Jumat, 30 Oktober 2026
06:39 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Revolusi Ramadan

Revolusi Ramadan

Bagikan:
Revolusi Ramadan
Bagian dari Perang Dingin
250px-Abd_al-Karim_death.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jenazah Abdul Karim Qasim.
Tanggal8–10 Februari 1963
Lokasi
Hasil Pelengseran Abdul Karim Qasim
Pendirian Pemerintahan Baathis
Ketegangan anti-sayap kiri
Pihak yang terlibat
Irak Pemerintah Irak
Irak Angkatan Bersenjata Irak
Partai Komunis Irak
Loyalis
Partai Ba'ath Sosialis Arab
Irak Para pembuat rencana kudeta Angkatan Bersenjata Irak
Pemimpin atau tokoh terkemuka
Irak Abdul Karim
Qasim
 Dihukum mati
Perdana Menteri Irak
Salam Adil
Sekretaris Partai Komunis Irak
Ahmed Hassan al-Bakr
Sekretaris Jenderal Komando Regional Partai Ba'ath
Irak Abdul Salam Arif
Marsekal Lapangan
Korban jiwa dan kerugian
5,000 80
Total: 1,000 tewas[1]

Revolusi Ramadan, yang juga disebut sebagai Revolusi 8 Februari dan kudeta Irak Februari 1963, adalah sebuah kudeta militer yang dibuat oleh sayap Irak dari Partai Ba'ath yang melengserkan Perdana Menteri Irak, Abdul Karim Qasim pada 1963. Mantan deputi Qasim Abdul Salam Arif (yang bukan Ba'athis) diberi gelar seremonial besar Presiden, sementara jenderal Ba'athis menonjol Ahmed Hassan al-Bakr diangkat menjadi Perdana Menteri, Pemimpin paling berkuasa dari pemerintahan baru tersebut adalah sekretaris jenderal Partai Ba'ath Irak, Ali Salih al-Sa'di, yang memegang sayap militer Pertahanan Nasional dan melakukan pembantaian ratusan—jika bukan ribuan—orang yang dituduh komunis dan para pembangkang lainnya setelah kudeta tersebut.[2]

Referensi

  1. ↑ Political Science, University of Central Arkansas. Iraq (1932-present).
  2. ↑ Gibson, Bryan R. (2015). Sold Out? US Foreign Policy, Iraq, the Kurds, and the Cold War. Palgrave Macmillan. hlm. 59–60, 77. ISBN 978-1-137-48711-7.
1940-an
1950-an
1960-an
1970-an
1980-an
1990-an
Konflik beku
Kebijakan luar negeri
Ideologi
Kapitalisme
Komunisme
Lainnya
Organisasi
Propaganda
Perlombaan
Sejarawan
Lihat pula
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan