Kamis, 01 Oktober 2026
14:16 WIB
TERKINI
Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama
Litium oksida

Litium oksida

Senyawa kimia

Bagikan:
Litium oksida
250px-Lithium-oxide-unit-cell-3D-balls-B.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Nama
Nama IUPAC
Lithium oxide
Nama lain
Kikerit (Kickerite)
Penanda
Model 3D (JSmol)
ChemSpider
Nomor EC
Nomor RTECS {{{value}}}
  • InChI=1S/2Li.O/q2*+1;-2 checkY
    Key: FUJCRWPEOMXPAD-UHFFFAOYSA-N checkY
  • InChI=1S/2Li.O/q2*+1;-2
    Key: FUJCRWPEOMXPAD-UHFFFAOYAW
  • Key: FUJCRWPEOMXPAD-UHFFFAOYSA-N
  • [Li+].[Li+].[O-2]
Sifat
Li2O
Massa molar 29,88 g/mol
Penampilan padatan putih
Densitas 2,013 g/cm3
Titik lebur 1438 °C
Titik didih 2600 °C
bereaksi hebat membentuk LiOH
log P 9,23
Indeks bias (nD) 1,644 [1]
Struktur
Antifluorit [en] (kubik), cF12
Fm3m, No. 225
Tetrahedral (Li+); kubik (O2−)
Termokimia
Kapasitas kalor (C) 1,8105 J/g K or 54,1 J/mol K
Entropi molar standar (So) 37,89 J/mol K
Entalpi pembentukan standar (ΔfHo) -20,01 kJ/g or -595,8 kJ/mol
Energi bebas Gibbs (ΔfG) -562,1 kJ/mol
Bahaya
Bahaya utama Korosif, bereaksi hebat dengan air
Titik nyala Tidak terbakar
Senyawa terkait
Anion lain
Litium sulfida
Kation lainnya
Natrium oksida
Kalium oksida
Rubidium oksida
Sesium oksida
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku pada suhu dan tekanan standar (25 °C [77 °F], 100 kPa).
checkY verifikasi (apa ini checkYN ?)
Referensi

Litium oksida (Li2O) atau litia adalah senyawa kimia anorganik. Litium oksida terbentuk berdampingan dengan sejumlah kecil litium peroksida ketika logam litium terbakar di udara dan bergabung dengan oksigen:[2]

4 Li + O 2 ⟶ 2 Li 2 O {\displaystyle {\ce {4Li + O2 -> 2Li2O}}} {\displaystyle {4\,\mathrm {Li} {}+{}\mathrm {O} {\vphantom {A}}_{\smash[{t}]{2}}{}\mathrel {\longrightarrow } {}2\,\mathrm {Li} {\vphantom {A}}_{\smash[{t}]{2}}\mathrm {O} }}

Li2O murni dapat dibuat melalui dekomposisi termal litium peroksida, Li2O2, pada 450 °C[2]

2 Li 2 O 2 ⟶ 2 Li 2 O + O 2 {\displaystyle {\ce {2Li2O2 -> 2Li2O + O2}}} {\displaystyle {2\,\mathrm {Li} {\vphantom {A}}_{\smash[{t}]{2}}\mathrm {O} {\vphantom {A}}_{\smash[{t}]{2}}{}\mathrel {\longrightarrow } {}2\,\mathrm {Li} {\vphantom {A}}_{\smash[{t}]{2}}\mathrm {O} {}+{}\mathrm {O} {\vphantom {A}}_{\smash[{t}]{2}}}}

Struktur

Dalam keadaan padat litium oksida mengadopsi struktur antifluorit yang terkait dengan CaF2, struktur fluorit dengan kation Li menggantikan anion fluorida dan anion oksida menggantikan kation kalsium.[3] Keadaan dasar fasa gas molekul Li2O adalah linier dengan panjang ikatan yang konsisten dengan kekuatan ikatan ionik.[4][5] Teori VSEPR memprediksikan bentuk bengkoknya mirip dengan H2O.

Kegunaan

Litium oksida digunakan sebagai fluks dalam glasir keramik; dan menciptakan warna biru dengan tembaga dan merah muda dengan kobalt. Litium oksida bereaksi dengan air dan kukus, membentuk litium hidroksida dan harus dipisahkan darinya.

Penggunaannya juga tengah diteliti untuk evaluasi spektroskopi emisi non-destruktif dan untuk memantau degradasi dalam sistem salutan penghalang termal [en]. Ia dapat ditambahkan sebagai ko-dopan dengan yttria dalam penyalut permukaan keramik zirkonia, tanpa penurunan berarti umur salutan. Pada suhu tinggi, litium oksida memancarkan pola spektrum yang sangat mudah dideteksi, yang intensitasnya meningkat sejalan dengan degradasi salutan. Implementasinya memungkinkan pemantauan sistem semacam ini secara in situ, membuat prediksi umum menjadi lebih efisien untuk memperkirakan kegagalan atau perawatan yang diperlukan.

Logam litium dapat diperoleh dari litium oksida melalui elektrolisis, membebaskan oksigen sebagai produk sampingan.

Lihat juga

Referensi

  1. ↑ Pradyot Patnaik. Handbook of Inorganic Chemicals. McGraw-Hill, 2002, ISBN 0-07-049439-8
  2. 1 2 Greenwood, Norman N.; Earnshaw, Alan (1984). Chemistry of the Elements. Oxford: Pergamon Press. hlm. 97–99. ISBN 0-08-022057-6.{{cite book}}: Kutipan memiliki parameter tidak dikenal yang kosong: |1=
  3. ↑ Zintl, E.; Harder, A.; Dauth B. (1934). "Gitterstruktur der oxyde, sulfide, selenide und telluride des lithiums, natriums und kaliums". Zeitschrift für Elektrochemie und Angewandte Physikalische Chemie. 40: 588–93.
  4. ↑ Wells A.F. (1984) Structural Inorganic Chemistry 5th edition Oxford Science Publications ISBN0-19-855370-6
  5. ↑ A spectroscopic determination of the bond length of the LiOLi molecule: Strong ionic bonding, D. Bellert, W. H. Breckenridge, J. Chem. Phys. 114, 2871 (2001); DOI:10.1063/1.1349424

Pranala luar

Bilangan oksidasi campuran
Bilangan oksidasi +1
Bilangan oksidasi +2
Bilangan oksidasi +3
Bilangan oksidasi +4
Bilangan oksidasi +5
Bilangan oksidasi +6
Bilangan oksidasi +7
Bilangan oksidasi +8
Terkait
Senyawa oksida ini diurutkan berdasarkan bilangan oksidasi. Kategori:Oksida
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan