Jumat, 23 Oktober 2026
21:32 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Ferdinand Braun

Ferdinand Braun

fisikawan asal Elektorat Hesse

Bagikan:
Karl Ferdinand Braun
250px-Ferdinand_Braun.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Braun di tahun 1909
Lahir(1850-06-06)6 Juni 1850
Meninggal20 April 1918(1918-04-20) (umur 67)
Brooklyn, New York City, Amerika Serikat
AlmamaterUniversitas Philipp Marburg
Universitas Berlin
Dikenal karenaSusunan berfase
Tabung sinar katode
Prinsip Le Chatelier
Karier ilmiah
BidangFisika
Tempat kerjaUniversitas Karlsruhe
Universitas Marburg
Universitas Strassburg
Universitas Tübingen
Universitas Würzburg
Mahasiswa doktoral
Albert Schweitzer

Karl Ferdinand Braun (6 Juni 1850 – 20 April 1918) adalah seorang fisikawan Jerman dan penerima Penghargaan Nobel dalam Fisika. Ia merupakan salah satu penemu tabung sinar katode (CRT) dan perintis perkembangan teknologi telegrafi nirkabel serta televisi.

Biografi

Kehidupan awal dan pendidikan

Karl Ferdinand Braun dilahirkan pada 6 Juni 1850 di Fulda, Jerman. Ayahnya adalah seorang pegawai pengadilan. Braun belajar di Universitas Marburg dan meraih gelar doktor di Universitas Berlin pada tahun 1872.

Antara tahun 1872 hingga 1885, ia menjadi guru fisika di sekolah menengah di Leipzig, sebelum menjadi dosen dan profesor di Marburg, Strasbourg, dan Karlsruhe. Pada tahun 1895, ia diangkat menjadi direktur Lembaga Fisika dan profesor fisika di Universitas Strasbourg.

Penemuan dan kontribusi ilmiah

Pada tahun 1897, Braun menciptakan osiloskop tabung sinar katode pertama. Tabung gambar ini mampu menampilkan sinyal listrik dalam bentuk visual (seperti gelombang sinus). Teknologi ini kemudian menjadi dasar pengembangan monitor komputer, layar televisi, hingga peralatan medis dan radar. Di negara penutur bahasa Jerman, tabung ini dikenal sebagai Braunsche Röhre (dan di Jepang dikenal sebagai Buraun-kan).

Selain tabung sinar katode, Braun juga menemukan efek penyearah pada semikonduktor yang menjadi fondasi bagi elektronika modern, serta merintis pengembangan pirometer listrik untuk mengukur suhu tinggi. Bersama Siemens, ia juga mendirikan perusahaan Telefunken di Berlin.

Pada kurun 1905–1909, Braun bersama Guglielmo Marconi membantu mengembangkan sistem telegraf nirkabel. Braun memecahkan masalah keterbatasan jangkauan sinyal dengan menambahkan sirkuit osilasi tertutup yang memperkuat daya pemancar. Atas jasanya dalam pengembangan telegrafi nirkabel, Braun dan Marconi dianugerahi Penghargaan Nobel dalam Fisika pada tahun 1909.

Tahun-tahun terakhir

Pada tahun 1911, Braun membangun stasiun nirkabel di Sayville, Long Island. Pada tahun 1914, ia bekerja sama dengan Count Zeppelin untuk mengembangkan navigasi radio penerbangan.

Pada bulan Desember 1914, Braun pergi ke Amerika Serikat untuk menjadi saksi ahli dalam sengketa hak paten stasiun nirkabel di Sayville dengan Marconi Corporation. Namun, ketika Perang Dunia I meletus dan Amerika Serikat terlibat dalam perang, Braun tidak dapat kembali ke Jerman. Ia terpaksa menetap di Brooklyn, New York, hingga meninggal dunia pada 20 April 1918. Sebelum wafat, ia sempat menulis buku berjudul Der Junge Mathematiker und Naturforscher.

Bibliografi

  • (Inggris) Friedrich Kurylo e Charles Susskind. Ferdinand Braun, a Life of the Nobel Prizewinner and Inventor of the Cathode-Ray Oscilloscope. Cambridge, MIT Press, 1981. ISBN 0-262-11077-6
  • Artikel "Mengenal Mereka Yang Berjasa Pada Ilmu Pengetahuan", Suara Karya edisi 1989.

Lihat pula

1901–1925
1926–1950
1951–1975
1976–2000
2001–
sekarang
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan