Selasa, 03 November 2026
22:04 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Heinrich Rohrer

Heinrich Rohrer

fisikawan asal Swiss

Bagikan:
Heinrich Rohrer
Rohrer.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Heinrich Rohrer
Lahir6 Juni 1933 (umur 93)
Dikenal karenascanning tunneling microscope
Karier ilmiah
BidangFisika

Heinrich Rohrer (lahir 6 Juni 1933) adalah seorang fisikawan Swiss. Bersama dengan Gerd Binnig atas penemuan scanning tunneling microscope ia menerima Penghargaan Nobel dalam Fisika 1986. Mereka membagi hadiah itu bersama Ernst Ruska.

Ia lahir seperempat jam setelah saudari kembarnya. Selesai menamatkan sekolah Rohrer masuk Fakultas Fisika ETH di Zürich pada tahun 1951. Di kampus ia belajar dengan Wolfgang Pauli dan Paul Scherrer. Pada tahun 1955 Rohrer mengajukan disertasi di bawah bimbingan Jörgen Lykke Olsen atas pengukuran perubahan panjang superkonduktor pada transisi superkonduksi yang diinduksi oleh medan magnet. Pada tahun 1963 Rohrer bergabung dengan Laboratorium Riset IBM Zürich di Rüschlikon, yang bersama dengan Gerd Binnig, mempelajari efek Kondo dan GdAlO3, pada tahun 1982 scanning tunneling microscope ditemukan.

Rujukan

  • K. W. Blazey dan H. Rohrer: Antiferromagnetism and the Magnetic Phase Diagram of GdAlO3. Phys. Rev. Diarsipkan 2012-08-11 di Wayback Machine 173/2, S. 574–580 (1968)
  • Gerd Binnig dan Heinrich Rohrer: Gerät zur rasterartigen Oberflächenuntersuchung unter Ausnutzung des Vakuum-Tunneleffekts bei kryogenischen Temperaturen, Europäische Patentanmeldung 0 027 517, Priorität: 20.9.1979 CH 8486 79
  • Gerd Binnig, Heinrich Rohrer, C. Gerber, dan E. Weibel: Tunneling through a Controllable Vacuum Gap, Appl. Phys. Lett. 40, 178 (1982)
  • G. Binnig, H. Rohrer, C. Gerber, E. Weibel: Surface studies by scanning tunneling microscopy. Phys. Rev. Lett. Diarsipkan 2010-03-11 di Wayback Machine 49/1, S. 57 – 61 (1982)
1901–1925
1926–1950
1951–1975
1976–2000
2001–
sekarang
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan