Senin, 28 September 2026
01:07 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda

Hindutva

Istilah

Bagian dari sebuah serial tentang
Politik Hindu
120px-Om_symbol.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Hindutva, atau "Kehinduan" adalah sebuah istilah yang dibuat oleh Vinayak Damodar Savarkar pada 1923, adalah sebuah bentuk dominan dari nasionalisme Hindu di India. Partai Bharatiya Janata mengadopsi ideologi tersebut sebagai ideologi resminya pada 1989. Ideologi tersebut dimenangkan oleh organisasi sukarelawan nasionalis Hindu Rashtriya Swayamsevak Sangh (RSS) dan organisasi-organisasi afiliasinya, yang paling terkenal adalah Vishva Hindu Parishad, bersama dengan istilah lama Hindu Rashtra (terjemahan: negara Hindu). Istilah Hindutva (yang secara harfiah berarti "Kekristenan" atau "Kualitas menjadi Hindu") pertama kali dicetuskan oleh Vinayak Damodar Savarkar pada tahun 1923 dalam pamfletnya yang berjudul "Essentials of Hindutva". Savarkar merumuskan istilah ini saat ia berada di penjara kolonial Inggris.

Latar belakang sejarah

Istilah Hindu, yang berasal dari kata Sanskerta Sindhu, digunakan di Iran untuk merujuk kepada lahan-lahan di sungai Rigvedic, wilayah Punjab, serta wilayah-wilayah yang diragunakan. Istilah Arab yang sama al-Hind berasal dari penulisan lainnya dari kata "Hindu" yang artinya "India" sebagai sebuah sebutan serta panggilan orang-orang India. Setelah invasi Arab ke Sindh, istilah tersebut digunakan untuk mengacu kepada orang-orang yang mengikuti agama-agama India. Dengan dipindahkan ke agama Islam, orang-orang tersebut berhenti menjadi "Hindu" dan menjadi Muslims. Setelah kemunculan Orientalisme pada abad ke-19, istilah "Hinduisme" (agama India) digunakan untuk merujuk kepada agama kuno India. Pengartian ketiga dari kata "Hindu" sekarang digunakan sebagai sebutan bagi para penganut sebagian besar agama Hinduisme ini. Seluruh ketiga arti tersebut, yakni, India, pengikut agama-agama India, dan pengikut Hinduisme, memainkan peran dalam dibuatnya kata Hindutva, yang artinya "Hinduness" yang dibuat pada awal abad ke-20.[1][a 1]

Lihat pula

Catatan

  1. ↑ Istilah tersebut diketahui digunakan pada 1913. "As Frenchmen are justly proud of their Latinity, so are Bengalis justly proud of their Hindutva, of the fact that almost every Bengali word can be traced to a Sanskrit origin." Journal of the Royal Asiatic Society, 1913. (Oxford English Dictionary, 2011)

Referensi

  1. ↑ Sharma, Arvind (2002). "On Hindu, Hindustan, Hinduism and Hindutva". Numen. 49 (1): 1–36. JSTOR 3270470.

Sumber

Bacaan tambahan

Artikel

  • Andersen, Walter K., ‘Bharatiya Janata Party: Searching for the Hindu Nationalist Face’, In The New Politics of the Right: Neo–Populist Parties and Movements in Established Democracies, ed. Hans–Georg Betz and Stefan Immerfall (New York: St. Martin’s Press, 1998), pp. 219–232. (ISBN 0-312-21134-1 or ISBN 0-312-21338-7)
  • Desai, Radhika. 'A Latter Day Fascism', Economic and Political Weekly, 30 August 2014, Volume XLIX, no. 35, pp. 48–58.
  • Embree, Ainslie T., ‘The Function of the Rashtriya Swayamsevak Sangh: To Define the Hindu Nation’, in Accounting for Fundamentalisms, The Fundamentalism Project 4, ed. Martin E. Marty and R. Scott Appleby (Chicago: The University of Chicago Press, 1994), pp. 617–652. (ISBN 0-226-50885-4)
  • Gold, Daniel, 'Organized Hinduisms: From Vedic Truths to Hindu Nation' in: Fundamentalisms Observed: The Fundamentalism Project vol. 4, eds. M. E. Marty, R. S. Appleby, University Of Chicago Press (1994), ISBN 978-0-226-50878-8, pp. 531–593.

Buku

Sumber nasionalis Hindu

Pranala luar

Topik
Guru dan
penulis
Organisasi
120px-Om_symbol.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sarsanghchalak
Figur utama lainnya
Penulis
independen
Filsafat
Nasionalisme Hindu
Topik
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan