Sabtu, 17 Oktober 2026
03:21 WIB
TERKINI
Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super
Dik-dik kirk

Dik-dik kirk

Bagikan:
Dik-dik kirk
250px-Madoqua_kirkii_-_male_%28Namutoni%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jantan
250px-Madoqua_kirkii_-_female_%28Namutoni%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Betina
Keduanya di Taman Nasional Etosha, Namibia
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Artiodactyla
Famili: Bovidae
Subfamili: Antilopinae
Genus: Madoqua
Spesies:
M. kirkii
Nama binomial
Madoqua kirkii
(Günther, 1880)
Subspecies

Empat subspesies

250px-Madoqua_kirkii_map.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta sebaran spesies

Dik-dik kirk[2] (Madoqua kirkii) adalah sebuah spesies antelop dik-dik yang berasal dari Afrika bagian selatan dan timur.[3] Spesies ini diyakini memiliki enam subspesies dan kemungkinan satu lagi yang hidup di Afrika barat daya.[4] Dik-dik adalah hewan herbivor, biasanya berwarna cokelat kekuningan yang membantu mereka berkamuflase di habitat sabana.[4] Menurut MacDonald (1985), mereka juga mampu berlari hingga 42 km/jam.[5] Rentang hidup dik-dik kirk di alam liar biasanya sekitar 5 tahun, namum mereka dapat hidup lebih tua dari 10 tahun.[5] Dalam penangkaran, jantan diketahui dapat hidup hingga 16.5 tahun, sementara betina hingga 18.4 tahun.[5]

Referensi

  1. ↑ IUCN SSC Antelope Specialist Group (2016). "Madoqua kirkii". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2016 e.T12670A50190709. doi:10.2305/IUCN.UK.2016-1.RLTS.T12670A50190709.en. Diakses tanggal 12 November 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Antelop Serengeti". Kiwoito Africa Safaris. Diakses tanggal 2026-02-08.
  3. ↑ Estes, Richard. "dik-dik - antelope". Encyclopædia Britannica. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Mar 27, 2012.{{cite encyclopedia}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. 1 2 "Kirk's dik-dik". Twycross Zoo. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-11-25. Diakses tanggal 2015-04-29.
  5. 1 2 3 Scheibe, Elizabeth (1999). "Madoqua kirkii: Information". Animal Diversity Web. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Nov 28, 2023.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Anggota famili Bovidae yang masih hidup
Berikut ini adalah subfamili, genus, dan spesies dalam famili Bovidae
Aepycerotinae
Aepyceros
Alcelaphinae
Alcelaphus
Beatragus
Connochaetes
Damaliscus
Antilopinae
Ammodorcas
Antidorcas
Antilope
Dorcatragus
Eudorcas
Gazella
Litocranius
Madoqua
Nanger
Nesotragus
Oreotragus
Ourebia
Procapra
Raphicerus
Saiga
Bovinae
Bison
Bos
Boselaphus
Bubalus
Pseudoryx
Syncerus
Taurotragus
Tetracerus
Tragelaphus
Caprinae
Ammotragus
Arabitragus
Budorcas
Capra
Capricornis
Hemitragus
Naemorhedus
Nilgiritragus
Oreamnos
Ovibos
Ovis
Pantholops
Pseudois
Rupicapra
Cephalophinae
Cephalophus
Philantomba
Sylvicapra
Hippotraginae
Addax
Hippotragus
Oryx
Reduncinae
Kobus
Pelea
Redunca
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan