Senin, 21 September 2026
02:17 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Reaksioner

Dalam ilmu politik, reaksioner adalah orang yang memiliki pandangan politik yang mendukung pengembalian ke status quo ante. Yaitu keadaan politik masyarakat sebelumnya, yang mereka percaya memiliki karakteristik (kesejahteraan ekonomi, keadilan, kepemilikan individu, penghormatan kepada penguasa, dll) yang secara negatif absen dari status quo kontemporer masyarakat. Sebagai kata sifat, reaksioner mengartikan sudut pandang dan kebijakan untuk mengembalikan status quo ante.[1]

Reaksioner politik pada umumnya ditemukan di spektrum politik sayap kanan, meski reaksioner sayap kiri juga ada.[2]

Referensi

  1. The New Fontana Dictionary of Modern Thought Third Edition, (1999) p. 729.
  2. Lilla, Mark "Rise of the Reactionary", accessed 10/10/2017. "For [Lilla] “reactionary” is not an insult. It is a taxonomic term. It describes an organic response to political and social revolution, and the quite sensible fear that the shared common life of a people has been wrenched out of its cherished patterns. Nor is the phenomenon limited to the ideological right. The left has reactionaries, too—including progressives in the nineteen-nineties who, Lilla wrote at the time, were convinced that Americans did not grasp the disastrous truth about the Reagan Revolution, “since if they did, they would overturn it.” But reactionaries on the right far outnumber those on the left."

Daftar pustaka

  • Liberty or Equality, Erik von Kuehnelt-Leddihn, Christendom Press, Front Royal, Virginia, 1993.
  • Liberalism and the Challenge of Fascism, Social Forces in England and France 1815-1870, J. Salwyn Schapiro, McGraw-Hill Book Co., Inc., NY, 1949. (with over 34 mentions of the word "reactionary" in political context)
  • The Reactionary Revolution, The Catholic Revival in French Literature, 1870/1914, Richard Griffiths, Frederick Ungar Publishing Co., NY, 1965.
  • Oxford English Dictionary, 20 Vol. 31 references on the use of the term.


Ikon rintisan

Artikel bertopik politik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan