Rabu, 23 September 2026
16:34 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN
Antelop tibet

Antelop tibet

60px-Question_book-new.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.
Cari sumber: "Antelop tibet"  berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
Antelop tibet
250px-The_book_of_antelopes_%281894%29_Pantholops_hodgsoni.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
CITES Apendiks I (CITES)[2]
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Artiodactyla
Famili: Bovidae
Subfamili: Caprinae
Tribus: Pantholopini
Genus: Pantholops
Hodgson, 1834[3]
Spesies:
P. hodgsonii
Nama binomial
Pantholops hodgsonii
(Abel, 1826)
250px-Pantholops_hodgsonii_distribution.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Antelop tibet atau Chiru (Pantholops hodgsonii) (Tibet: གཙོད་, Wylie: gtsod, pengucapan [tsǿ]; Tionghoa: 藏羚羊; pinyin: zàng língyáng) adalah bovid berukuran menengah asli dataran tinggi Tibet. Jumlahnya kurang dari 75.000 ekor di alam liar. Mereka menjadi hewan yang diambang kepunahan karena terus diburu. Mereka diburu untuk diambil bulunya yang lembut untuk diolah menjadi selendang berbahan wol. Saat ini, perdagangan internasional produk-produk yang bahan bakunya berasal dari hewan ini dilarang.

Deskripsi

Antelop tibet jantan memiliki tinggi 83 cm (33 in) sementara betina memiliki ukuran yang sedikit lebih kecil, yaitu 74 cm (29 in). Jantan lebih besar dan berat daripada betina, dengan berat 39 kg (86 pon), sementara betina memiliki berat 26 kg (57 pon). Antelop tibet jantan memiliki tanduk yang lebih panjang daripada tanduk pada antelop tibet betina. Kulitnya berwarna coklat kekuningan sampai coklat kemerahan, dengan perut berwarna putih.

Rujukan

  1. "Pantholops hodgsonii". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2016 e.T15967A50192544. IUCN SSC Antelope Specialist Group. 2016. doi:10.2305/IUCN.UK.2016-2.RLTS.T15967A50192544.en. Diakses tanggal 19 November 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. "Appendices". cites.org. CITES. Diakses tanggal 2022-01-14.
  3. Hodgson, B. (22 Juli 1834). "[July 22, 1834 // William Yarrell, Esq., in the chair]". Proceedings of the Zoological Society of London (meeting minutes). 2: 81. A letter was read, addressed to Mr. Vigours by B.H. Hodgson, ...{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Anggota famili Bovidae yang masih hidup
Berikut ini adalah subfamili, genus, dan spesies dalam famili Bovidae
Aepycerotinae
Aepyceros
Alcelaphinae
Alcelaphus
Beatragus
Connochaetes
Damaliscus
Antilopinae
Ammodorcas
Antidorcas
Antilope
Dorcatragus
Eudorcas
Gazella
Litocranius
Madoqua
Nanger
Nesotragus
Oreotragus
Ourebia
Procapra
Raphicerus
Saiga
Bovinae
Bison
Bos
Boselaphus
Bubalus
Pseudoryx
Syncerus
Taurotragus
Tetracerus
Tragelaphus
Caprinae
Ammotragus
Arabitragus
Budorcas
Capra
Capricornis
Hemitragus
Naemorhedus
Nilgiritragus
Oreamnos
Ovibos
Ovis
Pantholops
Pseudois
Rupicapra
Cephalophinae
Cephalophus
Philantomba
Sylvicapra
Hippotraginae
Addax
Hippotragus
Oryx
Reduncinae
Kobus
Pelea
Redunca
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan