Jumat, 25 September 2026
09:53 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum
Gazel thomson

Gazel thomson

gazel

Gazel thomson
250px-Serengeti_Thomson-Gazelle2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Seekor gazel thomson di Serengeti, Kenya.
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Subfamili:
Genus:
Spesies:
E. thomsonii
Nama binomial
Eudorcas thomsonii
Günther, 1884
Artikel takson sembarang

Gazel thomson (Eudorcas thomsonii) atau dalam penyebutan awam rusa thomson (walau tidak terkait dengan rusa atau zebra dan antelop) adalah salah satu spesies gazel yang paling terkenal di Afrika. Gazel ini dinamai berdasarkan penjelajah Eropa, Joseph Thomson dan karenanya, hewan ini kerap disebut "tommie". Pada awalnya, gazel thomson berukuran sedang dengan berukuran 72-85. subspesies dari gazel berdahi merah dan juga dianggap sebagai anggota genus Gazella subgenus Eudorcas sebelum Eudorcas dimasukkan ke dalam genus yang terpisah. Gazel thomson diperkirakan mempunyai populasi sebanyak 500.000 ekor di alam liar. Gazel thomson mampu berlari hingga kecepatan 80,4 km/jam, yang membuatnya temasuk sebagai salah satu mamalia darat tercepat di dunia. Gzel thomson hidup di Afrika Timur. Karena Warna Di badanya hitam putih, dikaitkan sebagai gazel zebra.

Deskripsi

Gazel thomson mempunyai tinggi 55–82 sentimeter (22–32 in). Jantan memiliki berat tubuh 20–35 kilogram (44–77 pon) sementara gazel thomson betina sedikit lebih ringan yaitu seberat 15–25 kilogram (33–55 pon). Gazel thomson mempunyai panjang tubuh 80–120 sentimeter (31–47 in) dari kepala sampai ekor. Ciri khas pada hewan ini meliputi bulatan putih di sekitar matanya, garis hitam dari bawah matanya sampai ke hidung, garis berwarna keemasan dari tanduk hingga hidung, serta tanduknya yang beruas-ruas cincin. Seperti kebanyakan jenis-jenis lainnya, keberadaan tanduk dimiliki oleh semua jenis kelamin gazel thomson. Walau ukuran tanduk yang dimiliki kedua jenis kelamin itu berbeda. Gazel thomson jantan mempunyai tanduk sepanjang 25–43 sentimeter (9,8–16,9 in), sementara tanduk pada betina lebih pendek, ukurannya 7–15 sentimeter (2,8–5,9 in).

Referensi

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Eudorcas thomsonii.
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Eudorcas thomsonii.
  1. ↑ "Eudorcas thomsonii". IUCN Red List of Threatened Species. Version 2008. International Union for Conservation of Nature. 2008. Diakses tanggal 18 Agustus 2015. {{cite web}}: |ref=harv tidak valid; Kutipan memiliki parameter tidak dikenal yang kosong: |last-author-amp=; Parameter tidak dikenal |authors= diabaikanPemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Anggota famili Bovidae yang masih hidup
Berikut ini adalah subfamili, genus, dan spesies dalam famili Bovidae
Aepycerotinae
Aepyceros
Alcelaphinae
Alcelaphus
Beatragus
Connochaetes
Damaliscus
Antilopinae
Ammodorcas
Antidorcas
Antilope
Dorcatragus
Eudorcas
Gazella
Litocranius
Madoqua
Nanger
Nesotragus
Oreotragus
Ourebia
Procapra
Raphicerus
Saiga
Bovinae
Bison
Bos
Boselaphus
Bubalus
Pseudoryx
Syncerus
Taurotragus
Tetracerus
Tragelaphus
Caprinae
Ammotragus
Arabitragus
Budorcas
Capra
Capricornis
Hemitragus
Naemorhedus
Nilgiritragus
Oreamnos
Ovibos
Ovis
Pantholops
Pseudois
Rupicapra
Cephalophinae
Cephalophus
Philantomba
Sylvicapra
Hippotraginae
Addax
Hippotragus
Oryx
Reduncinae
Kobus
Pelea
Redunca
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan