Senin, 26 Oktober 2026
17:04 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung

Prasasti Supit

Bagikan:

Prasasti Supit (Kwak IV/Mulak III) ditemukan di Desa Ngabean, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Prasasti tidak berangka tahun, tidak diketahui pula raja yang mengeluarkan prasasti ini, tetapi menyebut tokoh Rake Wka Pu Tangal. Nama Pu Tangal tertulis dalam Prasasti Wanua Tengah III sebagai pejabat tinggi di era Rakai Garung yang mengembalikan status hak sima di wanua tengah, sehingga Prasasti Supit kemungkinan dikeluarkan pada masa pemerintahan Rakai Garung dari Kerajaan Medang. Prasasti berupa satu lempengan tembaga berukuran 38 x 5 ,5 cm, bertulisan di satu sisinya dengan 4 baris tulisan. Bagian sudut kiri bawah telah rusak. Merupakan bagian penutup prasasti. Huruf dan bahasanya Jawa Kuna. Prasasti ini sekarang disimpan di Museum Nasional dengan nomor inventaris E.5 , E.6,E.7 , E.9,E. 10,E. 16,E. 18.

Isi Prasasti

1. r miilanil} mas saq.. hyair prasada rake wka pu tangal ll/- lmal) i supit mas ka 2 su 1 . pirak kii 1 dha 1 . pina

2 . ka byayaniq. manlma saw ah tarukan i kwak tampai) 3 mas kii 1. muwati pinaka byayaniq . maniina i mula

3. k. ii}' sawal) tampah 2 blah 1 mas ka 1. sinilih dya.J: mataka su 5 sinilil:J. rake masuduyan mas su 1

4. rake umahatumahan . rake masuduyan.

Referensi

1. Dwiyanto, Djoko. 1986. Pengamatan terhadap Data Kesejarahan dari Prasasti Wanua Tengah III tahun 908 Masehi. Dalam PIA IV (IIa). Jakarta: Pulit Arkenas, h. 92-110.

2. BPCB Jateng (2014-08-14). "Prasasti WANUA TENAH III ( 830 Ś = 908 m)". Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Tengah (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-07-23.

DIY
DKI Jakarta
Banten
Jawa Barat
Jawa Tengah
Jawa Timur
Aceh
Jambi
Kepulauan Riau
Lampung
Bangka & Belitung
Sumatera Barat
Sumatera Selatan
Sumatera Utara
Bali
NTB
Kal-bar
Kal-tim
Sulawesi Utara
Lihat pula: Daftar Prasasti di Indonesia, Museum Taman Prasasti, Prasasti Internasional
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan