Jumat, 16 Oktober 2026
19:49 WIB
TERKINI
Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super
Spesies risiko rendah

Spesies risiko rendah

kategori konservasi IUCN

Bagikan:
Status konservasi
Incilius periglenes, si Kodok Emas, terakhir tercatat pada 15 Mei 1989
Punah
Terancam
Risiko Rendah
Kategori lain
Tajuk terkait
Singkatan kategori Daftar Merah IUCN (versi 3.1, 2001)

Spesies dengan tingkat risiko rendah (IUCN: LC; Least Concern) merupakan status konservasi yang dikategorikan oleh Uni Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN) kepada spesies yang telah dievaluasi, tetapi tidak masuk kategori mana pun dalam Daftar Merah IUCN.[1] Spesies-spesies tersebut tidak termasuk ke dalam spesies terancam, hampir terancam, atau (sebelum 2001) ketergantungan konservasi. Dengan kata lain, spesies-spesies ini tidak menjadi fokus konservasi spesies karena jumlahnya yang masih banyak di alam liar.

Suatu spesies tidak bisa disebut sebagai "berisiko rendah", kecuali populasi spesies tersebut telah dievaluasi. Hal ini diperlukan untuk menentukan risiko kepunahan suatu spesies berdasarkan distribusi dan status populasi.

Sejak 2001, kategori ini memiliki singkatan "LC" berdasarkan Kategori dan Kriteria IUCN 2001 (versi 3.1). Namun, sekitar 20% spesies berstatus "berisiko rendah" dalam basis data IUCN berkode "LR/lc" yang berarti spesies tersebut belum dievaluasi kembali sejak 2001. Sebelum tahun 2001, status LC adalah substatus LR (Lower Risk).

Jumlah spesies "berisiko rendah" yang masuk ke dalam basis data IUCN ada 15.636 spesies (14.033 spesies binatang, 101 subspesies binatang, dan 1.500 spesies tumbuhan).[butuh rujukan]

Referensi

  1. ↑ IUCN (2012). IUCN Red List Categories and Criteria: Version 3.1. Second edition (PDF). Gland, Swiss dan Cambridge, Inggris: IUCN. ISBN 9782831714356.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan