Rabu, 07 Oktober 2026
13:13 WIB
TERKINI
Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan
Sa saga

Sa saga

salah satu huruf aksara Bali

Bagikan:
Sa saga
250px-Bali_Sa_saga.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Aksara Bali
Huruf LatinSa
IASTŚa
Fonem[s], [ɕ],[ʃ]
UnicodeU+1B30
Warga aksaratalawya
Gantungan

Sa saga adalah salah satu aksara wianjana (huruf konsonan) dalam aksara Bali, yang melambangkan bunyi /ɕ/. Jika Sa saga dialihaksarakan menjadi huruf Latin, maka ditulis "sa" atau "śa" (menurut IAST).

Bentuk

Sa saga berbentuk huruf Ga yang diberi tanda carik. Dalam aksara Jawa terdapat sedikit perbedaan.

Aksara Jawa Aksara Bali
Ga Sa murda Ga Carik Sa saga

Fonem

Secara tradisonal, Sa saga merupakan jenis huruf konsonan usma (konsonan desis alur), yang termasuk dalam warga talawya (konsonan langit-langit). Suara /ɕ/ yang dilambangkan oleh Sa saga diucapkan seperti huruf "sy" atau "ś" pada kata: "syukur" (bahasa Indonesia), śakra (bahasa Sanskerta).

Penggunaan

Sa saga digunakan apabila ada kata yang mengandung bunyi /ɕ/, biasanya berasal dari bahasa non-Bali yang diserap ke dalam bahasa Bali, misalnya bahasa Sanskerta maupun Jawa Kuno. Dalam bahasa Bali, bunyi tersebut tidak ditemukan. Sehingga meskipun ada kata yang ditulis memakai Sa saga, pengucapannya disamakan dengan /sa/.

Biasanya apabila ada bunyi /s/ (Sa danti) yang disusul oleh bunyi /ja/ (Ya), maka /s/ tersebut berubah menjadi /ɕ/. Misalnya: Kaśyapa (/kaɕjapə/).

Lihat pula

Referensi

  • Tinggen, I Nengah. 1993. Pedoman Perubahan Ejaan Bahasa Bali dengan Huruf Latin dan Huruf Bali. Singaraja: UD. Rikha
  • Surada, I Made. 2007. Kamus Sanskerta-Indonesia. Surabaya: Penerbit Paramitha.
Aksara suara
(Vokal)
Warga Kanthya
(Konsonan
langit-langit belakang
)
Warga Talawya
(Konsonan langit-langit)
Warga Murdhanya
(Konsonan tarik-belakang)
Warga Dantya
(Konsonan gigi)
Warga Osthya
(Konsonan bibir)
Aksara ardhasuara
(Semivokal)
Ya
Ya
Ra
Ra
La
La
Wa
Wa
 
Pangangge (tanda diakritik)
Pangangge suara
(tanda vokalisasi)
Pangangge tengenan
Pangangge aksara
(tanda semivokalisasi)
Ceciren ring babawosan (tanda baca)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan