Minggu, 11 Oktober 2026
19:33 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka

Klorin monoksida

senyawa kimia

Bagikan:
Artikel ini berisi tentang senyawa ClO. Untuk oksianion dengan rumus ClO−, lihat hipoklorit. Untuk molekul Cl2O, lihat Diklorin monoksida.
Klorin monoksida
120px-Chlorosyl.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
120px-Chlorine-monoxide-3D-SF.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Nama
Nama IUPAC (preferensi)
Klorin monoksida
Nama IUPAC (sistematis)
Klorooksidanil
Nama lain
Klorin(II) oksida
Penanda
Model 3D (JSmol)
Singkatan ClO(.)
ChEBI
ChemSpider
ECHA InfoCard Lua error in mw.lua at line 656: invalid value (nil) at index 1 in table for 'concat'. Lua error in mw.lua at line 656: invalid value (nil) at index 1 in table for 'concat'.
Nomor EC
Nomor E Lua error in mw.lua at line 656: invalid value (nil) at index 1 in table for 'concat'.
MeSH Chlorosyl
Nomor RTECS {{{value}}}
UNII
  • InChI=1S/ClO/c1-2
    Key: NHYCGSASNAIGLD-UHFFFAOYSA-N
  • [O]Cl
Sifat
ClO
Massa molar 51,45 g·mol−1
Termokimia
Entalpi pembentukan standar (ΔfHo) 101.8 kJ/mol[1]
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku pada suhu dan tekanan standar (25 °C [77 °F], 100 kPa).
Referensi

Klorin monoksida adalah suatu spesi radikal dengan rumus kimia ClO. Senyawa ini adalah gas berwarna merah-kuning, sangat reaktif dan tidak stabil. Senyawa ini biasanya disimpan dalam bentuk hidratnya pada bentuk beku. Senyawa ini digunakan sebagai pemutih kayu,[2] biosida[3] dan pembersihan air kolam renang.[4]

Reaksi dan reaktivitas

Senyawa ini meluruh dalam air, membentuk gas klorin dan oksigen.[4]

Senyawa ini meledak apabila dipanaskan atau apabila bereaksi dengan bahan organik, termasuk: karbon, karbon disulfida, eter, hidrokarbon, disianogen, bahan yang mudah teroksidasi (amonia, kalium, arsen, antimon, belerang, kalsium fosfida, fosfina, fosforus, hidrogen sulfida, antimon sulfida, barium sulfida, raksa sulfida, dan timah sulfida). Senyawa ini larut dalam basa, membentuk campuran klorit dan klorat.[4] Konsentrasi gas dari senyawa ini harus dibatasi hingga kurang dari 10% untuk mengurangi bahaya ledakan.

Peran dalam penipisan ozon

Zat ini berperan penting dalam proses penipisan ozon.[5] Di stratosfer, atom klor bereaksi dengan molekul ozon untuk membentuk klorin monoksida dan oksigen.[6]

Cl· + O3 → ClO· + O2

Reaksi ini menyebabkan penipisan lapisan ozon.[1] Reaksi ini terus berlangsung dan radikal ClO· dapat bereaksi lebih lanjut:

ClO· + O· → Cl· + O2

menghasilkan radikal klor. Dalam reaksi tersebut, keseluruhan reaksi peluruhan ozon dikatalisis oleh klor, karena klor pada akhirnya tidak mengalami perubahan. Persamaan reaksi secara keseluruhan adalah:

O· + O3 → + 2O2

Penipisan ozon tersebut diakibatkan oleh penggunaan CFC yang meningkat. Karenanya, banyak negara menyetujui penggunaan CFC. Keadaan CFC yang nonreaktif membuatnya dapat melewati stratosfer, yang membuatnya mengalami fotodisosiasi untuk membentuk radikal Cl. Senyawa ini kemudian membentuk klorin monoksida, dan siklus ini terus berlanjut hingga dua radikal bereaksi untuk membentuk diklorin monoksida, yang mengakhiri reaksi radikal. Karena konsentrasi CFC di atmosfer sangat rendah, kemungkinan berakhirnya reaksi tersebut sangat rendah, berarti setiap radikal dapat meluruhkan ribuan molekul ozon.[7]

Walaupun penggunaan CFC telah dilarang di beberapa negara, CFC dapat berada di atmosfer hingga sekitar 50-500 tahun. Hal ini menyebabkan banyak radikal klor yang dihasilkan dan karenanya sejumlah molekul ozon mengalami peluruhan sebelum radikal klor mampu bereaksi dengan klorin monoksida untuk menghasilkan diklorin monoksida.

Referensi

  1. 1 2 Egon Wiberg; Nils Wiberg; Arnold Frederick Holleman (2001). Inorganic chemistry (dalam bahasa Inggris). Academic Press. hlm. 462. ISBN 0-12-352651-5.
  2. ↑ Kolar, J.J., Lindgren, B.O. & Pettersson, B. (1983). "Chemical reactions in chlorine dioxide stages of pulp bleaching". Wood Sci.Technol. (dalam bahasa Inggris). 17 (2): 117–128. doi:10.1007/BF00369129.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  3. ↑ Mayack, Lynn A.; Soracco, Reginald J.; Wilde, Edward W.; Pope, Daniel H. (1984). "Comparative effectiveness of chlorine and chlorine dioxide biocide regimes for biofouling control". Water Research (dalam bahasa Inggris). 18 (5): 593–599. doi:10.1016/0043-1354(84)90209-4. ISSN 0043-1354.
  4. 1 2 3 "CHLORINE MONOXIDE". CAMEO Chemicals (dalam bahasa Inggris). National Oceanic and Atmospheric Administration. Diakses tanggal 12 Mei 2015.
  5. ↑ Anderson, J. G., Brune, W. H., dan Profitt, M. H. (1989). "Kinetics of O3 destruction by ClO and BrO within the Antarctic vortex: An analysis based on in situ ER-2 data". J. Geophys. Res. (dalam bahasa Inggris). 94 (D9): 11480–11520. doi:10.1029/JD094iD09p11480.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  6. ↑ Brune, W. H., Anderson, J. G. (1986). "In situ observations of midlatitude stratospheric ClO and BrO". Geophys. Res. Lett. (dalam bahasa Inggris). 13 (13): 1391–1394. doi:10.1029/GL013i013p01391.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  7. ↑ Mumma, M. J., Rogers, J. D., Kostiuk, T., Deming, D., Hillman, J. J., Zipoy, D. (1983). "Is there any chlorine monoxide in the stratosphere?". Science (dalam bahasa Inggris). 221 (4607): 268–271. doi:10.1126/science.221.4607.268.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan