Senin, 02 November 2026
10:37 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Kaum Katolik Tradisionalis

Kaum Katolik Tradisionalis

Bagikan:
250px-Unchurch.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Kaum Katolik Tradisionalis adalah umat Katolik Roma, atau orang-orang yang menyatakan dirinya sebagai umat Katolik Roma, yang percaya akan perlunya pengembalian banyak, atau bahkan semua, bentuk-bentuk liturgi, devosi publik maupun pribadi, dan penyajian ajaran-ajaran Katolik ke bentuknya semula di dalam Gereja Katolik sebelum Konsili Vatikan II (1962-1965) misalnya melarang kaum awam merasul [terutama secara keseluruhan], melarang kaum wanita memakai celana panjang [terutama yang ketat] dan pakaian serba minim, melarang wanita menjadi pelayan altar (misdinar,lektor, akolit) dan juga menegaskan bahwa Gereja Katolik Roma adalah gereja yang paling baik, benar, dan sempurna untuk keselamatan umat manusia. Jadi menurut kaum Katolik Roma Tradisional ini semua termasuk ajaran iman dan moral Kristen Katolik yang orthodoks. Liturgi yang dipakai oleh kaum Katolik Roma Tradisional adalah Tridentine.[1]

Jumlah kaum Katolik tradisional

Menurut Buku Statistk Tahunan Gereja, Gereja Katolik di seluruh dunia mencatat keanggotaan pada akhir tahun 2005 sebanyak 1.114.966.000 orang.[2] Perkiraan jumlah kaum tradisionalis di dalam populasi ini berkisar antara 1 juta hingga 7 juta orang.[3][4] Telah ada pernyataan juga bahwa terdapat lebih dari 2 juta kaum tradisionalis yang berseteru dengan Roma, dan jumlah yang sama yang tetap berhubungan baik dengan Roma.[5] Perkiraan jumlah pendukung Ordo SSPX berkisar antara 600.000 hingga 1 juta orang.[3][6][7][8][9]

Saat ini terdapat sekitar 500.000 imam Katolik di seluruh dunia. Dua organisasi tradisionalis utama adalah SSPX dan Persaudaraan Imam-imam Santo Petrus (FSSP); SSPX memiliki sekitar 500 imam, dan FSSP memiliki sekitar 200 imam.

Sebagai perbandingan saja dengan organisasi-organisasi Katolik umum, Ksatria Columbus di Amerika Serikat menyatakan memiliki 1,7 juta anggota, Jalan Neokatekumen menyatakan memiliki sekitar 1 juta anggota,[10] dan Opus Dei menyatakan memiliki 87.000 anggota.

Referensi

  1. ↑ Umat Katolik tradisional biasanya masuk ke Ritus Latin. Lihat artikel mengenai Komunitas Imam Santo Yosaphat
  2. ↑ Central Statistics Office (2007). Statistical Yearbook of the Church 2005. Libreria Editrice Vaticana. ISBN 978-88-209-7928-7..
  3. 1 2 "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2004-02-05. Diakses tanggal 2004-02-05.
  4. ↑ http://www.cwnews.com/news/viewstory.cfm?recnum=37861
  5. ↑ http://www.dailycatholic.org/issue/06Jun/jun2str.htm
  6. ↑ http://www.remnantnewspaper.com/Archives/archive-2006-1115-universal%20indult.htm
  7. ↑ http://www.newsmax.com/archives/articles/2006/10/11/112628.shtml[pranala nonaktif permanen]
  8. ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2008-06-02. Diakses tanggal 2008-07-28.
  9. ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2007-05-25. Diakses tanggal 2008-07-28.
  10. ↑ report of 27 May 2007[pranala nonaktif permanen] from Zenit News Agency


Ikon rintisan

Artikel bertopik Katolik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan