Minggu, 27 September 2026
08:08 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Raijū

Raijū

250px-Koke_Raijuu.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
ilustrasi Raiju dibuat oleh seniman Jepang Ban KōKē (1733-1806), digambarkan dalam Kanda-Jihitsu (閑田次筆) sebagai binatang yang jatuh ke bumi dalam sambaran petir.

Raijū (雷獣) merupakan makhluk legendaris berwujud serigala atau anjing berwarna putih dan biru dalam cerita rakyat Jepang, dan terbentuk dari elemen petir. Makhluk ini merupakan pendamping Raijin, dewa petir Shinto.

Deskripsi

Menurut catatan sumber, Raijū memiliki bentuk tubuh lain yang menyerupai berbagai macam hewan, seperti tanuki, macan tutul, macan kumbang, macan kumbang putih, kambing-hutan rubah, musang, martes, harimau, kucing, kelinci, anjing, serigala, babi hutan, rusa, badak, banteng, beruang, landak, tupai, mamalia laut (seperti paus, lumba-lumba atau anjing laut), trenggiling, tikus atau naga

Orang Jepang dahulu yang percaya dengan takhayul, memiliki kebiasaan menutup pusarnya ketika mendengar guntur. Mereka percaya Raiju akan tidur di pusar manusia untuk bersembunyi dari dewa petir Raijin yang akan menembakkan panah petir ke makhluk tersebut.[1]

kemunculan Raiju dikaitkan dengan fenomena misterius guntur dan kilat. Mitos yang menceritakan tentang Raiju diyakini bersumber dari teks materia medica Cina Bencao Gangmu, dan para peneliti berpendapat cerita tersebut menjadi tenar selama zaman Edo.[2] Raiju diberi konotasi negatif karena muncul banyak peristiwa yang terjadi di langit, di luar nalar manusia pada era tersebut.[2]

Pendekatan ilmiah

Teori terbaru menunjukkan bahwa Raiju pada dasarnya adalah hewan kecil yang tinggal di pohon yang disebut hakubishin (Paguma larvata) yang ditemukan di negara-negara Asia Timur seperti Tiongkok dan Taiwan. Sementara, beberapa ahli percaya bahwa Paguma larvata dibawa oleh tentara Perang Dunia II sebagai hewan peliharaan,[2] kemiripan Raiju dalam lukisan dari periode Edo juga menunjukkan bahwa Paguma larvata (Musang bulan) telah ada di Jepang sejak jauh sebelumnya.

Lihat juga

Referensi

  1. ↑ "Raijū | Yokai.com" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2022-05-27.
  2. 1 2 3 Foster, Michael Dylan (2015-01-14). The Book of Yokai: Mysterious Creatures of Japanese Folklore (dalam bahasa Inggris). Univ of California Press. hlm. 197–198. ISBN 978-0-520-27101-2.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Bacaan lanjutan

Cerita rakyat
Utamaro Yama-uba dan Kintaro
Koleksi naskah
Makhluk legenda
Folkloris


Ikon rintisan

Artikel bertopik Mitologi atau cerita rakyat Jepang ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan