Jumat, 30 Oktober 2026
20:33 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Nicolaas Bloembergen

Nicolaas Bloembergen

fisikawan asal Kerajaan Belanda

Bagikan:
Nicolaas Bloembergen
250px-Nicolaas_Bloembergen_1981.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bloembergen pada tahun 1981
Lahir(1920-03-11)11 Maret 1920
Meninggal5 September 2017(2017-09-05) (umur 97)
KewarganegaraanBelanda
Amerika Serikat
AlmamaterUniversitas Leiden
Universitas Utrecht
Dikenal karenaSpektroskopi laser
Pasangan menikah
Huberta Deliana Brink
​
​
(m. 1950)​
Karier ilmiah
BidangFisika terapan
Tempat kerjaUniversitas Arizona
Cornelis Jacobus Gorter
Pembimbing akademik lainnya
Edward Purcell
Mahasiswa doktoral
Peter Pershan
Yuen-Ron Shen
Eli Yablonovitch

Nicolaas "Nico" Bloembergen (11 Maret 1920 – 5 September 2017) adalah seorang fisikawan Belanda-Amerika dan juga peraih Nobel, yang dikenal karena jasanya dalam mengembangkan prinsip mengemudi di belakang optik nonlinier untuk spektroskopi laser.[1] Selama kariernya, ia adalah seorang profesor di Universitas Harvard dan kemudian di Universitas Arizona.

Bloembergen berbagi Hadiah Nobel Fisika tahun 1981 dengan Arthur Schawlow, bersama dengan Kai Siegbahn untuk pekerjaan spektroskopi lasernya.[2]

Ia menerima gelar Ph.D. dari Universitas Leiden dan Harvard pada tahun 1948. Ia menjadi profesor di Harvard University.

Bloembergen meninggalkan Belanda pada tahun 1945 untuk melanjutkan studi di Universitas Harvard. Enam minggu sebelum kedatangannya, profesor di sana Edward Purcell (bersama dengan mahasiswanya Torrey dan Pound) menemukan resonansi magnetik nuklir atau RMN. Bloembergen dipanggil untuk mengembangkan mesin RMN pertama. Selama di Harvard ia berinteraksi dengan Julian Schwinger, John Hasbrouck van Vleck dan Kemble. Tesisnya Nuclear Magnetic Relaxation diajukan di Leiden - di mana ia lulus kriteria kualifikasi - dan Harvard. Setelah penunjukan pascadoktoral yang singkat dengan C. J. Gorter di Belanda, ia bergabung ke Harvard dan diangkat sebagai staf muda Society of Fellows pada tahun 1949 dan lektor kepala pda tahun 1951.

Pada tahun 1958, ia dinaturalisasikan sebagai warganegara Amerika Serikat.

Ia dianugerahi Medali Lorentz pada tahun 1978. Nicolaas Bloembergen menerima Penghargaan Nobel dalam Fisika 1981 bersama Arthur Schawlow dan Kai Siegbahn untuk karyanya dalam spektroskopi laser. Bloembergen dan Schawlow mengamati sifat bahan yang tak terlacak tanpa laser. Awalnya ia telah memodifikasi maser Charles Townes. Bloembergen menjadi staf di Universitas Arizona.

Bloembergen berasal dari pohon garis akademik Joseph John Thomson, mengikuti jejak langkah pemenang Hadiah Nobel lainnya yang diawali oleh John William Strutt Rayleigh (Nobel Fisika 1904) dan J. J. Thomson (Nobel Fisika 1906), dan berlanjut dengan Ernest Rutherford (Nobel Kimia 1908), Owen Richardson (Nobel Fisika, 1918) dan akhirnya penasihat Bloembergen, Edward M. Purcell (Nobel Fisika 1952). Prof. Bloembergen adalah anggota Dewan Sponsor Bulletin of the Atomic Scientists Diarsipkan 2009-08-05 di Wayback Machine. Tokoh berpengaruh lainnya adalah John Van Vleck (Nobel Fisika 1977) dan Percy Bridgman (Nobel Fisika 1946).

Penghormatan

Referensi

  1. ↑ "Nobelprijswinnaar Nicolaas Bloembergen (97) overleden". Universiteit Leiden. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 8 September 2017. Diakses tanggal 3 Mei 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Nobel Foundation Nicolaas Bloembergen Diarsipkan 2007-10-11 di Wayback Machine

Pranala luar

1901–1925
1926–1950
1951–1975
1976–2000
2001–
sekarang
1899–1925
1926–1950
1951–1975
1976–2000
2001–masa mendatang
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan