Senin, 21 September 2026
02:38 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Alcelaphus buselaphus

Alcelaphus buselaphus

Spesies antelop dari benua Afrika

Cengu
250px-Coke%27s_Hartebeest.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Cengu coke di Taman Nasional Serengeti, Tanzania
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Artiodactyla
Famili: Bovidae
Genus: Alcelaphus
Blainville, 1816
Spesies:
A. buselaphus
Nama binomial
Alcelaphus buselaphus
(Pallas, 1766)
Subspesies[2]
List
  • * † A. b. buselaphus (Pallas, 1766)
  • * A. b. cokii Günther, 1884
  • * A. b. lelwel (Heuglin, 1877)
  • * A. b. major (Blyth, 1869)
  • * A. b. swaynei (P. L. Sclater, 1892)
  • * A. b. tora Gray, 1873
  • * A. b. caama (Saint-Hilaire, 1803)
  • * A. b. lichtensteinii (Peters, 1849)
250px-Alcelaphus_recent.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebaran subspesies
Sinonim[2]
  • Antilope bubalis Pallas, 1767
  • Antilope buselaphus Pallas, 1766
  • Bubalis buselaphus (Pallas, 1766)

Alcelaphus buselaphus atau yang juga dikenal sebagai kongoni, hartebeest, cengu atau kaama, adalah sejenis antelop dari Afrika. Hewan ini menjadi satu-satunya anggota dari genus Alcelaphus. Delapan subspesies telah dideskripsikan, termasuk dua yang terkadang dianggap sebagai spesies independennya sendiri. Cengu adalah sejenis antelop besar, cengu memiliki tinggi sedikit lebih dari 1 m di pundak, dan memiliki panjang kepala-tubuh 200 hingga 250 cm (79 hingga 98 in). Beratnya berkisar antara 100 hingga 200 kg (220 hingga 440 pon). Hewan ini memiliki memiliki dahi yang panjang, tanduk yang berbentuk aneh, leher pendek, dan telinga yang runcing. Kakinya panjang, dan biasa memiliki corak hitam. Bulunya biasanya pendek dan mengkilap. Warna bulunya bervariasi tergantung subspesiesnya, mulai dari cokelat pasir pada cengu barat, sampai cokelat yang lebih gelap pada cengu swayne. Kedua jenis kelamin memiliki tanduk, tetapi yang betina tanduknya lebih ramping. Tanduknya dapat mencapai panjang 45–70 cm (18–28 in). Cengu dapat dibedakan dengan antelop lainnya dengan dadanya yang besar dan punggunggnya yang sangat melandai. Juga terdapat punuk di pundaknya karena prosesus dorsal vertebra yang panjang di bagian itu.[3]

Referensi

  1. IUCN SSC Antelope Specialist Group (2019) [amended version of 2016 assessment]. "Alcelaphus buselaphus". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2019 e.T811A143160967. doi:10.2305/IUCN.UK.2019-1.RLTS.T811A143160967.en. Diakses tanggal 18 Februari 2022.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link){{cite iucn}}: uses deprecated |page= identifier (help)
  2. 1 2 Wilson, D. E.; Reeder, D. M., ed. (2005). Mammal Species of the World: A Taxonomic and Geographic Reference (Edisi 3rd). Baltimore, US: Johns Hopkins University Press. hlm. 674. ISBN 978-0-8018-8221-0. OCLC 62265494. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2020-10-28. Diakses tanggal 2020-12-05.
  3. Kingdon, Jonathan; Happold, David; Butynski, Thomas; Hoffmann, Michael; Happold, Meredith; Kalina, Jan (2013-05-23). Mammals of Africa (dalam bahasa Inggris). A&C Black. hlm. 512. ISBN 978-1-4081-8996-2. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-03-08. Diakses tanggal 2022-02-05.
Anggota famili Bovidae yang masih hidup
Berikut ini adalah subfamili, genus, dan spesies dalam famili Bovidae
Aepycerotinae
Aepyceros
Alcelaphinae
Alcelaphus
Beatragus
Connochaetes
Damaliscus
Antilopinae
Ammodorcas
Antidorcas
Antilope
Dorcatragus
Eudorcas
Gazella
Litocranius
Madoqua
Nanger
Nesotragus
Oreotragus
Ourebia
Procapra
Raphicerus
Saiga
Bovinae
Bison
Bos
Boselaphus
Bubalus
Pseudoryx
Syncerus
Taurotragus
Tetracerus
Tragelaphus
Caprinae
Ammotragus
Arabitragus
Budorcas
Capra
Capricornis
Hemitragus
Naemorhedus
Nilgiritragus
Oreamnos
Ovibos
Ovis
Pantholops
Pseudois
Rupicapra
Cephalophinae
Cephalophus
Philantomba
Sylvicapra
Hippotraginae
Addax
Hippotragus
Oryx
Reduncinae
Kobus
Pelea
Redunca
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan