Kamis, 29 Oktober 2026
23:45 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Krisis Kongo

Krisis Kongo

artikel daftar Wikimedia

Bagikan:
Krisis Kongo
Bagian dari Dekolonisasi Afrika dan Perang Dingin
Para prajurit Belgia, mengenakan beret dan jaket
Pasukan Belgia sedang bertugas di Kongo pasa Operasi Dragon Rouge, 1964
Tanggal30 Juni 1960 – 25 November 1965
(5 tahun, 4 bulan, 3 minggu dan 5 hari)
Lokasi
Hasil Kongo didirikan sebagai negara persatuan dan merdeka yang diperintah oleh Joseph-Désiré Mobutu
Pihak yang terlibat

1960–63:
Republik Demokratik Kongo Republik Kongo

Didukung oleh:
 Uni Soviet (1960)
Perserikatan Bangsa-Bangsa OPBBK[a]

1960–63:
 Katanga
 Kasai Selatan

Didukung oleh:
 Belgia [b]

1960–62:
Republik Demokratik Kongo Pemerintah Stanleyville

Didukung oleh:
 Uni Soviet

1964–65:
Republik Demokratik Kongo Republik Demokratik Kongo

Didukung oleh:
 Amerika Serikat
 Belgia

1964–65:
Pemberontakan Simba dan Kwilu

Didukung oleh:
Pemimpin atau tokoh terkemuka
Korban jiwa dan kerugian
Jumlah korban tewas: ca 100,000 (perkiraan)[4]
Templat:Kemerdekaan KongoTemplat:Kotak Kampanye Konflik di Kongo

Krisis Kongo (bahasa Prancis:Crise congolaise) adalah masa kebangkitan politik dan konflik di Republik Kongo (sekarang Republik Demokratik Kongo)[c] antara 1960 dan 1965. Krisis tersebut dimulai setelah Kongo merdeka dari Belgia, dan berakhir, secara tak resmi, dengan seluruh negara tersebut berada di bawah kekuasaan Joseph-Désiré Mobutu. Diwarnai dengan serangkaian perang saudara, Krisis Kongo juga merupakan konflik proksi dalam Perang Dingin di mana Uni Soviet dan Amerika Serikat mendukung faksi-faksi yang berseberangan. Sekitar 100,000 orang diyakini tewas pada krisis tersebut.

Catatan dan referensi

Catatan kaki

  1. ↑ OPBBK, Operasi Perserikatan Bangsa-Bangsa di Kongo, meliputi para pasukan dari Ghana, Tunisia, Maroko, Ethiopia, Irlandia, Guinea, Swedia, Mali, Sudan, Liberia, Kanada, India, Indonesia, Republik Arab Bersatu dan lain-lain.[1]
  2. ↑ Sekesi Katanga dan Kasai Selatan juga didukung oleh Afrika Selatan, Prancis dan negara tetangganya Federasi Afrika Tengah.[2] Namun, negara tersebut tak pernah secara resmi diakui oleh negara lain.[3]
  3. ↑ Tidak sama dengan negara tetangganya yang dikenal sebagai Republik Kongo, dulunya Kongo Prancis, dengan ibukotanya di Brazzaville. Nama negara tersebut diubah menjadi Republik Demokratik Kongo pada Agustus 1964.[5]

Referensi

  1. ↑ Haskin 2005, hlm. 24–5.
  2. ↑ Nzongola-Ntalaja 2007, hlm. 101.
  3. ↑ Nugent 2004, hlm. 97.
  4. ↑ Mwakikagile 2014, hlm. 72.
  5. ↑ EISA 2002a.

Daftar pustaka

Bacaan tambahan

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Congo Crisis.
1940-an
1950-an
1960-an
1970-an
1980-an
1990-an
Konflik beku
Kebijakan luar negeri
Ideologi
Kapitalisme
Komunisme
Lainnya
Organisasi
Propaganda
Perlombaan
Sejarawan
Lihat pula
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan