Jumat, 06 November 2026
08:36 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Nania

Nania

salah satu huruf aksara Bali

Bagikan:
Artikel ini bukan mengenai Narnia.
Nania

Nania adalah salah satu pangangge (bahasa Jawa: sandhangan) dalam aksara Bali. Nania juga merupakan gantungan aksara Ya. Dalam aksara Bali, gantungan aksara ardhasuara (semivokal) merupakan pangangge aksara. Karena Ya termasuk ke dalam aksara ardhasuara, maka nania termasuk pangangge aksara.

Penggunaan

Nania digunakan pada suku kata berpola KKV (konsonan-konsonan-vokal), di mana bunyi /j/ merupakan konsonan[1] yang didahului oleh konsonan. Contoh suku kata: "tya" (lafal: /t̪ja/; konsonan /t̪/ dan /j/, vokal /a/); "nya" (lafal: /nja/; konsonan /n/ dan /j/, vokal /a/).

Pada kalimat, nania digunakan pada kata yang mengandung bunyi /j/ namun didahului oleh konsonan. Contoh kalimat: “ambil yoyo.” Pada kalimat tersebut, huruf Y ditulis setelah huruf L, atau /j/ didahului konsonan /l/. Baik huruf Y maupun L ditulis pada kata yang berbeda, tetapi kalimat sama. Jika kalimat tersebut disalin menjadi aksara Bali, maka huruf Y disalin menjadi nania, dan ditulis di bawah huruf La.

Dalam bahasa Bali, nania digunakan pada kata-kata yang mengandung bunyi /ja/ yang diucapkan dengan cepat. Contoh: tabia (/t̪abjə/), abian (/abjan/), bangkiang (/baŋkjaŋ/), dsb.

Berbeda dengan aturan menulis huruf Latin di Indonesia, di mana huruf N dan Y membentuk fonem nasal palatal (/ɲ/), dalam aksara Bali, fonem tersebut dilambangkan dengan sebuah huruf saja. Nania tidak digunakan apabila mengalihaksarakan "nya" sebagai bunyi nasal palatal (/ɲa/), tetapi digunakan bila "nya" dianggap sebagai bunyi konsonan rangkap (/nˈja/). Dalam IAST, dipakai huruf Ñ agar tidak rancu dengan Ny sebagai dua huruf satu fonem.

Variasi bentuk

Nania dapat ditulis dengan berbagai cara yang berbeda sesuai dengan aksara yang dilekatinya. Selain itu, nania dapat ditulis serangkai dengan guwung.

  • Bentuk Nania seutuhnya, tanpa perubahan bentuk.
    Bentuk Nania seutuhnya, tanpa perubahan bentuk.
  • Bentuk Nania jika melekati gantungan aksara, khususnya gantungan yang garis akhirnya mengarah ke bawah, misalnya Ha, Ka, Ta, dsb.
    Bentuk Nania jika melekati gantungan aksara, khususnya gantungan yang garis akhirnya mengarah ke bawah, misalnya Ha, Ka, Ta, dsb.
  • Bentuk Nania bila dikombinasikan dengan Cakra atau Guwung.
    Bentuk Nania bila dikombinasikan dengan Cakra atau Guwung.

Lihat pula

Catatan kaki

  1. ↑ Dalam peraturan aksara Bali, huruf Ya dianggap sebagai konsonan semivokal.

Referensi

  • Tinggen, I Nengah. 1993. Pedoman Perubahan Ejaan Bahasa Bali dengan Huruf Latin dan Huruf Bali. Singaraja: UD. Rikha.
  • Simpen, I Wayan. Pasang Aksara Bali. Diterbitkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Daerah Tingkat I Bali.
Aksara suara
(Vokal)
Warga Kanthya
(Konsonan
langit-langit belakang
)
Warga Talawya
(Konsonan langit-langit)
Warga Murdhanya
(Konsonan tarik-belakang)
Warga Dantya
(Konsonan gigi)
Warga Osthya
(Konsonan bibir)
Aksara ardhasuara
(Semivokal)
Ya
Ya
Ra
Ra
La
La
Wa
Wa
 
Pangangge (tanda diakritik)
Pangangge suara
(tanda vokalisasi)
Pangangge tengenan
Pangangge aksara
(tanda semivokalisasi)
Ceciren ring babawosan (tanda baca)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan