Minggu, 20 September 2026
16:59 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Konservatisme tradisional

ideologi politik

Bagian dari seri
Konservatisme
120px-Blue_flag_waving.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tokoh

Konservatisme tradisional, sering dikenal sebagai konservatisme klasik, adalah filsafat politik dan sosial yang menekankan pentingnya prinsip-prinsip moral transenden yang diwujudkan melalui hukum alam tertentu yang harus dipatuhi masyarakat dengan bijaksana.[1] Di dunia Barat, konservatisme tradisional didasarkan pada pandangan politik Aristoteles dan Edmund Burke.[1] Kaum tradisionalis menghargai ikatan sosial dan pelestarian institusi leluhur di atas apa yang mereka lihat sebagai individualisme yang berlebihan.[1]

Konsep adat, konvensi, dan tradisi sangat ditekankan dalam konservatisme tradisional.[2] Alasan teoretis dianggap sebagai kepentingan yang bersifat sekunder dibandingkan alasan praktis.[2] Negara juga dipandang sebagai usaha sosial yang bersifat spritual dan organis. Kaum tradisionalis melihat bahwa setiap perubahan muncul secara spontan dari tradisi masyarakat, bukan sebagai konsekuensi dari pemikiran yang disengaja dan beralasan. Kepemimpinan, otoritas, dan hierarki dipandang sebagai hal yang wajar bagi manusia.[2] Tradisionalisme muncul di Eropa sepanjang abad ke-18, sebagian besar sebagai reaksi terhadap kekacauan Revolusi Inggris dan Prancis. Konservatisme tradisional mulai memantapkan dirinya sebagai kekuatan intelektual dan politik pada pertengahan abad ke-20.[3]

Rujukan

  1. 1 2 3 Deutsch & Fishman 2010, hlm. 2.
  2. 1 2 3 Vincent 2009, hlm. 63.
  3. Sedgwick, Mark (2009). Against the Modern World: Traditionalism and the Secret Intellectual History of the Twentieth Century. Oxford University Press.
Ikon rintisan

Artikel bertopik politik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan