Selasa, 22 September 2026
05:50 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Antelop royal

Antelop royal

Antelop royal
250px-Royal_antelope.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Di San Diego Zoo
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Artiodactyla
Famili: Bovidae
Subfamili: Antilopinae
Genus: Neotragus
Spesies:
N. pygmaeus
Nama binomial
Neotragus pygmaeus
Sinonim[2]

Capra pygmaea Linnaeus, 1758
Antilope regia Erxleben, 1777
Antilope opinigera Lesson, 1827
Moschus pygmaeus Linnaeus, 1766
Nanotragus perpusillus Gray, 1851

Antelop royal[3] (Neotragus pygmaeus) adalah sebuah spesies antelop Afrika Barat yang dikenal sebagai jenis antelop terkecil di dunia.[4][5][6][7] Spesies ini pertama kali dideskripsikan oleh Carl Linnaeus pada 1758. Spesies ini memiliki tinggi 25 cm di pundaknya dan berbobot 2,5–3 kg (5,5–6,6 pon).[8] Salah satu ciri khas dari spesies ini adalah kakinya yang panjang dan ramping, dengan kaki belakang yang dua kali lebih panjang dari pada kaki depannya. Tanduknya hanya dimiliki jantan; cabangnya yang pendek dan mulus memiliki panjang 2,5–3 cm (0,98–1,18 in) dan melengkung ke belakang. Bulunya yang halus berwarna merah hingga cokelat keemasan, yang berkontras dengan bagian ventralnya. Dibandingkan dengan antelop kerdil bates, antelop royal memiliki misai yang lebih panjang, bibir yang lebih lebar, mulut yang lebih pendek, dan otot pipi yang lebih kecil.

Umumnya nokturnal, antelop royal memiliki kepekaan yang tinggi. Teritorinya ditandai oleh kotorannya. Merupakan hewan herbivor, antelop ini menyukai tetumbuhan dan tunas segar dan sedikit, namun terkadang juga akan memakan bunga dan jamur. Seperti Neotragus lainnya, spesies ini monogami. Kedua jenis kelamin dapat mencapai kedewasaan seksual seawal enam bulan.[9] Kelahiran telah terlapor pada November dan Desember. Periode kehamilannya belum diketahui.

Referensi

  1. IUCN SSC Antelope Specialist Group (2016). "Neotragus pygmaeus". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2016 e.T14602A50190835. doi:10.2305/IUCN.UK.2016-1.RLTS.T14602A50190835.en. Diakses tanggal 19 November 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. Groves, C.; Grubb, P. (2011). Ungulate Taxonomy. Baltimore, Maryland (USA): Johns Hopkins University Press. hlm. 144, 147. ISBN 978-1-4214-0093-8.
  3. Farndon, John (2003). Ensiklopedia Mini Hewan. Diterjemahkan oleh Permata, Edia. Jakarta: Penerbit Erlangga. hlm. 13. ISBN 979-688-989-7.{{cite book}}: |translator1= tidak adaPemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. Ganeri, A.; Gibbs, B. (1990). Nature Facts & Lists (Edisi Omnibus). London, UK: Usborne. hlm. 40. ISBN 978-0-7460-0646-7.
  5. Soest, P.J.V. (1994). Nutritional Ecology of the Ruminant (Edisi 2nd). Ithaca, New York (USA): Cornell University Press. hlm. 29. ISBN 978-0-8014-2772-5.
  6. Rafferty, J.P. (2011). Grazers (Edisi 1st). New York, USA: Britannica Educational Publications. hlm. 93–4. ISBN 978-1-61530-336-6.
  7. Kingdon, J.; Happold, D.; Butynski, T.; Hoffmann, M.; Happold, M.; Kalina, J. (2013). Mammals of Africa. Vol. VI : Pigs, Hippopotamuses, Chevrotain, Giraffes, Deer and Bovids. London, UK: Bloomsbury. hlm. 206, 210–4. ISBN 978-1-4081-2257-0.
  8. Rafferty, J.P. (2011). Grazers (Edisi 1st). New York, USA: Britannica Educational Publications. hlm. 93–4. ISBN 978-1-61530-336-6.
  9. Ganeri, A.; Gibbs, B. (1990). Nature Facts & Lists (Edisi Omnibus). London, UK: Usborne. hlm. 40. ISBN 978-0-7460-0646-7.
Anggota famili Bovidae yang masih hidup
Berikut ini adalah subfamili, genus, dan spesies dalam famili Bovidae
Aepycerotinae
Aepyceros
Alcelaphinae
Alcelaphus
Beatragus
Connochaetes
Damaliscus
Antilopinae
Ammodorcas
Antidorcas
Antilope
Dorcatragus
Eudorcas
Gazella
Litocranius
Madoqua
Nanger
Nesotragus
Oreotragus
Ourebia
Procapra
Raphicerus
Saiga
Bovinae
Bison
Bos
Boselaphus
Bubalus
Pseudoryx
Syncerus
Taurotragus
Tetracerus
Tragelaphus
Caprinae
Ammotragus
Arabitragus
Budorcas
Capra
Capricornis
Hemitragus
Naemorhedus
Nilgiritragus
Oreamnos
Ovibos
Ovis
Pantholops
Pseudois
Rupicapra
Cephalophinae
Cephalophus
Philantomba
Sylvicapra
Hippotraginae
Addax
Hippotragus
Oryx
Reduncinae
Kobus
Pelea
Redunca
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan