Minggu, 20 September 2026
23:00 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Adaks

Adaks

Adaks
250px-A_big_male_Addax_showing_as_the_power_of_his_horns.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Seekor adaks di Maroko
CITES Apendiks I (CITES)[2]
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Artiodactyla
Famili: Bovidae
Subfamili: Hippotraginae
Genus: Addax
Laurillard, 1841
Spesies:
A. nasomaculatus
Nama binomial
Addax nasomaculatus
Map of Africa, showing a highlighted range (in green) covering three small areas in Mauritania, Niger and Chad
Distribusi adaks (IUCN 2015)
  Hidup (habitat asli)
  Dikenalkan ulang
Sinonim
List[3][4]
  • Addax addax Cretzschmar, 1826
  • Addax gibbosa Savi, 1828
  • Addax mytilopes Hamilton-Smith, 1827
  • Addax suturosa Otto, 1825
  • Cerophorus nasomaculata Blainville, 1816
  • Antilope addax Cretzschmar, 1826
  • Antilope suturosa Otto, 1825
  • Antilope mytilopes Hamilton-Smith, 1827
  • Oryx addax Hamilton-Smith, 1827
  • Oryx nasomaculatus J.E. Gray, 1843

Adaks (Addax nasomaculatus), atau yang juga dikenal sebagai antelop putih, adalah sebuah spesies antelop yang berasal dari Gurun Sahara. Satu-satunya anggota dari genus Addax, Adaks pertamakali dideskripsikan secara ilmiah oleh Henri de Blainville pada 1816. Adaks memiliki tubuh dengan warna bulu yang pucat, dan memiliki tanduk yang memutar, biasanya memiliki panjang 55 hingga 80 cm (22 hingga 31 in) pada betina dan 70 hingga 85 cm (28 hingga 33 in) pada jantan. Tinggi jantan adalah sekitar 105 hingga 115 cm (41 hingga 45 in) di pundak, sementara betina memiliki tinggi 95 hingga 110 cm (37 hingga 43 in). Adaks memiliki ciri dimorfisme seksual, dengan individu betina lebih kecil daripada jantan. Warna bulu mereka berubah tergantung musim. Di musim dingin, bulunya berwarna cokelat keabuan di kaki dan bagian belakang, dan rambut panjang berwarna cokelat di kepala, leher dan pundak; di musim panas, warna bulunya berubah menjadi hampir seluruhnya putih atau pirang mirip pasir.

Adaks biasanya memakan rumput dan dedaunan dari semak-semak dan polong-polongan. Mereka telah beradaptasi dengan baik untuk tinggal di habitat gurun mereka, karena mereka dapat hidup tanpa air dalam waktu yang lama. Adaks membentuk kawanan yang terdiri dari lima sampai 20 anggota, baik jantan maupun betina. Tiap kawanan dipimpin oleh betina tertua. Karena gerakannya yang lambat, adaks menjadi target yang mudah untuk predatornya: manusia, singa, macan tutul, citah, dan iganyana. Musim kawin mereka mencapai puncaknya pada musim dingin dan awal musim semi. Habitat alami mereka adalah wilayah kering, semi-gurun, gurun berbatu, dan gurun pasir.

Adaks diklasifikasikan oleh IUCN sebagai spesies terancam kritis. Meski sangat langka pada habitat aslinya karena perburuan tanpa regulasi, adaks lumayan sering ditemukan di penangkaran. Mereka dahulu banyak ditemukan di Afrika Utara, tetapi sekarang hanya dapat ditemukan di Chad, Mauritania dan Niger. Adaks punah secara lokal di Algeria, Mesir, Libya, Sudan dan Sahara Barat, tetapi telah diperkenalkan kembali di Maroko dan Tunisia.

Referensi

  1. IUCN SSC Antelope Specialist Group (2016). "Addax nasomaculatus". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2016 e.T512A50180603. doi:10.2305/IUCN.UK.2016-2.RLTS.T512A50180603.en. Diakses tanggal 3 Juni 2021.{{cite iucn}}: uses deprecated |page= identifier (help)
  2. "Appendices | CITES". cites.org. Diakses tanggal 14 Januari 2022.
  3. 1 2 Wilson, D. E.; Reeder, D. M., ed. (2005). Mammal Species of the World: A Taxonomic and Geographic Reference (Edisi 3rd). Johns Hopkins University Press. hlm. 717. ISBN 978-0-8018-8221-0. OCLC 62265494.
  4. Krausman, P.R.; Casey, A.L. (2012). "Addax nasomaculatus". Mammalian Species (807): 1–4. doi:10.1644/807.1.
Anggota famili Bovidae yang masih hidup
Berikut ini adalah subfamili, genus, dan spesies dalam famili Bovidae
Aepycerotinae
Aepyceros
Alcelaphinae
Alcelaphus
Beatragus
Connochaetes
Damaliscus
Antilopinae
Ammodorcas
Antidorcas
Antilope
Dorcatragus
Eudorcas
Gazella
Litocranius
Madoqua
Nanger
Nesotragus
Oreotragus
Ourebia
Procapra
Raphicerus
Saiga
Bovinae
Bison
Bos
Boselaphus
Bubalus
Pseudoryx
Syncerus
Taurotragus
Tetracerus
Tragelaphus
Caprinae
Ammotragus
Arabitragus
Budorcas
Capra
Capricornis
Hemitragus
Naemorhedus
Nilgiritragus
Oreamnos
Ovibos
Ovis
Pantholops
Pseudois
Rupicapra
Cephalophinae
Cephalophus
Philantomba
Sylvicapra
Hippotraginae
Addax
Hippotragus
Oryx
Reduncinae
Kobus
Pelea
Redunca
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan