Senin, 21 September 2026
03:06 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Da madu

Da madu

salah satu huruf aksara Bali

Da madu
250px-Da_madu.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Aksara Bali
Huruf LatinDa
IASTDha (dantya)
Ḍa (murdhanya)
Ḍha (murdhanya)
Fonem[d̪], [d̪ʰ](dantya)
[ɖ](murdhanya)
[ɖʰ](murdhanya)
UnicodeU+1B25 (dantya)
U+1B1F (murdhanya)
U+1B20 (murdhanya)
Warga aksaramurdhanya; dantya
Gantungan
60px-Gantungan_Da_madu_murdhanya.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Da madu adalah salah satu aksara wianjana (huruf konsonan) dalam sistem penulisan aksara Bali. Ada dua jenis Da madu dalam aksara Bali, yaitu Da madu Murdhanya (dengan garis akhir tumpul) dan Da madu Dantya (dengan garis akhir meruncing). Warga aksara huruf "ḍa" dan "ḍha" sama, berbeda dengan huruf "dha". "Ḍa" dan "ḍha" termasuk dalam warga aksara Murdhanya (konsonan retrofleks), sedangkan "dha" termasuk dalam warga aksara Dantya (konsonan dental).

Jika Da madu Murdhanya dialihaksarakan menjadi huruf Latin, maka ditulis "ḍa",[1] atau "ḍha".[2]. Sedangkan jika Da madu Dantya dialihaksarakan menjadi huruf Latin, maka ditulis "dha",[2].

Tidak ada spesifikasi dalam penulisan "ḍa" dan "ḍha" dengan menggunakan aksara Bali, sehingga baik "ḍa" maupun "ḍha" sama-sama menggunakan Da madu.[1] Untuk penulisan "ḍha", biasanya Da madu diberi tedung.

Bentuk

Da madu memiliki kemiripan dengan aksara Ya. Perbedaannya terletak pada lekukan hurufnya. Selain itu, Da madu memiliki kemiripan dengan Dha, Ḍa, dan Ḍha dalam Pallawa. Hal ini karena aksara Bali tidak hanya berkerabat dengan aksara Jawa, tetapi juga berakar ke huruf Pallawa. Mereka keturunan aksara Brahmi.

Aksara Brahmi Aksara Pallawa Aksara Jawa Aksara Bali
Murdhanya (konsonan retrofleks) — ḍa dan ḍha
ḍa ḍha ḍa ḍha ḍa/dha ḍa ḍaa/ḍha
60px-Brahmi_dd.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
60px-Brahmi_ddh.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
120px-Pallava_Dda.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
120px-Pallava_Ddha.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
120px-Javanese_script_-_Dha.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
120px-Bali_Da_madu_murdhanya.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
120px-Bali_Da_madu_murdhanya-tedung.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Dantya (konsonan dental) — dha
60px-Brahmi_dh.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
120px-Pallava_Dha.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
120px-Javanese_script_-_Dha.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
120px-Bali_Da_madu.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Perbandingan bentuk Da madu dan Ya
Da madu Ya
120px-Bali_Da_madu_murdhanya.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
120px-Bali_Da_madu.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
120px-Bali_Ya.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Fonem

Bila Da madu dialihaksarakan sebagai "dha", maka ia diucapkan /d̪ʰa/, yaitu bunyi /d/ yang disusul oleh hembusan bunyi /h/, misalnya pada kata: dharma (bahasa Sanskerta), dhana (bahasa Sanskerta), padha (bahasa Jawa & Bali).

Bila Da madu dialihaksarakan sebagai "ḍa", maka ia diucapkan /ɖ/, seperti bunyi /d/ di mana lidah menyentuh langit-langit mulut. Misalnya pada kata: ḍamaru (bahasa Sanskerta), keḍawung (bahasa Jawa). Da madu juga bisa dialihaksarakan menjadi "ḍha", bunyinya seperti /ɖ/ yang disusul oleh hembusan /h/, misalnya pada kata: ḍhakkā dan ḍhola (bahasa Sanskerta).

Penggunaan

Dalam sistem penulisan dengan aksara Bali, Da madu digunakan pada kata-kata yang mengandung bunyi /d̪ʰ/, /ɖ/, ataupun /ɖʰ/. Biasanya kata-kata tersebut terdapat dalam kosakata bahasa Bali serapan. Da madu juga digunakan saat mengalihaksarakan tulisan Dewanagari ke dalam tulisan Bali, khususnya apabila menemukan kata yang mengandung bunyi /d̪ʰ/, /ɖ/, ataupun /ɖʰ/.

Catatan kaki

  1. 1 2 Tinggen, hal. 23.
  2. 1 2 Surada, hal. 5.

Referensi

  • Tinggen, I Nengah. 1993. Pedoman Perubahan Ejaan Bahasa Bali dengan Huruf Latin dan Huruf Bali. Singaraja: UD. Rikha.
  • Surada, I Made. 2007. Kamus Sanskerta-Indonesia. Surabaya: Penerbit Paramitha.


Aksara suara
(Vokal)
Warga Kanthya
(Konsonan
langit-langit belakang
)
Warga Talawya
(Konsonan langit-langit)
Warga Murdhanya
(Konsonan tarik-belakang)
Warga Dantya
(Konsonan gigi)
Warga Osthya
(Konsonan bibir)
Aksara ardhasuara
(Semivokal)
Ya
Ya
Ra
Ra
La
La
Wa
Wa
 
Pangangge (tanda diakritik)
Pangangge suara
(tanda vokalisasi)
Pangangge tengenan
Pangangge aksara
(tanda semivokalisasi)
Ceciren ring babawosan (tanda baca)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan