Jumat, 23 Oktober 2026
05:33 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal
Kerbau liar

Kerbau liar

Bagikan:
Kerbau liar
Rentang waktu: Pleistosen Tengah-Masa kini[1]
250px-Indian_Water_Buffalo_Bubalus_arnee_by_Dr_Raju_Kasambe_IMG_0347_%2811%29_%28cropped%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
di Taman Nasional Kaziranga
CITES Apendiks III (CITES)[2]
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Artiodactyla
Famili: Bovidae
Subfamili: Bovinae
Genus: Bubalus
Spesies:
B. arnee
Nama binomial
Bubalus arnee
(Kerr, 1792)
Subspesies
  • B. a. arnee
  • B. a. fulvus
  • B. a. septentrionalis
  • B. a. migona
250px-Asiatic_water_buffalo_2015.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Distribusi kerbau liar
Sinonim

Bubalus bubalis arnee

Kerbau liar (Bubalus arnee), atau yang juga dikenal sebagai kerbau asia, kerbau asiatik atau kerbau-air liar, adalah sebuah spesies pada genus Bubalus yag dapat ditemukan di Anak benua India dan Asia Tenggara. Spesies ini terdaftar sebagai spesies terancam di Daftar Merah IUCN sejak 1986, karena populasinya saat itu hanya tersisa sebanyak kurang dari 4 ribu ekor. Penurunan populasi sebanyak setidaknya 50% selama tiga generasi terakhir (24-39 tahun) diproyeksikan akan berlanjut. Sekarang, populasi globalnya telah diperkirakan hanya berjumlah setidakny 3400 ekor, 91% diantaranya (setara dengan 3100 ekor) hidup di India, kebanyakan diantaranya di Assam.[3] Spesies ini adalah leluhur paling mungkin kerbau domestik.[4][5]

Referensi

  1. ↑ K. Suraprasit, J.-J. Jaegar, Y. Chaimanee, O. Chavasseau, C. Yamee, P. Tian, and S. Panha (2016). "The Middle Pleistocene vertebrate fauna from Khok Sung (Nakhon Ratchasima, Thailand): biochronological and paleobiogeographical implications". ZooKeys (613): 1–157. Bibcode:2016ZooK..613....1S. doi:10.3897/zookeys.613.8309. PMC 5027644. PMID 27667928.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  2. 1 2 Kaul, R.; Williams, A.C.; rithe, k.; Steinmetz, R. & Mishra, R. (2019). "Bubalus arnee". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2019 e.T3129A46364616. doi:10.2305/IUCN.UK.2019-1.RLTS.T3129A46364616.en. Diakses tanggal 17 Januari 2024.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link){{cite iucn}}: uses deprecated |page= identifier (help)
  3. ↑ Choudhury, A. (2010). The vanishing herds: the wild water buffalo. Gibbon Books, Rhino Foundation, CEPF & COA, Taiwan, Guwahati, India.
  4. ↑ Lau, C. H.; Drinkwater, R. D.; Yusoff, K.; Tan, S. G.; Hetzel, D. J. S.; Barker, J. S. F. (1998). "Genetic diversity of Asian water buffalo (Bubalus bubalis): mitochondrial DNA D-loop and cytochrome b sequence variation" (PDF). Animal Genetics. 29 (4): 253–264. doi:10.1046/j.1365-2052.1998.00309.x. PMID 9745663.
  5. ↑ Groves, C. P. (2006). "Domesticated and Commensal Mammals of Austronesia and Their Histories". Dalam Bellwood, P.; Fox, J. J.; Tryon, D. (ed.). The Austranesians. Canberra: Research School of Pacific Studies, The Australian National University. hlm. 161–176.
Anggota famili Bovidae yang masih hidup
Berikut ini adalah subfamili, genus, dan spesies dalam famili Bovidae
Aepycerotinae
Aepyceros
Alcelaphinae
Alcelaphus
Beatragus
Connochaetes
Damaliscus
Antilopinae
Ammodorcas
Antidorcas
Antilope
Dorcatragus
Eudorcas
Gazella
Litocranius
Madoqua
Nanger
Nesotragus
Oreotragus
Ourebia
Procapra
Raphicerus
Saiga
Bovinae
Bison
Bos
Boselaphus
Bubalus
Pseudoryx
Syncerus
Taurotragus
Tetracerus
Tragelaphus
Caprinae
Ammotragus
Arabitragus
Budorcas
Capra
Capricornis
Hemitragus
Naemorhedus
Nilgiritragus
Oreamnos
Ovibos
Ovis
Pantholops
Pseudois
Rupicapra
Cephalophinae
Cephalophus
Philantomba
Sylvicapra
Hippotraginae
Addax
Hippotragus
Oryx
Reduncinae
Kobus
Pelea
Redunca
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan