Minggu, 08 November 2026
10:34 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Waterbuck

Waterbuck

Kobus ellipsiprymnus

Bagikan:
Waterbuck
250px-069_Waterbuck_at_Queen_Elizabeth_National_Park_Photo_by_Giles_Laurent.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
K. e. defassa jantan
Queen Elizabeth National Park, Uganda
250px-Ant%C3%ADlope_acu%C3%A1tico_%28Kobus_ellipsiprymnus%29%2C_parque_nacional_de_Chobe%2C_Botsuana%2C_2018-07-28%2C_DD_49.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
K. e. ellipsiprymnus betina
Taman Nasional Chobe, Botswana
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Artiodactyla
Famili: Bovidae
Genus: Kobus
Spesies:
K. ellipsiprymnus
Nama binomial
Kobus ellipsiprymnus
(Ogilby, 1833)
Subspecies

Lihat teks

250px-Waterbuck_distribution_map.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta sebaran subspesies waterbuck

Kobus ellipsiprymnus atau juga dikenal dengan nama gebegu[butuh rujukan] atau waterbuck[2] adalah sejenis antelop besar yang ditemukan secara luas di sub-Sahara, Afrika. Gebegu ditempatkan di genus Kobus dari famili Bovidae. Gebegu pertama kali dijelaskan oleh naturalis Irlandia William Ogilby pada tahun 1833. Tiga belas subspesies dikelompokkan dalam dua jenis: gebegu atau Ellisprymnus dan Defassa. Panjang kepala dan badan biasanya antara 177–235 cm (70–93 inci) dan tinggi rata-rata adalah antara 120 dan 136 cm (47 dan 54 inci). Antelop ini memiliki dimorfisme seksual: jantan lebih tinggi dan lebih berat daripada betina. Tinggi jantan mencapai sekitar 127 cm (50 inci) di bahu, sementara betina mencapai 119 cm (47 inci). Berat jantan biasanya 198–262 kg (437-578 lb) dan betina 161–214 kg (355-472 lb). Warna lapisan kulit bervariasi dari cokelat ke abu-abu. Tanduk spiral yang panjang, hanya ada pada jantan, melengkung ke belakang dan panjangnya 55–99 cm (22–39 in).

Referensi

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Kobus ellipsiprymnus.
Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Kobus ellipsiprymnus.
  1. ↑ IUCN SSC Antelope Specialist Group (2016). "Kobus ellipsiprymnus". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2016 e.T11035A50189324. doi:10.2305/IUCN.UK.2016-2.RLTS.T11035A50189324.en. Diakses tanggal 19 November 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Negara yang punya terlalu banyak gajah". BBC News Indonesia. Diakses tanggal 2025-11-08.
Anggota famili Bovidae yang masih hidup
Berikut ini adalah subfamili, genus, dan spesies dalam famili Bovidae
Aepycerotinae
Aepyceros
Alcelaphinae
Alcelaphus
Beatragus
Connochaetes
Damaliscus
Antilopinae
Ammodorcas
Antidorcas
Antilope
Dorcatragus
Eudorcas
Gazella
Litocranius
Madoqua
Nanger
Nesotragus
Oreotragus
Ourebia
Procapra
Raphicerus
Saiga
Bovinae
Bison
Bos
Boselaphus
Bubalus
Pseudoryx
Syncerus
Taurotragus
Tetracerus
Tragelaphus
Caprinae
Ammotragus
Arabitragus
Budorcas
Capra
Capricornis
Hemitragus
Naemorhedus
Nilgiritragus
Oreamnos
Ovibos
Ovis
Pantholops
Pseudois
Rupicapra
Cephalophinae
Cephalophus
Philantomba
Sylvicapra
Hippotraginae
Addax
Hippotragus
Oryx
Reduncinae
Kobus
Pelea
Redunca


Ikon rintisan

Artikel bertopik hewan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan