| Partai-Partai Komunis |
|---|
|
Oseania
|
|
Topik terkait |
Partai komunis adalah partai politik yang menganut paham-paham sosialis dari komunisme dengan membentuk pemerintahan komunis. Nama "partai komunis" berawal dari sebuah karya berjudul The Communist Manifesto dari Karl Marx dan Friedrich Engels yang diterbitkan tahun 1850.[1] Sebagai partai pelopor, partai komunis memimpin pendidikan politik dan perkembangan kelas pekerja (proletariat). Sebagai partai penguasa, partai komunis menjalankan kekuasaan melalui kediktatoran proletariat. Vladimir Lenin mengembangkan gagasan tentang partai komunis sebagai pelopor revolusioner, ketika gerakan sosialis di Kekaisaran Rusia terpecah menjadi faksi-faksi yang bertentangan secara ideologis, yaitu faksi Bolshevik ("mayoritas") dan faksi Menshevik ("minoritas"). Agar efektif secara politik, Lenin mengusulkan partai pelopor kecil yang dikelola dengan sentralisme demokratik yang memungkinkan komando terpusat dari kader revolusioner profesional yang disiplin. Setelah suatu kebijakan disepakati, mewujudkan tujuan politik membutuhkan komitmen total setiap anggota Bolshevik terhadap kebijakan yang telah disepakati.
Sebaliknya, faksi Menshevik—yang pada awalnya mencakup Leon Trotski—menekankan bahwa partai tidak boleh mengabaikan peran penting rakyat jelata dalam mewujudkan revolusi komunis. Dalam perjalanan revolusi tersebut, Partai Bolshevik—yang kemudian menjadi Partai Komunis Uni Soviet (PKUS)—mengambil alih kekuasaan pemerintahan di Rusia setelah Revolusi Oktober tahun 1917. Dengan dibentuknya Komunis Internasional (Komintern) pada tahun 1919, konsep kepemimpinan partai komunis diadopsi oleh banyak partai revolusioner di seluruh dunia. Dalam upaya untuk menstandarkan gerakan komunis internasional secara ideologis dan mempertahankan kontrol pusat atas partai-partai anggotanya, Komintern mewajibkan anggotanya untuk menggunakan istilah "partai komunis" dalam nama mereka.
Di bawah kepemimpinan PKUS, interpretasi-interpretasi Marxisme ortodoks diterapkan di Rusia dan memicu munculnya partai-partai politik Leninis dan Marxis-Leninis di seluruh dunia. Setelah kematian Lenin, interpretasi resmi Komintern terhadap Leninisme tertuang dalam buku Dasar-Dasar Leninisme (1924) karya Josef Stalin.
Referensi
- ↑ Harper, Douglas (November 2001). "Online Etymology Dictionary:Communism" (HTML). Online Etymology Dictionary (dalam bahasa English). Douglas Harper. Diakses tanggal 2008-08-27. Originally a theory of society; as name of a political system, 1850, a translation of Ger. Kommunismus, in Marx and Engels' "Manifesto of the German Communist Party."
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
| Konsep | |
|---|---|
| Aspek | |
| Jenis | |
| Internasionale | |
| Tokoh penting |
|
| Hal terkait | |
Artikel bertopik politik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya. |
Artikel bertopik Uni Soviet ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya. |
| Internasional | |
|---|---|
| Nasional | |
| Lain-lain | |