologi." yang juga mendapatkan penghargaan Nobel pada tahun 2018 untuk teknik tersebut.[6]

Referensi

  1. 1 2 "The Nobel Prize | Women who changed science | Frances H. Arnold". www.nobelprize.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-03-15.
  2. ↑ "The Nobel Prize in Chemistry 2018". NobelPrize.org (dalam bahasa American English). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2019-05-25. Diakses tanggal 2019-03-24.
  3. ↑ "Frances Arnold | Biography & Facts". Encyclopedia Britannica (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-12-11. Diakses tanggal 2019-03-24.
  4. ↑ "Riset meniru evolusi protein dianugerahi hadiah nobel kimia 2018". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-10-02. Diakses tanggal 22 November 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ IChemE. "Frances Arnold awarded ACS 'highest honour'". www.thechemicalengineer.com. Diakses tanggal 2025-03-15.
  6. ↑ "Frances H. Arnold awarded the 2025 ACS Priestley Medal". American Chemical Society (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-03-15.

Pranala luar

1901–1925
1926–1950
1951–1975
1976–2000
2001–sekarang


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi mengenai ilmuwan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan