Kamis, 15 Oktober 2026
17:52 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M
Sa danti

Sa danti

salah satu huruf aksara Bali

Bagikan:
Sa danti
250px-Bali_Sa.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Aksara Bali
Huruf LatinSa
Fonem[s]
Warga aksaradantya
Gempelan
(gempelan Pa yang didahului oleh suku)

Sa danti adalah salah satu aksara wianjana (huruf konsonan) dalam sistem penulisan aksara Bali yang melambangkan bunyi /s/. Jika Sa danti dari aksara Bali disalin dengan huruf Latin, maka akan ditulis "sa".

Fonem

Sa danti diucapkan seperti bunyi /s/ pada kata: "samudra" (bahasa Indonesia), sarpa (bahasa Sanskerta), sahasa (bahasa Bali), still (bahasa Inggris). Secara tradisional, menurut dasar ucapannya, Sa danti termasuk warga aksara dantya (konsonan gigi). Namun secara fonologi, bunyi /s/ merupakan konsonan rongga-gigi (alveolar), bukan konsonan gigi, sebab tidak dihasilkan dengan cara menyentuh lengkung kaki gigi atas dengan menggunakan lidah. Meski demikian, Sa danti tetap dikategorikan sebagai warga aksara dantya (konsonan gigi).

Penggunaan

Dalam sistem penulisan dengan aksara Bali, Sa danti digunakan pada kata-kata yang mengandung bunyi /s/, baik dari bahasa Bali, maupun bahasa non-Bali. Selama Sa danti tidak dibubuhi oleh pangangge suara, maka ia dibaca /sə/ atau /sa/. Lafal yang kedua sering terdengar dalam bahasa Bali.

Dalam buku Celah-celah Kunci Pasang Aksara Bali, terdapat beberapa teori tentang peralihan penggunaan Sa danti, menjadi Sa saga dan Sa sapa. Beberapa rumus yang digunakan adalah kesetaraan warga aksara, atau kesetaraan daerah artikulasi tradisional.

Sa danti (warga dantya) beralih menjadi Sa saga apabila mengikuti Ca murca (warga talawya), sebab Sa saga dan Ca murca berada dalam warga aksara yang sama. Contoh kata: pascima, pascad.

Bila Sa danti mengikuti Ra (warga murdhanya), maka Sa danti beralih menjadi Sa sapa, sebab Sa sapa berada dalam warga aksara yang sama. Contoh kata: warsa, rasa.

Sementara itu, konsonan rangkap [ks] dianggap satu fonem, dan fonem [s] tidak ditulis dengan Sa danti, melainkan Sa sapa. Contoh kata: paksa, aksara.

Lihat pula

Referensi

  • Tinggen, I Nengah. 1993. Pedoman Perubahan Ejaan Bahasa Bali dengan Huruf Latin dan Huruf Bali. Singaraja: UD. Rikha.
  • Surada, I Made. 2007. Kamus Sanskerta-Indonesia. Surabaya: Penerbit Paramitha.

Pranala luar


Aksara suara
(Vokal)
Warga Kanthya
(Konsonan
langit-langit belakang
)
Warga Talawya
(Konsonan langit-langit)
Warga Murdhanya
(Konsonan tarik-belakang)
Warga Dantya
(Konsonan gigi)
Warga Osthya
(Konsonan bibir)
Aksara ardhasuara
(Semivokal)
Ya
Ya
Ra
Ra
La
La
Wa
Wa
 
Pangangge (tanda diakritik)
Pangangge suara
(tanda vokalisasi)
Pangangge tengenan
Pangangge aksara
(tanda semivokalisasi)
Ceciren ring babawosan (tanda baca)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan