Selasa, 29 September 2026
21:45 WIB
TERKINI
Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang
Ta latik

Ta latik

salah satu huruf aksara Bali

Bagikan:
Ta latik
250px-Bali_Ta_latik.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Aksara Bali
Huruf LatinTa
IASTṬa atau Ṭha
Fonem[ʈ], [ʈʰ]
UnicodeU+1B1D
Warga aksaramurdhanya
Gantungan

Ta latik adalah salah satu aksara wianjana (huruf konsonan) dalam sistem penulisan aksara Bali, yang melambangkan bunyi /ʈ/ dan /ʈʰ/. Jika dialihaksarakan menjadi huruf Latin, maka aksara ini ditulis "Ṭa" atau Ṭha.[1][2]

Bentuk

Dalam aksara-aksara yang menurunkan aksara Jawa dan Bali—Brahmi, Pallawa, Kawi—huruf Ta dalam warga murdania dibuat terpisah, yaitu bentuk alpaprana (Ṭa) dan mahaprana (Ṭha). Namun dalam aksara Jawa dan Bali, huruf Ṭa dan Ṭha berbagi bentuk, karena pengucapan Ṭha sudah jarang. Maka dari itu, Ta latik yang tergolong dalam warga murdania bisa dialihaksarakan sebagai "ṭa" atau "ṭha", karena tiadanya bentuk Ṭha seperti dalam aksara Brahmi atau Pallawa. Dalam aksara Bali, untuk membedakan Ṭa dan Ṭha, biasanya Ṭha diberi tedung sedangkan Ṭa tidak.[1] Bagaimanapun, Ta latik mahaprana tercantum berbeda dalam Unicode, dan diberi nama Ta murda mahaprana, pada blok U+1B1E.

Ṭa
(Ta latik biasa)
Ṭā atau Ṭha Ṭha
(Ta murda mahaprana)
120px-Bali_Ta_latik.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
120px-Bali_Ta_latik-tedung.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
120px-Bali_Ta_latik_mahaprana.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Fonem dan alihaksara

Aksara ini termasuk dalam kelompok warga aksara murdhanya (konsonan tarik-belakang/retrofleks),[2]. Seharusnya, Ṭa diucapkan /ʈa/ sedangkan Ṭha diucapkan /ʈʰa/. Namun dalam bahasa Bali modern, perbedaan antara /ʈa/ dan /ʈʰa/ tidak terdengar, sebab pengucapan dengan hembusan besar dan hembusan kecil disamakan saja.[3]

Sebagai Ṭa, maka ia diucapkan /ʈ/ pada kata: ṭaṁkāra (bahasa Sanskerta), ṭutuk (bahasa Jawa). Ṭha diucapkan dengan metode yang sama seperti Ṭa, tetapi perbedaannya terletak pada hembusan /h/ yang diucapkan.

Penggunaan

Ta latik sebagai lambang bunyi /ʈʰa/ biasanya dipakai saat menulis bahasa non-Bali (misalnya bahasa Sanskerta) ke dalam aksara Bali. Sebab dalam bahasa Sanskerta terdapat fonem /ʈʰ/ sedangkan dalam bahasa Bali tidak.

Ta latik ditulis apabila mengikuti bunyi konsonan tarik-belakang (retrofleks) (contohnya bunyi /ɳ/ dan /ʂ/). Contoh (dalam bahasa Sanskerta): kaṇṭha, niṣṭhha, duṣṭa dll.

Lihat pula

Catatan kaki

  1. 1 2 Surada, hal. 5.
  2. 1 2 Tinggen, hal. 23.
  3. ↑ Tinggen, hal. 7.

Referensi

  • Tinggen, I Nengah. 1993. Pedoman Perubahan Ejaan Bahasa Bali dengan Huruf Latin dan Huruf Bali. Singaraja: UD. Rikha.
  • Surada, I Made. 2007. Kamus Sanskerta-Indonesia. Surabaya: Penerbit Paramitha.
  • Simpen, I Wayan. Pasang Aksara Bali. Diterbitkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Daerah Tingkat I Bali.


Aksara suara
(Vokal)
Warga Kanthya
(Konsonan
langit-langit belakang
)
Warga Talawya
(Konsonan langit-langit)
Warga Murdhanya
(Konsonan tarik-belakang)
Warga Dantya
(Konsonan gigi)
Warga Osthya
(Konsonan bibir)
Aksara ardhasuara
(Semivokal)
Ya
Ya
Ra
Ra
La
La
Wa
Wa
 
Pangangge (tanda diakritik)
Pangangge suara
(tanda vokalisasi)
Pangangge tengenan
Pangangge aksara
(tanda semivokalisasi)
Ceciren ring babawosan (tanda baca)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan