Minggu, 27 September 2026
09:11 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Ja jera

Ja jera

Ja jera
250px-Bali_vowel_Airsanya.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Aksara Bali
Huruf LatinJa
IASTJha
Fonem[ɟ],[d͡ʒ], [ɟʰ]
UnicodeU+1B1B
Warga aksaratalawya

Ja jera adalah nama untuk sebuah huruf dalam aksara Bali yang melambangkan bunyi /ɟ/ yang disusul oleh hembusan bunyi /h/. Bila Ja jera dialihaksarakan dari huruf Bali ke huruf Latin, maka ditulis "ja" atau "jha".[1]

Bentuk dan kemiripan

Aikara Ja jera Ja jera dalam
Unicode
Jha dalam
aksara Jawa
Gantungan Ja jera
dalam Unicode

Bentuk Ja jera sangat mirip (bahkan persis) dengan Aikara (Airsanya) yang digunakan untuk mengeja vokal /aːi/ dari bahasa non-Bali (bahasa Sanskerta, maupun bahasa Jawa Kuno) ke dalam aksara Bali. Maka dari itu, sulit membedakan mana Ja jera dan mana Taling detya bila membacanya secara sepintas. Namun, dalam tabel Unicode, huruf Ja jera dibedakan dengan Airsanya. Hal itu dapat diamati dari bentuk garis akhirnya. Bila garis akhir Airsanya mencuat ke atas, maka garis akhir Ja jera dibuat mengarah ke bawah. Bentuk garis akhir yang mengarah ke bawah mirip dengan garis akhir huruf Jha dalam aksara Jawa.[2] Dalam Unicode, Airsanya berada pada poin U+1B10, sementara Ja jera berada pada poin U+1B1B.[2]

Tidak ada gantungan aksara bagi Ja jera.[3] Namun gantungan untuk ja jera muncul dalam Unicode pada titik kode U+EA2B.[2]

Fonem

250px-Bali_nirjhara.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kata nirjhara dalam aksara Bali.

Suara /ɟʰ/ yang dilambangkan oleh Ja jera merupakan bunyi aspirasi. Dalam pengucapannya, fonem /ɟ/ disusul oleh hembusan bunyi /ha/.[4]

Penggunaan

Ja jera biasanya digunakan saat menulis bahasa non-Bali (misalnya bahasa Sanskerta atau Jawa Kuno) ke dalam aksara Bali, atau untuk mengalihaksarakan aksara non-Bali (misalnya aksara Dewanagari, huruf Pallawa, atau huruf Latin) ke dalam aksara Bali. Penggunaan Ja jera langka sekali, hanya diketahui bahwa ia digunakan pada kata nirjhara (kolam).[5]

Mengingat bahwa bunyinya /ɟʰa/, sangat jarang dipergunakan dalam bahasa Bali sehari-hari. Sama halnya seperti bunyi /kʰa/, /cʰa/, maupun /ɖʰa/, beberapa bunyi tersebut dalam penulisan aksara Bali sudah tidak ada.[1]

Catatan kaki

  1. 1 2 Tinggen, hal. 23.
  2. 1 2 3 Tabel Unicode
  3. ↑ Simpen, hal. 6.
  4. ↑ Surada, hal. 9.
  5. ↑ Proposal for encoding the Balinese script in the UCS

Referensi

  • Tinggen, I Nengah. 1993. Pedoman Perubahan Ejaan Bahasa Bali dengan Huruf Latin dan Huruf Bali. Singaraja: UD. Rikha.
  • Surada, I Made. 2007. Kamus Sanskerta-Indonesia. Surabaya: Penerbit Paramitha.
  • Simpen, I Wayan. Pasang Aksara Bali. Diterbitkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Daerah Tingkat I Bali.
Aksara suara
(Vokal)
Warga Kanthya
(Konsonan
langit-langit belakang
)
Warga Talawya
(Konsonan langit-langit)
Warga Murdhanya
(Konsonan tarik-belakang)
Warga Dantya
(Konsonan gigi)
Warga Osthya
(Konsonan bibir)
Aksara ardhasuara
(Semivokal)
Ya
Ya
Ra
Ra
La
La
Wa
Wa
 
Pangangge (tanda diakritik)
Pangangge suara
(tanda vokalisasi)
Pangangge tengenan
Pangangge aksara
(tanda semivokalisasi)
Ceciren ring babawosan (tanda baca)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan