Minggu, 25 Oktober 2026
08:34 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Lee Kuan Yew

Lee Kuan Yew

Perdana Menteri pertama Singapura

Bagikan:
Lee Kuan Yew
李光耀
250px-Prime_Minister_Lee_Kuan_Yew_of_Singapore_Making_a_Toast_at_a_State_Dinner_Held_in_His_Honor%2C_1975.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lee pada tahun 1975
Menteri Mentor
Masa jabatan
12 Agustus 2010 –14 Mei 2011
PresidenS. R. Nathan
PendahuluJabatan dibentuk
Menteri Senior
Masa jabatan
28 November 1990 –12 Agustus 2004
PresidenWee Kim Wee
Ong Teng Cheong
S. R. Nathan
PendahuluS. Rajaratnam
PenggantiGoh Chok Tong
Perdana Menteri Singapurake-1
Masa jabatan
3 Juni 1959 –28 November 1990
PresidenYusof bin Ishak
Benjamin Henry Sheares
C. V. Devan Nair
Wee Kim Wee
WakilToh Chin Chye (1959-1968)
Goh Keng Swee (1968-1985)
Goh Chok Tong (1985-1990)
S. Rajaratnam (1980-1985)
Ong Teng Cheong (1985-1993)
PendahuluJabatan dibentuk
PenggantiGoh Chok Tong
Informasi pribadi
Lahir(1923-09-16)16 September 1923
Meninggal23 Maret 2015(2015-03-23) (umur 91)
Singapura
Partai politikPartai Tindakan Rakyat
Suami/istri
​
​
(m. 1950;meninggal 2010)​
Anak
Orang tua
Pendidikan

Lee Kuan Yew (bahasa Mandarin: 李光耀, Pinyin: Lǐ Guāngyào, 16 September 1923 – 23 Maret 2015) adalah Perdana Menteri Singapura dari tahun 1959–1990. Lee dianggap sebagai founding father dan pahlawan bagi negara Singapura modern, karena kepemimpinannya dalam mengubah Singapura dari negara baru yang miskin menjadi sebuah negara maju.

Biografi

Lee lahir pada tanggal 16 September 1923, dari pasangan Lee Chin Koon, seorang warga Singapura kelahiran Semarang,[1] dan Chua Jim Neo. Ia bersekolah di SD Telok Kurau, Raffles Institution dan Raffles College. Kuliahnya tertunda akibat Perang Dunia II dan pendudukan Jepang di Singapura pada 1942–1945. Pada masa itu, ia menjual Stikfas, sejenis lem yang dibuat dari tapioka, di pasar gelap. Lee yang sejak 1942 mengambil mata pelajaran bahasa Mandarin dan bahasa Jepang bekerja sebagai penulis laporan kilat Sekutu bagi Jepang serta menjadi editor bahasa Inggris untuk koran Jepang Hobudu (alat propaganda) dari 1943–1944.

Setelah perang berakhir, Lee mengambil jurusan hukum di Fitzwilliam College, Inggris. Di sana, ia terpapar ide-ide sosialis dan nasionalis anti-kolonial. Kemudian setelah lulus, ia kembali ke Singapura pada 1949 untuk bekerja sebagai pengacara di biro Laycock & Ong.

Karier politik

Pada 1954, Lee bersama sekelompok rekan kelas menengah yang berpendidikan di Inggris membentuk Partai Aksi Rakyat (PAP) untuk mendorong berdirinya pemerintahan Singapura yang berdaulat sehingga kolonialisme Britania Raya dapat berakhir. Lima tahun kemudian, pada 1959, Lee terpilih sebagai Perdana Menteri pertama Singapura, menggantikan mantan Kepala Menteri Singapura, David Saul Marshall. Lee kembali terpilih menjadi PM untuk ketujuh kalinya berturut-turut dalam kondisi Singapura yang bercondong kepada demokrasi terbatas (1963, 1968, 1972, 1976, 1980, 1984 dan 1988), hingga pengunduran dirinya pada November 1990 kemudian menjabat sebagai Menteri Senior pada kabinet Goh Chok Tong. Pada Agustus 2004, tatkala Goh mundur dan digantikan oleh anak Lee, Lee Hsien Loong, Goh menjabat sebagai Menteri Senior, dan Lee Kuan Yew menjabat posisi baru, yakni Menteri Mentor.

Perdana Menteri, Republik Singapura (1965–1990)

Terlepas dari peristiwa yang sangat penting itu, Lee tidak meminta parlemen bersidang untuk membahas berbagai persoalan yang akan segera dihadapi Singapura sebagai negara baru. Tanpa memberikan instruksi lebih lanjut mengenai siapa yang harus bertindak selama ketidakhadirannya, ia mengasingkan diri selama enam minggu di Changi Cottage dan tidak dapat dihubungi melalui telepon. Menurut Wakil Perdana Menteri saat itu, Toh Chin Chye, parlemen berada dalam keadaan "vakum" hingga sidang pada bulan Desember tahun tersebut.[2]

Pertahanan

Kerentanan Singapura sangat terasa akibat adanya ancaman dari berbagai pihak, termasuk kelompok komunis dan Indonesia dengan sikap konfrontatifnya. Situasi rentan ini diperparah oleh rencana penarikan pasukan Inggris dari wilayah sebelah timur Terusan Suez. Setelah Singapura diterima menjadi anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Lee segera mengupayakan pengakuan internasional atas kemerdekaan Singapura. Ia menunjuk Goh Keng Swee sebagai Menteri Dalam Negeri dan Pertahanan untuk membangun Angkatan Bersenjata Singapura (SAF) serta meminta bantuan dari negara-negara lain—khususnya Israel dan Taiwan—dalam hal saran, pelatihan, dan penyediaan fasilitas.[3] Agar tidak mencolok dan tidak menyinggung Malaysia dan Indonesia beserta Melayu-Islam Singapura, Singapura menyebut penasehat militer Israel di Singapura sebagai "orang Meksiko".[4][5] Pada tahun 1967, Lee memberlakukan wajib militer bagi seluruh warga negara laki-laki Singapura yang memenuhi syarat fisik dan berusia 18 tahun untuk menjalani Layanan Nasional (NS), baik di SAF, Kepolisian Singapura, maupun Pasukan Pertahanan Sipil Singapura. Pada tahun 1971, Singapura memiliki 17 batalion layanan nasional (16.000 personel), dengan 14 batalion (11.000 personel) di antaranya berstatus sebagai pasukan cadangan.[6] Pada 1975, Lee dengan Presiden Chiang Ching-kuo dari Taiwan menandatangani kesepakatan pertahanan yang memperbolehkan pasukan Singapura untuk berlatih di Taiwan dibawah kode "Project Starlight".[7]

Lingkungan

Lee menganggap bahwa pengondisi udara adalah sebuah temuan terpenting bagi Singapura pada abad ke-20.[8] Kualitas udara berkaitan dengan kualitas kerja; oleh karena itu, Lee memastikan pemasangan pendingin ruangan di kantor-kantor layanan sipil Singapura pada tahun 1960-an.[9] Ia mengira bahwa pemasangan pendingin udara berkontribusi terhadap kemajuan Singapura,[10] bahkan membuat Elon Musk mencuit di Twitter menyatakan bahwa Lee adalah seorang jenius saat membalas sebuah unggahan mengenai topik tersebut.[11]

Kebijakan Luar Negeri

Malaysia dan Mahathir Mohamad

Lee berharap dapat meningkatkan hubungan dengan Mahathir Mohamad setelah Mahathir diangkat menjadi Wakil Perdana Menteri. Mengetahui bahwa Mahathir akan menjadi Perdana Menteri Malaysia berikutnya, Lee mengundang Mahathir untuk berkunjung ke Singapura pada tahun 1978. Kunjungan pertama dan kunjungan-kunjungan berikutnya mempererat hubungan pribadi maupun diplomatik di antara keduanya. Mahathir mengeluarkan sebuah syarat, yakni meminta Lee untuk memutuskan hubungan Partai Tindakan Rakyat dengan Partai Tindakan Demokratik dan sebaliknya Mahathir tidak akan mengikut campuri urusan Melayu Singapura.[12]

Pada kematian Lee Kuan Yew, Mahathir menulis sebuah blog yang mengenang hubungannya dengan Lee. Ia menghormati Lee meskipun perbedaan diantara keduanya, menyatakan bahwa meskipun "saya khawatir kita tidak akan sepakat dalam sebagian besar masalah lain [...], kepergiannya menandai berakhirnya masa ketika mereka yang memperjuangkan kemerdekaan memimpin negara mereka dan memahami nilai kemerdekaan. ASEAN telah kehilangan kepemimpinan tegas setelah Presiden Soeharto dan Lee Kuan Yew".[13]

Indonesia

Pada Maret 1967, Presiden Indonesia Soekarno yang melancarkan Konfrontasi telah mengundurkan diri akibat tekanan dari militer yang dipimpin oleh Soeharto ditengah-tengah Gerakan 30 September. Suharto menyerahkan permohonan grasi atas Usman Janatin dan Harun Thohir, pelaku Pengeboman MacDonald House pada Maret 1965, namun Lee Kuan Yew menolak. Penolakan Lee Kuan Yew tersebut menyebabkan gedung Kedutaan Besar Singapura di Jakarta dikuasai massa demonstran Indonesia pada hari eksekusi mati kedua tokoh.[14][15] Bahkan menjelang hari hukuman mati, Soeharto memerintah agar seluruh warga Indonesia di Singapura untuk pulang.[16] Dua tahun setelah hukuman mati Usman Harun, Singapura mencoba untuk membangun hubungan dengan Indonesia. Soeharto memberi syarat kepada Lee menyatakan bahwa Lee dipersilakan datang ke Indonesia asalkan ia datang berziarah di kuburan Usman dan Harun di TMP Kalibata dan menaburkan bunga. Tidak berpikir panjang, Lee setuju dan pada 1973, Lee datang ke Indonesia dan datang berziarah.[17] Kunjungan Lee disusul kemudian oleh kunjungan Soeharto ke Singapura pada 1974.[18]

Hubungan Lee dan Soeharto berubah menjadi hubungan sahabat pribadi. Kedua pemimpin saling menganggap sesama mereka sebagai orang yang terpercaya dan bisa diandalkan. Lee bahkan masih berhubungan dengan Soeharto sampai Soeharto wafat pada 2008, bahkan menasihatinya dan anak-anaknya selama krisis keuangan Asia 1997-98 yang menyebabkan jatuhnya kekuasaan Suharto.[19]

Dibawah Lee, Singapura dan Indonesia menjalankan proyek-proyek bersama—seperti Kawasan Industri Batam, Bintan Resorts, Kesepakatan Air Riau, dan Area Latihan Manuver Tempur Udara di Pekanbaru—yang berjalan dengan lancar. Pelaksanaan yang cepat atas usulan pembangunan pabrik dan hotel oleh para investor asing membuktikan kejujuran dan keandalan Singapura di mata Soeharto.[20]

Mengenai penerus Soeharto, Lee pernah meragukan B. J. Habibie. Pada 1998 ketika Habibie menjadi calon wakil presiden, Lee menyatakan bahwa pasar meragukan pakar aeronautika itu dan percaya bahwa nilai Rupiah akan melemah. Soeharto tidak peduli dan mengangkat Habibie untuk menggantikan Try Sutrisno.[21] Setelah Soeharto mengundurkan diri, Habibie melontarkan pernyataan "Little red dot" dimana ia merasa marah kepada Lee karena tidak menghormatinya yang kemudian dikritik balik oleh penerusnya, Goh Chok Tong.[22][23] Habibie juga menyatakan bahwa Lee keliru setelah Habibie berhasil memperkuat nilai tukar Rupiah dari Rp.16,000 menjadi Rp.9,000. Melalui sebuah surat yang ia titipkan kepada Menteri BUMN Tanri Abeng, Lee meminta maaf karena telah meragukan Habibie dan memujinya.[21]

Meskipun di pihak yang berseberangan, Lee memiliki hubungan baik dengan putri Soekarno, Megawati Soekarnoputri. Megawati menganggap Lee sebagai mentornya dan ia sering bertemu Lee untuk mendapatkan nasehat.[24] Ia juga memiliki hubungan baik dengan Susilo Bambang Yudhoyono dimana ia kerap memberi saran dan pandangannya.[25]

Tiongkok

Setelah merdeka, Singapura tidak langsung mengakui Tiongkok. Hal ini karena apabila melakukannya, akan ada persepsi negatif pro-Tiongkok dan Singapura memilih untuk mengakui Tiongkok apabila Amerika Serikat dan negara Asia Tenggara lainnya siap mengakui Tiongkok secara sukarela.[26][27] Lee berkunjung ke Tiongkok pada 1976 dan selama di Tiongkok ia lakukan kegiatan kenegaraan dalam bahasa Inggris untuk menenangkan persepsi buruk negara lain dan menyatakan bahwa ia mewakili kepentingan Singapura, bukan "Tiongkok Ketiga"(Saat itu, Taiwan dan Tiongkok mengeklaim bahwa diri mereka adalah pemerintah Tiongkok yang sah).[28]

Pada November 1978, setelah Tiongkok stabil menyusul pergolakan politik pasca-wafatnya Mao Zedong dan jatuhnya Kelompok Empat, Deng Xiaoping mengunjungi Singapura dan bertemu dengan Lee. Deng sangat terkesan dengan pembangunan ekonomi, penghijauan, dan perumahan di Singapura; ia kemudian mengirim puluhan ribu warga Tiongkok ke Singapura dan berbagai negara di dunia untuk belajar dari pengalaman mereka serta membawa pulang pengetahuan tersebut sebagai bagian dari kebijakan reformasi dan keterbukaan yang dimulai pada bulan Desember 1978. Namun Lee berbalik menyarankan Deng Xiaoping untuk tidak mengekspor ideologi komunisme ke Asia Tenggara, yang kemudian diterima oleh Deng.[29][30] Lee memainkan peran dalam memajukan perekonomian Tiongkok dengan mengutus Goh Keng Swee sebagai penasehat Deng.[31]

Australia

Australia dibawah Robert Menzies menjadi negara pertama yang mengakui kemerdekaan Singapura.[32] Namun Lee memiliki hubungan yang tegang dengan John Gorton dan Gough Whitlam yang cenderung menarik kembali Australia dari Five Power Defence Arrangement (FPDA).[33] Lee terlibat dalam perdebatan sengit dengan Whitlam. Awalnya, Whitlam enggan menerima terlalu banyak pengungsi perahu Vietnam dan berupaya agar Singapura menampung para pengungsi pertama dari Perang Vietnam tersebut. Lee menanggapi hal itu dengan mengatakan bahwa Whitlam adalah "Perdana Menteri yang sangat simpatik, yang memandang kebijakan 'Australia Kulit Putih' sebagai sesuatu yang sangat tercela dan terkutuk; nah, inilah kesempatannya."[34] Lee mengkritik retorika pro-Asia Whitlam sebagai sekadar sikap politis semata, mengingat pendirian Whitlam terkait pengungsi perahu Vietnam serta tindakannya menghambat impor produk Asia ke Australia. Dalam memoarnya, Lee mengisahkan perdebatan sengitnya dengan Whitlam dalam pertemuan-pertemuan Persemakmuran. Lee menggambarkan Whitlam sebagai sosok yang "cerdas dan tanggap namun juga mudah naik pitam", serta merasa lega ketika masa jabatan Whitlam—yang dikenal "tajam dan ketus"—berakhir; ia menyebutnya sebagai "suatu kelegaan saat Gubernur Jenderal mereka memberhentikan Whitlam..."[34]

Hubungan Singapura dan Australia membaik dibawah Malcolm Fraser. Lee sangat menghargainya atas dukungannya dalam menghadapi komunisme dan mempertahankan FPDA.[34] Namun, Lee meminta Fraser untuk melakukan reformasi ekonomi di Australia, memicu komentar terkenal dari Lee bahwa Australia berisiko menjadi "sampah kulit putih miskin di Asia"[35] jika tidak membuka ekonominya. Komentar Lee disebar luas di kalangan politik Australia. Bob Hawke yang memimpin Partai Buruh Australia menuju kemenangan pemilu 1983 melawan Fraser menyatakan, "Saya merasa [Lee] benar, dan komentarnya yang pahit tetapi benar tersebut membangkitkan tekad saya untuk melakukan reformasi yang akan menyelamatkan kita dari nasib itu dan menuntun kita ke arah yang lebih cerah".[35] Ketika Lee meninggal dunia, Hawke mengenang, "Lee Kuan Yew adalah teman terbaik Australia, meskipun terkadang blak-blakan".[35]

Lee sangat mendukung Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik yang digaungkan oleh Australia pada 1989.[34]

Menteri Mentor (2004–2011)

Setelah pemilihan umum Singapura 2011 dimana Partai Pekerja, sebuah partai oposisi besar di Singapura, meraih pencapaian luar biasa dengan memenangkan Daerah Pemilihan Perwakilan Kelompok (GRC), Lee menyatakan bahwa ia akan meninggalkan kabinet supaya ia bisa memberikan putranya, Lee Hsien Loong dan jajaran kabinetnya sebuah lembaran baru.[36] Beberapa analis, seperti ekonom Citigroup Kit Wei Zheng, berpendapat bahwa Kuan Yew turut berkontribusi terhadap buruknya kinerja PAP.[37] Terutama, ia melontarkan pernyataan saat berkampanye di Aljunied bahwa pemilih memiliki "lima tahun untuk hidup dan bertobat" jika memilih Partai Pekerja. Hal ini dipandang oleh sebagian pihak sebagai langkah yang justru merugikan PAP, karena pihak oposisi kemudian berhasil memenangkan Aljunied.[38]

Kontroversi

Lee dianggap sebagai seorang otoriter yang condong kepada kaum elit. Lee sendiri pernah dikutip mengatakan bahwa ia lebih suka ditakuti daripada disayangi rakyatnya.

Lee melaksanakan beberapa peraturan keras guna menekan kaum oposisi dan kebebasan berpendapat, misalnya penuntutan perkara pemfitnahan hingga membangkrutkan musuh-musuh politiknya. Pada suatu perkara misalnya, setelah putusan pengadilan yang condong kepada Lee digulingkan oleh Dewan Penasihat, pemerintah menghapuskan hak untuk naik banding kepada Dewan. Selama Lee menjabat sebagai PM (1965–1990), ia memenjarakan Chia Thye Poh, mantan anggota Parlemen partai oposisi Barisan Sosialis, selama 22 tahun berdasarkan UU Keamanan Dalam Negeri. Chia bebas pada tahun 1989. Untuk memberikan wewenang penuh kepada para hakim dalam keputusan mereka, Lee menghapuskan sistem juri dalam pengadilan Singapura.

Nepotisme

Beberapa anggota keluarga Lee memegang posisi terkemuka di berbagai aspek kehidupan di Singapura. Istri Lee, Kwa Geok Choo, tadinya merupakan salah satu kompanyon biro pengacara terkemuka Lee & Lee. Sedangkan anak-anaknya memegang posisi di berbagai badan usaha milik negara. Lee Hsien Loong kini menjabat sebagai Perdana Menteri sekaligus Menteri Keuangan Singapura serta Wakil Ketua Perusahaan Investasi Pemerintah (GIC) Singapura (ketuanya ialah ayahnya). Lee Hsien Yang memegang posisi penting di perusahaan telekomunikasi SingTel. Anak perempuannya, Lee Wei Ling, mengurus Institusi Saraf Nasional. Menantu perempuannya, Ho Ching (istri Lee Hsien Loong), mengurus Temasek Holdings, sebuah perusahaan perseroan terkemuka yang memegang saham mayoritas di berbagai perusahaan pemerintah. Lee acapkali membantah tuduhan nepotisme dengan argumen posisi terkemuka yang dipegang anggota keluarganya berdasarkan prestasi masing-masing.

Memoar

Lee Kuan Yew telah menulis dua set buku riwayat hidup: The Singapore Story, pandangannya mengenai sejarah Singapura hingga negara itu keluar dari Federasi Malaysia pada 1965, dan From Third World to First: The Singapore Story, pandangannya mengenai perubahan Singapura menjadi negara maju.

Nilai dan kepercayaan

Lee merupakan salah satu peyokong terkemuka norma Asia, walaupun definisi yang dimaksudkannya kerap diperdebatkan. Lee juga mendukung tindakan egenetika. Pada suatu wawancara dengan koran The Straits Times, Lee mengakui dirinya seorang agnostik.

Kritikan terhadap Pengucilan Tionghoa

Pada 15 September 2006, Lee Kuan Yew dalam Raffles Forum yang diselenggarakan oleh Fakultas Kebijakan Publik Universitas Nasional Singapura menyatakan bahwa Indonesia dan Malaysia secara sistematis menerapkan kebijakan yang merugikan warga Tionghoa kedua negara dengan membawa topik seperti Kerusuhan Mei 1998 dan Ketuanan Melayu, memicu insiden diplomatik diantara kedua pihak.[39] Ia kemudian menjelaskan mengenai pengucilan sistematis terhadap Tionghoa-Malaysia di Malaysia, menyebabkan pemerintah Malaysia mengeluarkan reaksi keras. Banyak politikus Indonesia dan Malaysia geram mendengar pernyataan Lee Kuan Yew dan meminta pemerintah Singapura untuk memberi penjelasan.[40][41]

Mantan Perdana Menteri Mahathir Mohamad menyatakan bahwa ucapan Lee adalah ucapan yang sombong dan tidak menghormati negara tetangga. Mahathir juga berbalik argumen Lee menyatakan bahwa Singapura telah melakukan hal yang sama kepada warga Melayu Singapura dan minoritas India dan Eurasia. Indonesia. Sementara di Indonesia, mantan Presiden B. J. Habibie yang mendengar Lee menyentil dirinya mengenai pernyataan "Little red dot" memberi klarifikasi bahwa ia sebenarnya ingin menginspirasi pemuda Indonesia untuk belajar dari Singapura, namun pemerintah Singapura salah menafsirkan pernyataan tersebut dan mengira bahwa Habibie sedang menghina Singapura. Pada 30 September, Lee menyampaikan permintaan maafnya kepada perdana menteri Abdullah Ahmad Badawi atas ucapannya,[42][43][44] namun ia tidak menarik ucapan tersebut secara penuh.[45][46]

Islam

Pada tahun 1999, dalam sebuah forum diskusi, Lee ditanya apakah ikatan emosional berbagai kelompok etnis di Singapura dapat menjadi penghalang bagi pembangunan bangsa. Lee menjawab bahwa sepertinya ada, seperti keengganan orang Melayu atau orang Islam yang religius di Angkatan Bersenjata Singapura (SAF) untuk berjuang mempertahankan bangsa di perang hipotesis dengan Malaysia.[47]

Pada tahun 2011, bocoran kawat diplomatik dari WikiLeaks mengaitkan Lee dengan sejumlah komentar kontroversial mengenai Islam. Kawat tersebut mengutip pernyataan Lee yang menyebut Islam sebagai "agama yang penuh racun". Lee menepis pernyataan tersebut sebagai hal yang "tidak benar"; setelah memeriksa catatan pertemuan milik Kementerian Luar Negeri (MFA) dan tidak menemukan bukti adanya klaim semacam itu, ia menegaskan bahwa saat itu ia sebenarnya sedang merujuk pada kelompok ekstremis seperti Jemaah Islamiyah (JI). Ia menambahkan bahwa ia mengakui sebagian besar umat Islam di Singapura bersikap rasional, dan bahwa salah satu solusi untuk mengatasi ekstremisme adalah dengan memberikan "keberanian kepada umat Islam moderat untuk tampil dan bersuara menentang kaum radikal yang membajak Islam demi merekrut sukarelawan bagi tujuan kekerasan mereka".[48][49]

Lee pernah menyatakan bahwa Muslim Singapura sulit beradaptasi karena harus menjalankan ajaran Islam dan meminta mereka untuk "tidak terlalu ketat dalam menaati agama". Reaksi ini memicu amarah di kalangan Muslim Singapura, baik pemimpin masyarakat sampai anggota parlemen, sampai putranya, Lee Hsien Loong mengeluarkan pernyataan keras menyatakan bahwa ia tidak sepandangan dengan ayahnya dan ia menghormati Melayu-Islam "yang telah banyak berjasa dalam memperkuat harmoni dan kohesi sosial kita." Lee pada akhirnya mengakui bahwa memang ada upaya di Melayu-Islam untuk berintegrasi di masyarakat dan komentarnya sudah "ketinggalan jaman" dan mengharapkan agar tren positif tersebut berlanjut.[50][51]

Silsilah Lee Kuan Yew

Silsilah Lee Kuan Yew
Lee Bok Boon
1846-1920
Seow Huan Neo
1850-1931 perk.
Lee Hoon Leong
l. 1871-1942
Ko Liem Nio
l. 1883-1959
Lee Chin Koon
1903-1997
Chua Jim Neo
1907-1980
Lee Kuan Yew
1923-2015
Kwa Geok Choo
1920-2010
Wong Ming Yang
1951-1982
Lee Hsien Loong
l. 1952
Ho Ching
l. 1953
Lee Wei Ling
l. 1955
Lee Hsien Yang
l. 1957
Lim Suet Fern
l. 1957
Li Xiuqi
l. 1980
Li Yipeng
l. 1982
Li Hongyi
l. 1987
Li Haoyi
l. 1989
Li Shengwu
l. 1985
Li Huanwu
l. 1986
Li Shaowu
l. 1995
Catatan:

Saudara-saudara Lee Kuan Yew adalah:

  • Dennis Lee Kim Yew (1925-2003) - pengacara dan anggota Lee & Lee
    • Gloria Lee (Woo) Sau Yin, istri[52]
  • Freddy Lee Thiam Yew (1927-2012) - pialang saham dan mantan ketua Ballas and Company
    • Eleanor Ngo Puay Chin, istri[52]
  • Dr Lee Suan Yew (l. 1934) - Presiden Singapore Medical Council
    • Pamela Chong, istri Dr Lee[52]
  • Monica Lee Kim Mon[52]

Penghargaan

Referensi

  1. ↑ Lee Chin Koon
  2. ↑ Chew 2015, hlm. 161. sfn error: tanpa target: CITEREFChew2015 (bantuan)
  3. ↑ Lee 2000, hlm. 14. sfn error: tanpa target: CITEREFLee2000 (bantuan)
  4. ↑ "Singapore, "Gandhi" and the Mexicans". WRMEA (dalam bahasa Inggris (Britania)). 2010-04-22. Diakses tanggal 2026-03-08.
  5. ↑ "The first military advisors sent from Israel to S'pore were called 'Mexicans' in order to be discreet". mothership.sg (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-03-08.
  6. ↑ Lee 2000, hlm. 41. sfn error: tanpa target: CITEREFLee2000 (bantuan)
  7. ↑ Wong, Qiqi (30 November 2016). "Background of Project Starlight". Unscrambled. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 20 September 2021. Diakses tanggal 22 Agustus 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. ↑ Roesler, Sascha (2022). City, Climate, and Architecture: A Theory of Collective Practice. Walter De Gruyter Incorporated. hlm. 220.
  9. ↑ Green Asia: Ecocultures, Sustainable Lifestyles, and Ethical Consumption. Taylor & Francis. 2016. hlm. 2001.
  10. ↑ Lee, Katy (2015-03-23). "Singapore's founding father thought air conditioning was the secret to his country's success". Vox (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-08-17.
  11. ↑ "Elon Musk says Singapore's founding PM Lee Kuan Yew was a 'genius' — because of air conditioning". Yahoo News Malaysia (dalam bahasa Inggris). 2026-06-25. Diakses tanggal 2026-08-17.
  12. ↑ Lin, Chang Li (2003). "SINGAPORE'S TROUBLED RELATIONS WITH MALAYSIA: A Singapore Perspective". Southeast Asian Affairs: 259–274. ISSN 0377-5437. JSTOR 27913238. Diakses tanggal 29 April 2025.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  13. ↑ "Kuan Yew and I". chedet.cc. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2 Oktober 2016. Diakses tanggal 4 Juni 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  14. ↑ "Indonesians Wreck Singapore Embassy". The Glasgow Herald (dipublikasikan 18 Oktober 1968). 17 Oktober 1968. hlm. 15. Diakses tanggal 12 Agustus 2025 – via Google Books.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  15. ↑ "Jakarta Angry at Hangings".
  16. ↑ "54 Tahun Kematian Usman dan Harun, Soeharto Minta Lee Kuan Yew Tabur Bunga di Makam Keduanya". Tempo. 17 Oktober 2022 | 14.22 WIB. Diakses tanggal 2026-08-17.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  17. ↑ Sebastian, Leonard C. (2024) [3 May 2024]. "10". Dalam Koh, Gillian (ed.). Commentary On Singapore. Vol. 1: Foreign Policy, Governance And Leadership. Singapore: World Scientific Publishing Company. Overview. ISBN 9789811264566. Diakses tanggal 12 Agustus 2025 – via Google Books.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  18. ↑ Konfrontasi: Why It Still Matters to Singapore, Daniel Wei Boon Chua, RSIS Commentary, No. 054 – 16 March 2015, S. Rajaratnam School of International Studies, Nanyang Technological University
  19. ↑ "Lee Kuan Yew and Suharto: Friends till the end". The Straits Times. 8 April 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  20. ↑ "Lee Kuan Yew and Suharto: Friends till the end". The Straits Times. 8 April 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  21. 1 2 Sudrajat. "Lee Kuan Yew Sempat Mencibir Habibie, Kemudian Minta Maaf dan Memuji". detiknews. Diakses tanggal 2026-08-17.
  22. ↑ Pereira, Derwin (2015-07-17). "Habibie's remarks a call for validation, says aide". Pereira International (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-08-17.
  23. ↑ Sudrajat. "Lee Kuan Yew dan Dubes AS Tolak Habibie Jadi Wapres". detiknews. Diakses tanggal 2026-08-17.
  24. ↑ Firdaus, Febriana (2015-03-25). "Lee Kuan Yew, Sukarno, dan Megawati". RAPPLER (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-08-17.
  25. ↑ antaranews.com (2014-09-03). "SBY katakan saya selalu hargai analisis Lee Kuan Yew yang tajam". Antara News. Diakses tanggal 2026-08-17.
  26. ↑ "Transcript of an interview with Prime Minister Lee Kuan Yew by David Cox of London Weekend Television, recorded in Kingston, Jamaica, in May 1975" (PDF). National Archives of Singapore. 1975. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 19 September 2017. Diakses tanggal 17 Juli 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  27. ↑ Koh, Tommy (15 Maret 2016). "Taking stock of Singapore-China ties – past, present and future". The Straits Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 24 Agustus 2017. Diakses tanggal 24 Agustus 2017.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  28. ↑ Nahui, Chen; Li, Xue (5 Desember 2016). "Lee Kuan Yew's Legacy for China-Singapore Relations". The Diplomat (dalam bahasa American English). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 12 Agustus 2017. Diakses tanggal 22 Maret 2023.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  29. ↑ "MFA, Singapore Press Release". App.mfa.gov.sg. 29 Desember 2005. Diarsipkan dari asli tanggal 2 Maret 2012. Diakses tanggal 27 November 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  30. ↑ Lee Kuan Yew, From Third World to First: The Singapore Story, 1965–2000, Volume 2 (HarperCollins: 2000), pp. 595–603
  31. ↑ Yeo, George (13 November 2018). "Deng Xiaoping visited S'pore in 1978. Here's the impact it left on Sino-S'pore relations 40 years on". mothership.sg. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 20 April 2020. Diakses tanggal 27 April 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  32. ↑ "Fifty Years of Singapore-Australian Relations: An Enduring Strategic Partnership". S. Rajaratnam School of International Studies.
  33. ↑ "Lee Kuan Yew was Australia's sharp-tongued friend in Asia". Australian Financial Review.
  34. 1 2 3 4 "Lee Kuan Yew and Oz". Australian Strategic Policy Institute. 24 Maret 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  35. 1 2 3 "The poor white trash of Asia: a phrase that changed an economy". Australian Financial Review.
  36. ↑ "SM Goh, MM Lee to leave Cabinet". Singapore: Channel NewsAsia. 14 Mei 2011. Diarsipkan dari asli tanggal 15 Mei 2011. Diakses tanggal 14 Mei 2011.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  37. ↑ "'Father of Singapore' Lee Kuan Yew Dies at 91". Time (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 11 Desember 2019. Diakses tanggal 10 April 2020.{{cite magazine}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  38. ↑ "Reasons behind Aljunied swing". asiaone.com (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 29 Oktober 2017. Diakses tanggal 27 April 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  39. ↑ "李光耀称马来西亚和印尼华人被边缘化引来批评_新闻中心_新浪网". news.sina.com.cn. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 7 Februari 2021. Diakses tanggal 29 Januari 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  40. ↑ "指"大马华人被边缘化" 首相要李光耀解释". archive.kwongwah.com.my. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 7 Februari 2021. Diakses tanggal 8 Januari 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  41. ↑ "批李光耀深陷旧种族主义框框安华:全民公正取代边缘论". Malaysiakini (dalam bahasa Tionghoa). 2 Oktober 2006. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 9 Maret 2021. Diakses tanggal 29 Januari 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  42. ↑ ""华人被边缘化"言论掀波李光耀已覆函阿都拉". Malaysiakini (dalam bahasa Tionghoa). 30 September 2006. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 9 Maret 2021. Diakses tanggal 8 Januari 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  43. ↑ "阿都拉不满意李光耀解释巫统抨击把马哈迪拖下水". Malaysiakini (dalam bahasa Tionghoa). 3 Oktober 2006. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 9 Maret 2021. Diakses tanggal 29 Januari 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  44. ↑ "Singapore's Lee Kuan Yew replies to Malaysian PM The Star". www.thestar.com.my. 30 September 2006. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 7 Februari 2021. Diakses tanggal 29 Januari 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  45. ↑ "华人边缘化:李光耀道歉但不收回" (dalam bahasa Inggris (Britania)). 3 Oktober 2006. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 9 Maret 2021. Diakses tanggal 8 Januari 2021.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  46. ↑ 实习记者黄思颍 (3 Oktober 2006). "分析家:李光耀根本没道歉!". Malaysiakini (dalam bahasa Tionghoa). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 9 Maret 2021. Diakses tanggal 29 Januari 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  47. ↑ "Lee Kuan Yew's remarks on Malays". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 Februari 2015. Diakses tanggal 30 Maret 2015.
  48. ↑ Allison, Graham (2013). Lee Kuan Yew – The Grand Master's Insights on China, the United States, and the World. Cambridge, MA: MIT Press. hlm. 76.
  49. ↑ Current Affairs, Mr Lee Kuan Yew's response to wikileaks' claim Diarsipkan 11 Agustus 2017 di Wayback Machine, The Online Citizen, 5 September 2011.
  50. ↑ "Singapore's Lee backtracks on Muslim comments'" Diarsipkan 9 Agustus 2013 di Wayback Machine Channel NewsAsia, 28 January 2011.
  51. ↑ Current Affairs, Politics, MM Lee speaks again on Malay-Muslim integration Diarsipkan 11 Agustus 2017 di Wayback Machine, The Online Citizen, 4 October 2011.
  52. 1 2 3 4 http://eresources.nlb.gov.sg/printheritage/image.aspx?id=387e8bd2-5972-47e6-80bc-63ecd4120f74
  53. 1 2 3 4 5 "Bio of Lee Kuan Yew". Government of Singapore. Diarsipkan dari asli tanggal 26 September 2008. Diakses tanggal 10 September 2008.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  54. ↑ Author (1990-02-17). "Highest state and military awards for Brunei Sultan". NewspaperSG. Diakses tanggal 2024-10-27.{{cite web}}: |last= memiliki nama generik
  55. ↑ "The Order of Sikatuna". Official Gazette.
  56. ↑ www.nas.gov.sg https://www.nas.gov.sg/archivesonline/photographs/record-details/def2f63e-1161-11e3-83d5-0050568939ad. Diakses tanggal 2026-05-07.{{cite web}}: |title= tidak ada atau kosong
  57. ↑ Suryadinata, Leo (2012). Southeast Asian Personalities of Chinese Descent: Biographical dictionary. Singapura: Institute of Southeast Asian Studies. hlm. 524. ISBN 978981434521.{{cite book}}: Periksa nilai |isbn=: panjangPemeliharaan CS1: Status URL (link)
  58. ↑ "Prime Minister's Office - Cabinet Appointments". web.archive.org. 2008-09-26. Diarsipkan dari versi asli pada 2008-09-26. Diakses tanggal 2023-05-25.
  59. ↑ "Lee Kuan Yew to be conferred one of Japan's highest awards". Channel NewsAsia. Singapore. 3 Februari 2016. Diarsipkan dari asli tanggal 6 Februari 2016. Diakses tanggal 8 Februari 2016.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  60. ↑ Chan, Joanne (21 Februari 2012). "Lee Kuan Yew conferred Order of Friendship by Kazakhstan". Channel NewsAsia. Singapore. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 22 Februari 2012. Diakses tanggal 21 Februari 2012.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  61. ↑ KTV 아카이브 (2016-12-08), 대한뉴스 제 1261호-대통령 동정, diakses tanggal 2024-08-17
  62. ↑ "Senarai Penuh Penerima Darjah Kebesaran, Bintang dan Pingat Persekutuan Tahun 1961" (PDF).
  63. ↑ "PM to receive the highest Johor award". NewspaperSG. 1984-04-07. Diakses tanggal 2024-11-26.
  64. ↑ "President and PM get Pakistan's top awards". NewspaperSG. 1983-08-01. Diakses tanggal 2024-11-26.
  65. ↑ Hoe Yeen Nie (16 November 2009). "Russia, S'pore move towards closer ties with new governmental body". Channel NewsAsia. Singapore. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 Juni 2011. Diakses tanggal 22 Maret 2011.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  66. ↑ Kumar, Chitra (6 Januari 2014). "Former MM Lee Kuan Yew conferred Russia's Order of Honour". Channel NewsAsia. Singapore. Diarsipkan dari asli tanggal 6 Januari 2014. Diakses tanggal 6 Januari 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Wikiquote memiliki koleksi kutipan yang berkaitan dengan: Lee Kuan Yew.
Didahului oleh:
—
Perdana Menteri Singapura
1965-1990
Diteruskan oleh:
Goh Chok Tong
Didahului oleh:
S Rajaratnam
Menteri Senior Singapura
1990-2004
Diteruskan oleh:
Goh Chok Tong
Didahului oleh:
—
Menteri Mentor Singapura
2004–2011
Diteruskan oleh:
Jabatan dihapuskan
Lambang Nasional Singapura
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan