Sabtu, 26 September 2026
08:20 WIB
TERKINI
Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Account KG Media ID: Satu Akun untuk Kemudahan Akses Seluruh Layanan Digital Ekonomi Dan Bisnis Harga Buyback Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu per Gram pada 25 September 2026 Lampung DPRD Lampung Tengah Soroti Perubahan Substansi Perda SOTK Tanpa Pemberitahuan Teknologi Meta Rilis Muse Charm: Gadget Saku Cerdas dengan Asisten AI Revolusioner Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Account KG Media ID: Satu Akun untuk Kemudahan Akses Seluruh Layanan Digital Ekonomi Dan Bisnis Harga Buyback Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu per Gram pada 25 September 2026 Lampung DPRD Lampung Tengah Soroti Perubahan Substansi Perda SOTK Tanpa Pemberitahuan Teknologi Meta Rilis Muse Charm: Gadget Saku Cerdas dengan Asisten AI Revolusioner Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia
Alfabet Latin

Alfabet Latin

aksara yang digunakan untuk menuliskan sebagian besar bahasa asal Eropa Barat, Utara, dan Tengah

Untuk topik khusus alfabet Latin berfungsi menulis bahasa Latin, lihat Alfabet bahasa Latin.
Alfabet Latin
250px-Abecedarium.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jenis aksara
Alfabet
Bahasaawalnya bahasa Latin, lalu umum digunakan bahasa-bahasa Eropa, Afrika, Austronesia, dan Austroasia
Periode
sekitar sejak 700 SM hingga sekarang
Arah penulisanKiri ke kanan
Aksara terkait
Silsilah
Aksara turunan
Banyak: lihat Alfabet yang berasal dari aksara Latin
Aksara kerabat
Alfabet Kiril
Alfabet Koptik
Alfabet Armenia
Alfabet Rune/Futhark
ISO 15924
ISO 15924Latn, 215 Sunting ini di Wikidata,​Latin
Pengkodean Unicode
Nama Unicode
Latin
Lihat huruf Latin dalam Unicode
 Artikel ini mengandung transkripsi fonetik dalam Alfabet Fonetik Internasional (AFI).Untuk bantuan dalam membaca simbol AFI, lihat Bantuan:Pengucapan.Untuk penjelasan perbedaan [ ], / / dan ⟨ ⟩, Lihat IPA § Tanda kurung dan delimitasi transkripsi.

Alfabet Latin, abjad Latin, aksara Latin, huruf Latin, atau aksara Romawi adalah alfabet yang pertama kalinya dipakai oleh orang Romawi untuk menuliskan bahasa Latin, kira-kira sejak abad ke-7 Sebelum Masehi. Mereka belajar menulis dari orang-orang Etruria, sedangkan orang Etruria belajar dari orang Yunani. Alfabet Etruska merupakan adapatasi dari alfabet Yunani. Menurut hipotesis, semua aksara alfabetis tersebut berasal dari abjad Fenisia, dan abjad Fenisia berasal dari hieroglif Mesir.

Pada saat ini alfabet Latin adalah aksara yang paling banyak digunakan di dunia untuk menuliskan berbagai bahasa. Beberapa negara mengadopsi dan memodifikasi alfabet Latin sesuai dengan fonologi bahasa mereka, karena tidak semua fonem dapat dilambangkan dengan huruf Latin. Beberapa usaha modifikasi tersebut antara lain dengan menambahkan huruf baru (contoh: J, W), penambahan diakritik (contoh: Ñ, Ü), penggabungan huruf/ligatur (modifikasi bentuk, contoh: ß, Æ, Œ). Beberapa negara mengatur penggunaan dwihuruf dalam bahasa resmi mereka, yang melambangkan suatu fonem yang tidak dapat dilambangkan oleh alfabet Latin, misalnya "Th" (untuk bunyi /θ/ dan /ð/), "Ng" atau "Nk" (untuk bunyi /ŋ/), "Sch" atau "Sh" (untuk bunyi /ʃ/), "Ph" (untuk bunyi /ɸ/ dan /f/).

Sejarah

Asal mula

Dipercaya bahwa bangsa Romawi Kuno mengadopsi sebuah varian dari alfabet Yunani di Cumae, sebuah koloni bangsa Yunani di Italia Selatan, pada abad ke-7 SM. (Gaius Julius Hyginus dalam Fab. 277 menyebutkan legenda bahwa Carmenta, seorang sibila Kimmeri, menyerap lima belas huruf Yunani menjadi alfabet Latin, yang diperkenalkan lewat Latium oleh putranya, Evander, sekitar 60 tahun sebelum perang Troya, tetapi tidak ada jejak sejarah mengenai kisah ini.) Alfabet Yunani Kuno sendiri pada mulanya berasal dari abjad Fenisia. Dari alfabet Yunani di Cumae, terciptalah alfabet Etruska dan selanjutnya bangsa Romawi mengadopsi 21 huruf dari 26 huruf dalam alfabet Etruska, sebagai berikut:

Alfabet Latin Kuno
𐌀𐌁𐌂𐌃𐌄𐌅𐌆𐌇𐌈𐌉𐌊𐌋𐌌𐌍𐌎𐌏𐌐𐌑𐌒𐌓𐌔𐌕𐌖𐌗𐌘𐌙𐌜𐌚
ABCDEFZHIKLMNOPQRSTVX

Huruf ⟨C⟩ adalah varian bentuk gama di Yunani Barat, tetapi sama-sama dipakai untuk melambangkan bunyi /ɡ/ dan /k/, kemungkinan karena pengaruh bahasa Etruska, yang kurang memiliki konsonan plosif. Kemudian, sekitar abad ke-3 SM, huruf ⟨Z⟩ — yang tidak diperlukan untuk menuliskan bahasa Latin yang lazim — digantikan oleh huruf ⟨G⟩ yang baru, berasal dari bentuk ⟨C⟩ yang telah dimodifikasi dengan menambahkan garis vertikal kecil. Sejak saat itu, ⟨G⟩ melambangkan bunyi /ɡ/ (konsonan plosif bersuara), sementara ⟨C⟩ melambangkan /k/ (konsonan plosif nirsuara). Huruf ⟨K⟩ amat jarang digunakan, misalnya dalam beberapa kata seperti Kalendae, sering kali ejaannya tergantikan oleh ⟨C⟩.

Setelah penaklukkan Yunani oleh Romawi pada abad pertama SM, alfabet Latin memungut (atau mengadopsi kembali) huruf Yunani ⟨Y⟩ dan ⟨Z⟩ untuk menuliskan kata serapan dari bahasa Yunani, sehingga ditempatkan di akhir susunan alfabet. Sebuah usaha oleh Kaisar Claudius yang memperkenalkan tiga huruf tambahan tidak berhasil. Maka dari itu pada masa klasiknya, alfabet Latin hanya mengandung 23 huruf:

Alfabet Latin Klasik
Huruf A B C D E F G H
Nama Latin ābēcēdēēefgēhā
Pelafalan Latin (AFI) /aː//beː//keː//deː//eː//ɛf//ɡeː//haː/
 
Huruf IKLMNOPQ
Nama Latin īkāelemenōpēqū
Pelafalan Latin (AFI) /iː//kaː//ɛl//ɛm//ɛn//oː//peː//kʷuː/
 
Huruf RSTVXYZ 
Nama Latin erestēūexī Graecazēta
Pelafalan Latin (AFI) /ɛr//ɛs//teː//uː//ɛks//iː ˈɡrajka//ˈzeːta/
250px-Duenos_inscription.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Prasasti Duenos, bertanggal abad ke-6 SM, menampilkan bentuk terawal dari alfabet Latin Kuno.

Beberapa nama huruf tersebut dalam bahasa Latin masih diragukan. Bagaimanapun, umumnya bangsa Romawi tidak menggunakan nama-nama tradisional seperti dalam alfabet Yunani (yang pada dasarnya diturunkan dari rumpun abjad Semit: Fenisia, Ibrani, Suryani, Arab). Untuk huruf-huruf yang melambangkan konsonan plosif (B, C, G, dsb.), bangsa Romawi menambahkan bunyi vokal /eː/ dalam penamaannya (kecuali ⟨K⟩ dan ⟨Q⟩, yang memerlukan vokal berbeda agar dapat dibedakan dengan ⟨C⟩) dan nama-nama untuk huruf yang melambangkan konsonan malaran dapat memakai bunyi lugas atau konsonan yang diawali dengan bunyi /e/. Huruf ⟨Y⟩ saat diperkenalkan mungkin disebut "hy" /hyː/ seperti dalam bahasa Yunani, sementara nama upsilon masih belum digunakan, tetapi kemudian diubah menjadi "i Graeca" (huruf I Yunani) karena penutur bahasa Latin kesulitan membedakan bunyi vokal /y/ dengan /i/. ⟨Z⟩ diberi nama sesuai namanya dalam bahasa Yunani, zeta.

Huruf kursif Romawi Kuno, juga disebut huruf kursif kapital, adalah bentuk tulisan tangan sehari-hari, yang digunakan untuk keperluan bisnis bagi para pedagang, untuk pembelajaran alfabet Latin bagi para anak-anak, dan untuk menuliskan titah oleh Kaisar Romawi. Gaya penulisan yang lebih resmi berdasarkan pada Capitalis Monumentalis, sementara huruf kursif digunakan untuk penulisan yang lebih cepat dan informal. Huruf ini lazim digunakan sejak sekitar abad pertama SM hingga ke-3 M, tetapi mungkin kemunculannya lebih awal daripada masa tersebut. Huruf ini merupakan dasar bagi huruf Unsial, suatu jenis huruf kapital yang digunakan pada abad ke-3 hingga ke-8 M oleh para juru tulis Latin dan Yunani.

Huruf kursif Romawi Baru, juga dikenali sebagai huruf kursif kecil, digunakan sejak abad ke-3 hingga ke-7 M, dan menggunakan bentuk huruf yang lebih mudah dikenali pada masa kini; ⟨a⟩, ⟨b⟩, ⟨d⟩, dan ⟨e⟩ mengambil bentuk yang lebih familier, dan huruf lainnya proporsional antara satu sama lain. Huruf ini berkembang hingga Abad Pertengahan sebagai aksara Merovingian dan Carolingian.

Daftar pustaka

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Latin script.
Huruf yang diberi diakritik

Áá Àà Ăă Ắắ Ằằ Ẵẵ Ẳẳ Ââ Ấấ Ầầ Ẫẫ Ẩẩ Ǎǎ Åå Ǻǻ Ää Ǟǟ Ãã Ȧȧ Ǡǡ Ąą Āā Ảả Ȁȁ Ȃȃ Ạạ Ặặ Ậậ Ḁḁ Ⱥⱥ ᶏ Ḃḃ Ḅḅ Ḇḇ Ƀƀ ᵬ ᶀ Ɓɓ Ƃƃ Ćć Ĉĉ Čč Ċċ Çç Ḉḉ Ꞓꞓ Ȼȼ Ƈƈ ɕ Ďď Ḋḋ Ḑḑ Ḍḍ Ḓḓ Ḏḏ Đđ ᵭ ᶁ Ɖɖ Ɗɗ ᶑ Ƌƌ ȡ Éé Èè Ĕĕ Êê Ếế Ềề Ễễ Ểể Ěě Ëë Ẽẽ Ėė Ȩȩ Ḝḝ Ęę Ēē Ḗḗ Ḕḕ Ẻẻ Ȅȅ Ȇȇ Ẹẹ Ệệ Ḙḙ Ḛḛ Ɇɇ ᶒ Ḟḟ ᵮ ᶂ Ƒƒ Ǵǵ Ğğ Ĝĝ Ǧǧ Ġġ Ģģ Ḡḡ Ǥǥ ᶃ Ɠɠ Ĥĥ Ȟȟ Ḧḧ Ḣḣ Ḩḩ Ḥḥ Ḫḫ H̱ẖ Ħħ Ⱨⱨ Íí Ìì Ĭĭ Îî Ǐǐ Ïï Ḯḯ Ĩĩ İi Įį Īī Ỉỉ Ȉȉ Ȋȋ Ịị Ḭḭ Iı Ɨɨ ᵻ ᶖ Ĵĵ ǰ ȷ Ɉɉ ʝ ɟ ʄ Ḱḱ Ǩǩ Ķķ Ḳḳ Ḵḵ ᶄ Ƙƙ Ⱪⱪ Ĺĺ Ľľ Ļļ Ḷḷ Ḹḹ Ḽḽ Ḻḻ Łł Ŀŀ Ƚƚ Ⱡⱡ Ɫɫ ɬ ᶅ ɭ ȴ Ḿḿ Ṁṁ Ṃṃ ᵯ ᶆ ɱ Ńń Ǹǹ Ňň Ññ Ṅṅ Ņņ Ṇṇ Ṋṋ Ṉṉ ᵰ Ɲɲ Ƞƞ ᶇ ɳ ȵ N̈n̈ Óó Òò Ŏŏ Ôô Ốố Ồồ Ỗỗ Ổổ Ǒǒ Öö Ȫȫ Őő Õõ Ṍṍ Ṏṏ Ȭȭ Ȯȯ Ȱȱ Øø Ǿǿ Ǫǫ Ǭǭ Ōō Ṓṓ Ṑṑ Ỏỏ Ȍȍ Ȏȏ Ơơ Ớớ Ờờ Ỡỡ Ởở Ợợ Ọọ Ộộ ᶗ Ɵɵ Ṕṕ Ṗṗ Ᵽᵽ ᵱ ᶈ Ƥƥ P̃p̃ ʠ Ɋɋ Ŕŕ Řř Ṙṙ Ŗŗ Ȑȑ Ȓȓ Ṛṛ Ṝṝ Ṟṟ Ɍɍ ᵲ ᶉ ɼ Ɽɽ ɾ ᵳ Śś Ṥṥ Ŝŝ Šš Ṧṧ Ṡṡẛ Şş Ṣṣ Ṩṩ Șș ᵴ ᶊ ʂ ȿ S̩s̩ Ťť T̈ẗ Ṫṫ Ţţ Ṭṭ Țț Ṱṱ Ṯṯ Ŧŧ Ⱦⱦ ᵵ ƫ Ƭƭ Ʈʈ ȶ Úú Ùù Ŭŭ Ûû Ǔǔ Ůů Üü Ǘǘ Ǜǜ Ǚǚ Ǖǖ Űű Ũũ Ṹṹ Ųų Ūū Ṻṻ Ủủ Ȕȕ Ȗȗ Ưư Ứứ Ừừ Ữữ Ửử Ựự Ụụ Ṳṳ Ṷṷ Ṵṵ ᵾ ᶙ Ṽṽ Ṿṿ ᶌ Ʋʋ ⱴ Ẃẃ Ẁẁ Ŵŵ W̊ẘ Ẅẅ Ẇẇ Ẉẉ Ẍẍ Ẋẋ ᶍ Ýý Ỳỳ Ŷŷ Y̊ẙ Ÿÿ Ỹỹ Ẏẏ Ȳȳ Ỷỷ Ỵỵ ʏ Ɏɏ Ƴƴ Źź Ẑẑ Žž Żż Ẓẓ Ẕẕ Ƶƶ ᵶ ᶎ Ȥȥ ʐ ʑ ɀ Ⱬⱬ

Huruf yang dimodifikasi
Gambaran
Daftar
Brahmi
Utara
Selatan
Kawi
Lainnya
Linear
Non-linear
Tionghoa
Aksara Han
Dipengaruhi Tionghoa
Logosilabis lainnya
Logokonsonan
Sistem bilangan
Penuh
Pengulangan
Braille ⠃⠗⠁⠊⠇⠇⠑
Braille cell
Braille scripts
French-ordered
Keluarga Nordik
Russian lineage family
i.e. Cyrillic-mediated scripts
Egyptian lineage family
i.e. Arabic-mediated scripts
Indian lineage family
i.e. Bharati Braille
Other scripts
Reordered
Frequency-based
Independent
Eight-dot
Symbols in braille
Braille technology
Persons
Organisations
Other tactile alphabets
Related topics
Sistem tulisan elektronik
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan