Sabtu, 10 Oktober 2026
20:50 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober
Gerakan Swadharma

Gerakan Swadharma

Bagikan:
Periyar_during_Self_respect_movement.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Periyar, ketua Gerakan di Tamil Nadu
Bagian dari seri
Diskriminasi
120px-Emojione_1F6AB.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Manifestasi

Gerakan Swadharma adalah gerakan hak asasi manusia populer yang berasal dari India Selatan, khususnya Tamil Nadu. Gerakan ini bertujuan untuk mencapai kesetaraan sosial]] bagi mereka yang tertindas oleh sistem kasta, dan menganjurkan agar kasta yang lebih rendah mengembangkan rasa hormat terhadap diri sendiri (self-respect). [1][2] Gerakan ini didirikan pada tahun 1925 oleh S. Ramanathan.[3] Beliau kemudian menjemput E. V. Ramasamy (juga dikenali sebagai Periyar oleh pengikutnya) untuk memimpin gerakan tersebut di Tamil Nadu, India, menentang sistem Brahminisme.Gerakan ini sangat berpengaruh tidak hanya di Tamil Nadu, tetapi juga di luar negeri di negara-negara dengan populasi Tamil yang besar, seperti Sri Lanka, Burma, Malaysia dan Singapura. Di antara orang India Singapura, kelompok-kelompok seperti Asosiasi Reformasi Masyarakat Tamil (Tamil Reform Association), dan para pemimpin seperti Thamizhavel G. Sarangapani berperan penting dalam mempromosikan prinsip-prinsip Gerakan Respect Diri di antara penduduk Tamil setempat melalui sekolah dan publikasi.

Beberapa partai politik di Tamil Nadu, seperti Federasi Progresif Dravida (Dravida Munnetra Kazhagam-DMK) dan Federasi Progresif Anna Dravida Seluruh India (All India Anna Dravida Munnetra Kazhagam-AIADMK) berakar dari Gerakan Respect Diri.[4] AIADMK sendiri merupakan pecahan dari DMK pada tahun 1972. Kedua partai ini berideologi populis dengan orientasi sosial demokrat secara umum.[5]

Prinspip Swadharma

Ramasamy percaya bahwa jika manusia mengembangkan rasa hormat terhadap diri sendiri (self-respect), ,[6]dia secara otomatis akan mengembangkan individualitas dan menolak untuk dimanipulasi oleh para pembohong. Salah satu kutipannya yang paling terkenal tentang Self-Respect adalah, "Kita layak untuk memikirkan 'self-respect' hanya ketika gagasan tentang kasta 'superior' dan 'inferior' dihapuskan dari tanah kita."[7]


Referensi

  1. ↑ N.D. Arora/S.S. Awasthy (2007). Political Theory and Political Thought. Har-Anand Publications. ISBN 978-81-241-1164-2. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 18 September 2023. Diakses tanggal 17 Maret 2021.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Thomas Pantham; Vrajendra Raj Mehta; Vrajendra Raj Mehta (2006). Political Ideas in Modern India: thematic explorations. Sage Publications. ISBN 978-0-7619-3420-2. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 18 September 2023. Diakses tanggal 17 Maret 2021.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "Self-respect and socialism". Frontline. 6 Desember 2017. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 27 September 2020. Diakses tanggal 17 Januari 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Shankar Raghuraman; Paranjoy Guha Thakurta (2004). A Time of Coalitions: Divided We Stand. Sage Publications. hlm. 230. ISBN 978-0-7619-3237-6. Self-respect movement DMK AIADMK.
  5. ↑ Christopher John Fuller (2003). The Renewal of the Priesthood: Modernity and Traditionalism in a South Indian Temple. Princeton University Press. hlm. 118. ISBN 978-0-691-11657-0. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 6 September 2023. Diakses tanggal 19 Maret 2016.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ "Self respect movement (Dravida Iyakkam) plays by Bharathidasan, C.N. Annadurai, M. Karunanidhi and others". Tamil Virtual University; tamilvu.org. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 26 Oktober 2022. Diakses tanggal 4 Desember 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ Gopalakrishnan, Periyar: Father of the Tamil race, p. 64.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan