Selasa, 20 Oktober 2026
04:06 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Kenneth G. Wilson

Kenneth G. Wilson

Bagikan:
Kenneth Geddes Wilson
Kenneth_G._Wilson.121.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Lahir(1936-06-08)8 Juni 1936
Meninggal15 Juni 2013(2013-06-15) (umur 77)
Saco, Maine
AlmamaterCaltech
Dikenal karenafase transisi
Karier ilmiah
BidangFisika teori
Tempat kerjaUniversitas Cornell
Murray Gell-Mann
Mahasiswa doktoral
Roman Jackiw
Steve Shenker
Michael Peskin

Kenneth Geddes Wilson (8 Juni 1936 – 15 Juni 2013) adalah seorang fisikawan teoretis Amerika Serikat.

Sebagai mahasiswa prasarjana di Harvard, ia adalah Putnam Fellow. Ia menerima gelar PhD dari Caltech tahun 1961, belajar dengan Murray Gell-Mann.

Ia bergabung dengan Universitas Cornell pada tahun 1963 di Jurusan Fisika sebagai anggota staf pengajar muda, menjadi prosefor tahun 1970. Pada tahun 1974, ia menjadi Profesor Fisika James A. Weeks di Cornell. Ia merupakan salah satu pemenang Penghargaan Wolf dalam Fisika pada tahun 1980, bersama dengan Michael E. Fisher dan Leo Kadanoff. Ia dianugerahi Penghargaan Nobel dalam Fisika tahun 1982 untuk pengembangan teori transisi fase orde ke-2 yang menimbulkan efek pada molekul di sekelilingnya.

Pada tahun 1985, ia diangkat sebagai Direktur Cornell di Pusat Teori dan Simulasi dalam Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (dikenal sebagai Cornell Theory Center, satu dari 5 pusat superkomputer yang dibentuk oleh National Science Foundation. Sejak tahun 1988, Dr. Wilson telah menjadi anggota staf pengajar di Universitas Negeri Ohio.

Mahasiswa PhD terpentingnya termasuk Roman Jackiw, Steve Shenker, dan Michael Peskin.

Ayah Wilson adalah dokter terkenal E. Bright Wilson, dan saudaranya David juga profesor di Cornell di Jurusan Biologi Molekuler dan Genetika.

Dia meninggal pada usia 77 di Saco, Maine pada 15 Juni 2013.[1]

Penghargaan

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ "Nobel-winning physicist Kenneth Wilson dies in Maine". Morning Sentinel. 18 Juni 2013. Diakses tanggal 21 Juni 2013.

Pranala luar

1901–1925
1926–1950
1951–1975
1976–2000
2001–
sekarang
1970-an
1980-an
1990-an
2000-an
2010-an
2020-an
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan