Minggu, 20 September 2026
22:55 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Dibatag

Dibatag

Dibatag
250px-Ammodorcas_clarkei_The_book_of_antelopes_%281894%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Artiodactyla
Famili: Bovidae
Subfamili: Antilopinae
Genus: Ammodorcas
Thomas, 1891
Spesies:
A. clarkei
Nama binomial
Ammodorcas clarkei
(Thomas, 1891)[2]
250px-Ammodorcas_clarkii.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta sebaran spesies

Dibatag[3] (Ammodorcas clarkei), atau gazel clark, adalah sebuah spesies antelop berukuran sedang dari Ethiopia dan Somalia. Meski bukan gazel sejati, hewan ini mempunyai corak yang serupa, dengan kaki dan leher yang panjang. Biasanya spesies ini dikelirukan dengan gerenuk kerana rupanya yang hampir serupa. Panjangnya umumnya berkisar antara 103 hingga 117 cm (41 hingga 46 in), serta memiliki tinggi sekitar 80 hingga 90 cm (31 hingga 35 in). Berat dibatag jantan berkisar antara 20 dan 35 kg (44 dan 77 pon), sementara betina mempunyai berat antara 22 dan 29 kg (49 dan 64 pon). Tanduknya yang melengkung hanya pada jantan, dan memiliki panjang sekitar 10 dan 25 cm (3,9 dan 9,8 in). Bagian atasnya berwarna kelabu hingga cokelat kekuningan, sementara bagian dorsal dan lateralnya berwarna cokelat kemerahan. Bagian bawah, pinggul dan bagian dalam kaki seluruhnya putih. Meski terdapat corak pada muka, tidak terdapat corak pada pinggul maupun perutnya.

Dibatag merupakan hewa yang peka dan sulit diamati. Kulitnya yang berwarna kelabu membantunya menyamar yang baik, sehingga menjadikan dibatag sebagai salah satu jenis antelop yang paling sulit diburu. Dibatag adalah hewan diurnal dan bergerak dalam kawanan kecil. Baik jantan maupun betina mencapai kematangan seksual pada 12 hingga 18 bulan. Spesies ini bersifat poligini. Selepas masa gestasi 6 hingga 7 bulan, seekor anak dilahirkan. Kelahiran biasanya terjadi pada September hingga November. Masa hidup rata-ratanya adalah 10 sampai 12 tahun. Dibatag dapat sementara menandakan kawasannyamenggunakan kelenjar preorbital, urin atau feses. Diabatag merupakan hewan herbivor dan biasanya memakan dedaunan, pucuk muda dan belukar. Hewan ini telah beradaptasi untuk habitat semi kering, dengan kemampuan untuk bertahan tanpa atau dengan sedikit air.

Beberapa faktor termasuk petempatan manusia, degradasi habitat, peningkatan peternakan hewan, ketidakstabilan politik dan konflik militer di daerah persebarannya, serta kurangnya tindakan konservasi pada dua sampai tiga dekade di akhir abad ke-20 telah menyebabkan penurunan populasi hingga beberapa ribu ekor. Populasi yang signifikan masih hadir di selatan Ogaden (Ethiopia). Dibatag terdaftar oleh IUCN sebagai "Spesies Rentan".

Referensi

  1. Heckel, J.; Wilhelmi, F.; Kaariye, X.; Amir, O. (2016). "Ammodorcas clarkei". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2016 e.T1141A50181613. doi:10.2305/IUCN.UK.2016-2.RLTS.T1141A50181613.en. Diakses tanggal 19 November 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link){{cite iucn}}: uses deprecated |page= identifier (help)
  2. Thomas, O. (1 Juni 1891). "On some antelopes collected in Somali-land by Mr. T. W. H. Clarke". Proceedings of the Zoological Society of London: 206–212.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. Suraga, Ina (2021-06-02). "Klipspringer, si Penari Balet dari Afrika yang Unik". IDN Times. Diakses tanggal 2026-02-10.
Anggota famili Bovidae yang masih hidup
Berikut ini adalah subfamili, genus, dan spesies dalam famili Bovidae
Aepycerotinae
Aepyceros
Alcelaphinae
Alcelaphus
Beatragus
Connochaetes
Damaliscus
Antilopinae
Ammodorcas
Antidorcas
Antilope
Dorcatragus
Eudorcas
Gazella
Litocranius
Madoqua
Nanger
Nesotragus
Oreotragus
Ourebia
Procapra
Raphicerus
Saiga
Bovinae
Bison
Bos
Boselaphus
Bubalus
Pseudoryx
Syncerus
Taurotragus
Tetracerus
Tragelaphus
Caprinae
Ammotragus
Arabitragus
Budorcas
Capra
Capricornis
Hemitragus
Naemorhedus
Nilgiritragus
Oreamnos
Ovibos
Ovis
Pantholops
Pseudois
Rupicapra
Cephalophinae
Cephalophus
Philantomba
Sylvicapra
Hippotraginae
Addax
Hippotragus
Oryx
Reduncinae
Kobus
Pelea
Redunca
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan