Selasa, 27 Oktober 2026
09:33 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Kerbau afrika

Kerbau afrika

Bagikan:
Kerbau afrika
Rentang waktu: 0.7–0 jtyl Pleistosen Tengah-Holosen
250px-Syncerus-caffer-Masaai-Mara-Kenya_crop.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sekawanan kerbau afrika di Kenya.
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Subfilum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Subfamili:
Genus:
Syncerus

Hodgson, 1847
Spesies:
S. caffer
Nama binomial
Syncerus caffer
(Sparrman, 1779)
Subspesies

S. c. caffer
S. c. nanus
S. c. brachyceros
S. c. aequinoctialis
S. c. mathewsi

Artikel takson sembarang

Kerbau afrika (Syncerus caffer) adalah hewan endemik Afrika sebagaimana ia dinamakan. Hewan ini tidak terkait dengan kerbau liar asia dan kerbau domestik. Hewan ini memiliki beberapa subspesies di antaranya adalah S. caffer caffer, yang merupakan spesies terbesar yang ditemukan di Afrika Selatan dan Afrika Timur. S. c. nanus (kerbau hutan afrika) adalah subspesies terkecil, yang banyak ditemukan di belantara Afrika Barat dan tengah, sedangkan S. c. brachyceros tersebar di Afrika Barat, dan S. c. aequinoctialis tersebar di padang rumput Afrika Tengah. Tanduk kerbau dewasa menyatu dan membentuk perisai tulang yang dinamakan "bos". Mereka secara luas dianggap sebagai hewan yang sangat berbahaya, karena mereka tercatat menyeruduk dan membunuh lebih dari 200 orang setiap tahun.

Kerbau afrika bukan merupakan nenek moyang sapi domestik dan jauh lebih besar dengan mamalia anggota famili Bovinae lainnya. Karena sifatnya yang tak terduga, membuatnya sangat berbahaya bagi manusia. Kerbau afrika tidak pernah dijinakkan, tidak seperti kerbau asia.

Referensi

  1. ↑ IUCN SSC Antelope Specialist Group 2008. Syncerus caffer. The IUCN Red List of Threatened Species. Version 2014.3. Downloaded on 08 April 2015.
Anggota famili Bovidae yang masih hidup
Berikut ini adalah subfamili, genus, dan spesies dalam famili Bovidae
Aepycerotinae
Aepyceros
Alcelaphinae
Alcelaphus
Beatragus
Connochaetes
Damaliscus
Antilopinae
Ammodorcas
Antidorcas
Antilope
Dorcatragus
Eudorcas
Gazella
Litocranius
Madoqua
Nanger
Nesotragus
Oreotragus
Ourebia
Procapra
Raphicerus
Saiga
Bovinae
Bison
Bos
Boselaphus
Bubalus
Pseudoryx
Syncerus
Taurotragus
Tetracerus
Tragelaphus
Caprinae
Ammotragus
Arabitragus
Budorcas
Capra
Capricornis
Hemitragus
Naemorhedus
Nilgiritragus
Oreamnos
Ovibos
Ovis
Pantholops
Pseudois
Rupicapra
Cephalophinae
Cephalophus
Philantomba
Sylvicapra
Hippotraginae
Addax
Hippotragus
Oryx
Reduncinae
Kobus
Pelea
Redunca
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan