Partai Keadilan dan Persatuan | |
|---|---|
| Singkatan | PKP |
| Ketua umum | Isfan Fajar Satrio |
| Sekretaris Jenderal | Rully Sukarta |
| Pendiri | Edi Sudrajat Try Sutrisno Hayono Isman |
| Dibentuk |
|
| Dipisah dari | Golkar |
| Kantor pusat | Jl. Diponegoro No. 63, Menteng, Jakarta, 10310 |
| Keanggotaan (2024) | 563.521[1] |
| Ideologi | Pancasila[2] Nasionalisme Indonesia[3] Sekularisme[3] Liberalisme Moderat |
| Posisi politik | Tengah |
| Afiliasi nasional | Koalisi Indonesia Maju (sejak 2024) Koalisi Indonesia Maju (2018–2024) Koalisi Indonesia Hebat (2014–2018) |
| Warna | Merah |
| Slogan | PKP Manunggal Bersama Rakyat |
| DPR | 0 / 580 |
| DPRD I | 0 / 2.372 |
| DPRD II | 0 / 17.510 |
| Situs web | |
| pkpi.info | |
Partai Keadilan dan Persatuan (PKP), sebelumnya bernama Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI),[4] adalah sebuah partai politik di Indonesia. Partai ini dideklarasikan di Jakarta tanggal 15 Desember 1998 / 15 Januari 1999. PKP pertama kali ikut serta dalam Pemilu 1999.[5][6] PKP bermula dengan dibentuknya Gerakan Keadilan dan Persatuan Bangsa (GKPB) pada tahun 1998 yang dimotori oleh mantan Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia Try Sutrisno sebagai pendukung nasional, yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina dan mantan Menteri Pertahanan dan Keamanan Edi Sudradjat.
Ketua Umum PKP saat ini dijabat oleh Isfan Fajar Satrio sejak 15 Januari 2026 melalui Musyawarah Nasional (Munas).[7][8]
Sejarah

Partai ini didirikan dengan nama Partai Keadilan dan Persatuan pada tanggal 15 Desember 1998 sebagai partai pecahan Golkar.[5][6] Menurut para pemimpin PKP, terutama Jenderal (Purn) Edi Sudrajat, pemimpin PKP pertama,[6] Golkar kurang kooperatif dengan gerakan reformasi yang saat itu aktif.[5] PKP juga berpendapat bahwa sikap Golkar terhadap Pancasila dan UUD 1945 serta mengancam kesatuan Indonesia.[9] Partai ini memiliki akar sejarah kuat di kalangan purnawirawan militer dan dikenal dengan komitmennya terhadap ideologi Pancasila dan keutuhan NKRI.
Karena belum berhasil melalui proses partisipasi formal di KPU RI, Partai tidak mengikuti Pemilu 2024 dan memilih untuk tidak memberikan dukungan kepada pasangan calon manapun dalam pemilihan presiden.[10]
Posisi
Partai ini menentang International Monetary Fund dan privatisasi.
Dari mula, partai berpaut dengan golongan Tentara Nasional Indonesia.[3] Dukungan utama terhadap PKP berasal dari Sumatera Utara, Jawa Barat dan Jawa Tengah.[11]
Hasil pemilu
Pemilu Legislatif
| Pemilu | Nomor Urut | Ketua Umum | Kursi | Perolehan suara | Persentase suara | Hasil pemilu | |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| No. | ± | ||||||
| 1999 | 41 | Edi Sudrajat | 4 / 462 |
1.065.686 | 1,01%[12] | Oposisi | |
| 2004 | 10 | 1 / 550 |
1.424.240 | 1,26%[13] | Koalisi pemerintah | ||
| 2009 | 7 | Meutia Hatta | 0 / 560 |
934.892 | 0,90%[13] | Koalisi pemerintah | |
| 2014 | 15 | Sutiyoso | 0 / 560 |
1.143.094 | 0,91%[14] | Koalisi pemerintah | |
| 2019 | 20 | Diaz Hendropriyono | 0 / 575 |
312.775 | 0,22%[15] | Koalisi pemerintah | |
| 2024 | Tidak lolos verifikasi | ||||||
Pemilu Presiden
| Pemilu | Nomor urut | Kandidat | Pasangan | Putaran pertama (Perolehan suara) |
Persentase suara | Hasil | Putaran kedua (Perolehan suara) |
Persentase suara | Hasil |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 2004 | 4 | Susilo Bambang Yudhoyono | Jusuf Kalla | 39.838.184 | 33,57% | Putaran kedua |
69.266.350 | 60,62% | Terpilih |
| 2009 | 2 | Susilo Bambang Yudhoyono | Boediono | 73.874.562 | 60,80% | Terpilih | |||
| 2014 | 2 | Joko Widodo[16] | Jusuf Kalla | 70.997.833 | 53,15% | Terpilih | |||
| 2019 | 01 | Joko Widodo | Ma'ruf Amin | 85.607.362 | 55,50% | Terpilih | |||
Catatan: Teks yang ditebalkan menunjukkan anggota partai
Kepengurusan
Pada 27 Agustus 2016, dalam Kongres Luar Biasa (KLB) PKPI di Hotel Millenium, Jakarta, Jenderal TNI (Purn) AM Hendropriyono terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Umum PKPI. KLB ini dihadiri oleh 33 DPD dan 498 Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) se-Indonesia.[17]
Berikut merupakan susunan pelaksana tugas pengurus Dewan Pimpinan Nasional PKP hasil Musyawarah Pimpinan Nasional yang di gelar di Jakarta pada 12 Juni 2025.[18]
- Ketua Dewan Pembina: Jenderal TNI (Purn.) H. Try Sutrisno
- Plt Ketua Umum: Raden Dodi Dermawan S.
- Plt Ketua-Ketua Bidang:
- Bidang Organisasi dan Keanggotaan: Ronald H. Pauner
- Bidang Kewilayahan: Yan Richard Mboeik
- Bidang Politik dan Hukum: Juliski Simorangkir
- Bidang Media dan Informasi: Dewi Anita Matrutty
- Plt Sekretaris Jenderal: Mustaat Saman
- Plt Wakil Sekretaris Jenderal: Ahmad Arif
- Plt Bendahara Umum: Santosa
- Plt Wakil Bendahara Umum: Lia Marlianti
- Plt Ketua-Ketua Departemen:
- Departemen Organisasi: Adi Djatmiko
- Departemen Keanggotaan: Yosep May Sandi
- Departemen Politik: Hazami
- Departemen Hukum: Santri Ajie Baskoro
- Departemen Media: Khotijah Septiani
- Departemen Informasi: R. Caesar Mahawarman S.
Ketua Umum
| No. | Nama | Potret | Daerah pemilihan / jabatan | Masa jabatan | Hasil pemilihan | |||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Mulai menjabat | Akhir menjabat | |||||||
| Dipisah dari: Golkar (Faksi Sudrajat) | ||||||||
| Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan (1999–2002) | ||||||||
| 1 | Edi Sudrajat (1938–2006) |
— | 15 Januari 1999 | 2 September 2002 | 1999
Tanpa lawan | |||
| Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (2002–2021) | ||||||||
| (1) | Edi Sudrajat (1938–2006) |
— | 2 September 2002 | 1 Desember 2006[a] | 2005
Tanpa lawan | |||
| – | Haris Sudarno (lahir 1941) (Pelaksana tugas) |
— | 15 Januari 2007 | 14 Januari 2008 | ||||
| 2 | Meutia Hatta (lahir 1947) |
Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan[b] | 14 Januari 2008 | 13 April 2010 | 2008
Tanpa lawan | |||
| 3 | Sutiyoso (lahir 1944) |
– | 13 April 2010 | 15 Juni 2015 | 2010
Tanpa lawan | |||
| – | Isran Noor (lahir 1959) (Pelaksana tugas) |
— | 23 Juni 2015 | 27 Agustus 2016 | ||||
| 4 | Abdullah Mahmud Hendropriyono (lahir 1945) |
— | 27 Agustus 2016 | 13 April 2018 | 2016
Tanpa lawan | |||
| 5 | Diaz Hendropriyono (lahir 1978) |
Staf Khusus Presiden | 19 Mei 2018 | 10 Mei 2021 | 2018
Tanpa lawan | |||
| – | Muhammad Nur Sunan Kalijaga (Pelaksana tugas) |
— | 10 Mei 2021 | 26 Mei 2021 | ||||
| 6 | Yussuf Solichien (lahir 1950) |
— | 26 Mei 2021 | 2 September 2021 | 2021
Tanpa lawan | |||
| Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan (2021–sekarang) | ||||||||
| (6) | Yussuf Solichien (lahir 1950) |
— | 2 September 2021 | 25 Februari 2023 | ||||
| 7 | Aslizar Nurdin Tanjung | — | 25 Februari 2023 | 12 Juni 2025 | 2023
Tanpa lawan | |||
| – | Raden Dodi Dermawan Suradiradja (Pelaksana tugas) |
— | 12 Juni 2025 | 15 Januari 2026 | ||||
| 8 | Isfan Fajar Satrio (lahir 1970) |
— | 15 Januari 2026 | Petahana | 2026
Tanpa lawan | |||
Lihat pula
Catatan
Rujukan
- ↑ "Partai Keadilan dan Persatuan". Komisi Pemilihan Umum. Diakses tanggal 2024-02-24.
- ↑ Nurjaman, Asep (2009). "Peta Baru Ideologi Partai Politik Indonesia". Bestari. Diakses tanggal 2024-03-01 – via Neliti.com.
- 1 2 3 Bulkin, Nadia (24 Oktober 2013). "Indonesia's Political Parties" (dalam bahasa Inggris). Carnegie Endowment for International Peace. Diakses tanggal 2024-03-02.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "PKPI Kembali Jadi PKP, Pucuk Pimpinan Dijabat Eks Denjaka". CNN Indonesia. Diakses tanggal 2021-10-20.
- 1 2 3 "Wajah 48 partai peserta Pemilu 1999: Nomor 41: Partai Keadilan dan Persatuan (PKP)". Kompas. 12 Maret 1999. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-09-14. Diakses tanggal 31-03-2018 – via Seasite.niu.edu (Southeast Asian languages, literatures and cultures).
{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam:|access-date= - 1 2 3 Ananta, Aris; Arifin, Evi Nurvidya; Suryadinata, Leo (2005). Emerging Democracy in Indonesia (dalam bahasa Inggris). Singapore: Institute of Southeast Asian Studies. hlm. 26. ISBN 981-230-323-5.
- ↑ "Munas PKP 2026: Mencari Manajer, Bukan Raja". 16 Januari 2026. Diakses tanggal 23 September 2026.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "PKP: Pendidikan Nasional Harus Jadi Fondasi Pembangunan Manusia Indonesia". 2 Mei 2026. Diakses tanggal 23 September 2026.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Who's who in Indonesia's political arena (1999). p. 277.
- ↑ "KPU Putuskan PKP dan 4 Partai Lainnya Tak Lolos Administrasi Pemilu 2024". liputan6.com. 19 November 2022. Diakses tanggal 2023-04-05.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Majalah Tempo No. 0931/March 31-April 06, 2009, hlm. 31.
- ↑ "Pemilu 1999 - KPU". Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia. 21 Februari 2008. Diarsipkan dari asli tanggal 27 April 2020. Diakses tanggal 1 Agustus 2018.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - 1 2 "Bab V - Hasil Pemilu - KPU" (PDF). Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 17 April 2018. Diakses tanggal 1 Agustus 2018.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "KPU sahkan hasil pemilu, PDIP nomor satu". BBC. 10 Mei 2014. Diakses tanggal 1 Agustus 2018.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Zunita Putri (21 Mei 2019). "KPU Tetapkan Hasil Pileg 2019: PDIP Juara, Disusul Gerindra-Golkar". Detik.com. Diakses tanggal 31 Mei 2019.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Rochman, Fathur (22 Mei 2014). "PKPI Dukung Jokowi-JK, Tanpa Syarat". Kompas.com. Diakses tanggal 1 Agustus 2018.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Mihardi (28 Agustus 2016). "KLB PKPI, Kukuhkan Hendropriyono Sebagai Ketua Umum". SindoNews.com. Diakses tanggal 2016-08-31.
- ↑ https://infopemilu.kpu.go.id/Pemilu/Detail_parpol/detail_parpol/14
Pranala luar
- Profil PKP di laman Komisi Pemilihan Umum
- "Profil PKP di Seasite.niu.edu Diarsipkan 2006-09-07 di Wayback Machine.
- "Profil PKP di Pemiluindonesia.com Diarsipkan 2011-10-25 di Wayback Machine.
- "Sutiyoso Siap Jadi Capres Alternatif" Diarsipkan 2011-10-06 di Wayback Machine.
- Susunan Kepengurusan PKP masa 2010–2015