Minggu, 01 November 2026
17:53 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Perang Al-Wadiah

Bagikan:
Perang al-Wadiah
Bagian dari Perang Dingin Arab
Tanggal27 November - 6 Desember 1969
Lokasi
Hasil

kemenangan Saudi

  • al-Wadiah direbut kembali oleh pasukan Saudi
Pihak yang terlibat
 Yaman Selatan
Didukung oleh:
 Uni Soviet

 Arab Saudi

Didukung oleh:
 Pakistan[1][2]
Pemimpin atau tokoh terkemuka
Salim Rubai Ali
Yaman Selatan Muhammad Ali Haitham
Arab Saudi Faisal dari Arab Saudi
Arab Saudi Sultan bin Abdulaziz
Arab Saudi Kopral Nayef Sandal Al-Harbi †
Pasukan yang terlibat
Yaman Selatan Brigade Infanteri ke-30

Arab Saudi Brigade Infanteri ke-130

Pakistan personel PAF
Korban jiwa dan kerugian
meninggal 35 meninggal 6[3]

Perang al-Wadiah adalah konflik militer yang pecah pada tanggal 27 November 1969 antara Arab Saudi dan Republik Rakyat Yaman Selatan (PRSY) setelah perselisihan mengenai kota al-Wadiah di perbatasan PRSY-Arab Saudi. Konflik berakhir pada 6 Desember ketika pasukan Saudi merebut al-Wadiah.[4]

Referensi

  1. ↑ "FOREIGN MISSIONS". Pakistan Air Force Museum Karachi. During the 1969 South Yemen – Saudi conflict, many PAF men and officers from different branches based at Khamis took active part in the battle.
  2. ↑ "A Hostile Middle East". DAILY TIMES. Pakistan repaid the favor by sending over PAF fighter pilots to fly the jets of the Royal Saudi Air Force in the 1969 Al-Wadiah conflict between KSA and Yemen.
  3. ↑ "حرب وشهداء الوديعة 1969م » صحيفة الرأي الإلكترونية".
  4. ↑ Vassiliev, Alexei (Maret 2013). King Faisal: Personality, Faith and Times - Alexei Vassiliev - Google Książki. ISBN 9780863567612.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
1940-an
1950-an
1960-an
1970-an
1980-an
1990-an
Konflik beku
Kebijakan luar negeri
Ideologi
Kapitalisme
Komunisme
Lainnya
Organisasi
Propaganda
Perlombaan
Sejarawan
Lihat pula
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan