Selasa, 27 Oktober 2026
10:27 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Ilya Frank

Ilya Frank

fisikawan asal Uni Soviet

Bagikan:
250px-Ilya_Frank.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ilya Frank

Ilya Mikhailovich Frank (Rusia: Илья́ Миха́йлович Франк) lahir pada 23 Oktober 1908, di St. Petersburg, Kekaisaran Rusia. Frank lulus dari Universitas Negeri Moskow State pada 1930. Pada 1931, Frank menjadi ilmuwan senior di laboratorium Institut Optik Negara di Leningrad.

Pada 1934, Frank menjadi opsir ilmiah di Institut Fisika P.N. Lebedev di Akademi Ilmiah Uni Soviet. Pada tahun yang sama, Pavel Cherenkov menemukan bahwa cahaya dipancarkan oleh partikel yang dibebaskan yang berjalan dengan kecepatan tinggi melalui air. Frank dan Igor Tamm menyediakan penjelasan teoretis mengenai efek ini, yang terjadi saat partikel berjalan melalui medium transparan secara optis dengan kecepatan lebih tinggi daripada kecepatan cahaya di medium itu. Penemuan ini menimbulkan pengembangan pada pendeteksian dan pengukuran kecepatan partikel berkecepatan tinggi dan menjadi kepentingan besar untuk riset dalam fisika nuklir.

Kerja Frank juga termasuk kolaborasi dengan Cherenkov dan Tamm dalam penelitian radiasi elektron. Frank juga mengkhususkan diri dalam studi sinar gamma dan neutron.

Pada 1944, ia menjadi kepala jurusan fisika di Universitas Negeri Moskwa. Sejak 1957, ia telah mengepalai Laboratorium Neutron di Institut Bersama Investigasi Nuklir. Frank juga menjadi anggota Akademi Ilmiah Uni Soviet pada 1946.

Frank dianugerahi Hadiah Nobel Fisika pada 1958, dengan Pavel Alekseevich Cherenkov dan Igor Y. Tamm, untuk kerja mereka dalam menjelaskan fenomena radiasi Cherenkov.

Frank meninggal pada 22 Juni 1990.

Pranala luar

1901–1925
1926–1950
1951–1975
1976–2000
2001–
sekarang
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan