Minggu, 18 Oktober 2026
05:10 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Ahmed Zewail

Ahmed Zewail

Ilmuwan Muslim di bidang kimia

Bagikan:
Biografi ini tidak memiliki referensi atau sumber sehingga isinya tidak dapat dipastikan. Bantu memperbaiki artikel ini dengan menambahkan sumber tepercaya. Materi kontroversial atau trivial yang sumbernya tidak memadai atau tidak bisa dipercaya harus segera dihapus.
Cari sumber: "Ahmed Zewail" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Biografi ini memerlukan lebih banyak catatan kaki untuk pemastian. Bantulah untuk menambahkan referensi atau sumber tepercaya. Materi kontroversial atau trivial yang sumbernya tidak memadai atau tidak bisa dipercaya harus segera dihapus, khususnya jika berpotensi memfitnah.
Cari sumber: "Ahmed Zewail" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Ahmed Hassan Zewail
250px-Ahmed_Zewail_HD2009_Othmer_Gold_Medal_portrait.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ahmed Hassan Zewail
Lahir(1946-02-26)26 Februari 1946
Meninggal2 Agustus 2016(2016-08-02) (umur 70)
Almamater
Dikenal karenaFemtokimia
Karier ilmiah
BidangKimia dan Fisika
Situs webhttp://www.its.caltech.edu/~femto/

Ahmed Hassan Zewail (26 Februari 1946 – 2 Agustus 2016) adalah seorang ilmuwan sains asal Mesir yang telah memenangkan Hadiah Nobel pada tahun 1999 dalam bidang kimia.

Dr. Zewail merupakan ilmuwan Muslim kedua setelah Prof. Abdus Salam dari Pakistan yang menerima penghargaan tersebut karena jasanya menemukan femtokimia, studi mengenai reaksi kimia melintasi femtoseconds.

Menggunakan teknik laser ultracepat (terdiri dari cahaya laser ultrapendek), teknik ini memberikan deskripsi reaksi pada tingkat atom. Dapat dilihat sebagai bentuk kehebatan tinggi dari cahaya fotografi.

Ia kemudian menetap di San Marino, California bersama istrinya Dema Zewail yang merupakan ahli obat-obatan di Universitas California (UCLA), Los Angeles.

Selain itu ia juga pernah mendapat Jabatan Linus Pauling dalam bidang Fisika Kimia di California Institute of Technology, Pasadena sejak tahun 1990.

Masa muda dan pendidikan

Ahmed Hassan Zewail dilahirkan pada tanggal 26 Februari 1946 di Mesir. Ia diketahui senang membaca dan mendengarkan musik. Minat utama Ahmed Hassan Zewail pada masa mudanya ialah dalam bidang matematika dan kimia. Di sisi lain, ia tidak menyukai ilmu sosial.[butuh rujukan]

Keluarga

Ahmed Hassan Zewail memiliki 4 orang anak.[butuh rujukan]

Pekerjaan

Ahmed Hassan Zewail memiliki dua kewarganegaraan yaitu Mesir dan Amerika Serikat. Ia pernah memegang 2 jabatan profesor di Caltech yaitu Profesor Fisika dan Kimia.[butuh rujukan] Pada tahun 1999 M, Ahmed Zewail memenangkan Penghargaan Nobel Kimia.[1] Ahmed Hassan Zewail menjadi ilmuwan muslim kedua yang mendapat Hadiah Nobel dalam bidang kimia.[butuh rujukan]

Referensi

  1. ↑ Usmani, Ahmad Rofi' (Juni 2011). Hidayat, Yadi Saeful (ed.). Dari Istana Topkapi hingga Eksotisme Masjid Al-Azhar: Menjelajah Pesona Istanbul, Kairo, Alexandria, dan Kota-Kota Lain di Turki dan Mesir. Bandung: Mizania. hlm. 115–116. ISBN 978-602-8236-98-0.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
1901–1925
1926–1950
1951–1975
1976–2000
2001–sekarang
Daftar penerima penghargaan Wolf dalam bidang kimia
1978 - 1990
1991 - 2010

Richard R. Ernst / Alexander Pines (1991)  · John Pople (1992)  · Ahmed Zewail (1993)  · Richard Lerner / Peter G. Schultz (1994/1995)  · Gilbert Stork / Samuel J. Danishefsky (1995/1996)  · Gerhard Ertl / Gabor A. Somorjai (1998)  · Raymond U. Lemieux (1999)  · Frank Albert Cotton (2000)  · Henri B. Kagan / Ryōji Noyori / K. Barry Sharpless (2001)  · Harry B. Gray (2004)  · Richard N. Zare (2005)  · Ada Yonath / George Feher (2006/2007)  · W. E. Moerner / Allen J. Bard (2008)

2011 - sekarang

Templat penghargaan Wolf : agrikultur · kimia · matematika · kedokteran · fisika · seni

Daftar penerima Medali Davy
1877–1900
1901–1925
1926–1950
1951–1975
1976–2000
2001–sekarang
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan