Rabu, 04 November 2026
01:30 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Eland

Eland

Bagikan:
Eland
250px-Taurotragus_oryx_-_young_bull_-_Etosha_2015.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Di Taman Nasional Etosha, Namibia
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Artiodactyla
Famili: Bovidae
Subfamili: Bovinae
Genus: Taurotragus
Spesies:
T. oryx
Nama binomial
Taurotragus oryx
(Pallas, 1766)
Subspesies
  • T. o. livingstonii
  • T. o. oryx
  • T. o. pattersonianus
250px-Common_eland.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta sebaran spesies
Sinonim
Species synonymy[2]
  • Tragelaphus oryx (Pallas, 1766)
  • Taurotragus alces (Oken, 1816)
  • Taurotragus canna (C. H. Smith, 1827)
  • Taurotragus barbatus (Kerr, 1792)
  • Taurotragus oreas (Pallas, 1777)
  • Taurotragus typicus Selous, 1899
  • Taurotragus livingstonei (P. L. Sclater, 1864)
  • Taurotragus billingae Kershaw, 1923
  • Taurotragus kaufmanni (Matschie, 1912)
  • Taurotragus niediecki (Matschie, 1913)
  • Taurotragus selousi Lydekker, 1910
  • Taurotragus triangularis (Günther, 1889)
  • Taurotragus pattersonianus Lydekker, 1906

Eland[3] (Taurotragus oryx), atau yang juga dikenal sebagai eland selatan atau antelop eland, adalah sebuah spesies antelop sabana dan dataran yang ditemukan di Afrika bagian selatan dan timur. Seekor jantan dewasa memiliki tinggi 1,6 m (5,2 ft) di pundak, dan berbobot hingga 942 kg (2.077 pon) dengan kisaran umum 500–600 kg (1.100–1.300 pon). Betina setinggi sekitar 1,4 m (4,6 ft) dan berbobot 340–445 kg (750–981 pon). Eland menjadi jenis antelop terbesar kedua di dunia, dengan rata-rata ukuran yang sedikit lebih kecil dari eland raksasa.[4] Spesies ini pertama kali dideskripsikan oleh Peter Simon Pallas pada 1766.

Sebagian besar herbivor, daun dan rumput mencakup sebagian besar dietnya. Eland umum membentuk kawanan hingga 500 ekor, tetapi bukan hewan teritorial. Spesies ini tinggal di berbagai jenis habitat dengan beragam tumbuhan berbunga, seperti sabana, hutan, dan lahan rumput pegunungan terbuka; hewan ini menghindari hutan-hutan lebat. Eland menggunakan gonggongan keras, gerakan visual dan postur, serta respons Flehmen untuk berkomunikasi dan memperingati eland lainnya akan bahaya. Hewan ini digunakan oleh manusia untuk kulit dan dagingnya, serta telah didomestikasi di Afrika bagian selatan. Susu eland mengandung lebih banyak lemak susu dari susu sapi, dan dapat disimpan hingga delapan bulan.

Eland berasal dari Angola, Botswana, Republik Demokratik Kongo, Eswatini, Ethiopia, Kenya, Lesotho, Malawi, Mozambik, Namibia, Rwanda, Afrika Selatan, Sudan Selatan, Tanzania, Uganda, Zambia, dan Zimbabwe, tetapi tidak lagi ditemukan di Burundi. Meski populasinya kini menurun, eland digolongkan sebagai spesies risiko rendah oleh IUCN.

Referensi

  1. ↑ IUCN SSC Antelope Specialist Group (2017) [errata version of 2016 assessment]. "Tragelaphus oryx". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2016 e.T22055A115166135. doi:10.2305/IUCN.UK.2016-3.RLTS.T22055A50196938.en. Diakses tanggal 15 September 2024.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Grubb, P. (2005). "Order Artiodactyla". Dalam Wilson, D. E.; Reeder, D. M (ed.). Mammal Species of the World (Edisi 3). Percetakan Unoversitas Johns Hopkins. hlm. 696–7. ISBN 978-0-8018-8221-0. OCLC 62265494. {{cite book}}: |pages= and |page= ditentukan lebih dari satu kali; |ref=harv tidak valid; Parameter tidak dikenal |trans_title= diabaikan (|trans-title= disarankan)
  3. ↑ "Eland - Taman Margasatwa RagunanTaman Margasatwa Ragunan". ragunanzoo.jakarta.go.id. Diakses tanggal 2025-12-16.
  4. ↑ Pappas, LA; Elaine Anderson; Lui Marnelli; Virginia Hayssen (5 Juli 2002). "Taurotragus oryx" (PDF). Mammalian Species. 689: 1–5. doi:10.1644/1545-1410(2002)689<0001:TO>2.0.CO;2. S2CID 198968884. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2011-12-23.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Anggota famili Bovidae yang masih hidup
Berikut ini adalah subfamili, genus, dan spesies dalam famili Bovidae
Aepycerotinae
Aepyceros
Alcelaphinae
Alcelaphus
Beatragus
Connochaetes
Damaliscus
Antilopinae
Ammodorcas
Antidorcas
Antilope
Dorcatragus
Eudorcas
Gazella
Litocranius
Madoqua
Nanger
Nesotragus
Oreotragus
Ourebia
Procapra
Raphicerus
Saiga
Bovinae
Bison
Bos
Boselaphus
Bubalus
Pseudoryx
Syncerus
Taurotragus
Tetracerus
Tragelaphus
Caprinae
Ammotragus
Arabitragus
Budorcas
Capra
Capricornis
Hemitragus
Naemorhedus
Nilgiritragus
Oreamnos
Ovibos
Ovis
Pantholops
Pseudois
Rupicapra
Cephalophinae
Cephalophus
Philantomba
Sylvicapra
Hippotraginae
Addax
Hippotragus
Oryx
Reduncinae
Kobus
Pelea
Redunca
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan