Sabtu, 24 Oktober 2026
09:25 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Pengeboman MacDonald House

Pengeboman MacDonald House

Pengeboman MacDonald House terjadi pada tanggal 10 Maret 1965 di gedung Hongkong and Shanghai Bank yang terletak di Orchard Road, Singapura

Bagikan:
Pengeboman MacDonald House
Bagian dari Konfrontasi Indonesia–Malaysia
250px-MacdonaldHouse.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
MacDonald House pada tahun 2018
osm-intl,6,1.2991972222222,103.84603611111,250x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Pengeboman_MacDonald_House&revid=29385119&groups=_b3ca5d785a3e30dd2e2393afcbad7b1b124f7d7b&parser=parsoid
Lokasi1°17′57.11″N 103°50′45.73″E / 1.2991972°N 103.8460361°E / 1.2991972; 103.8460361
Singapura
TanggalMaret 10, 1965;61 tahun lalu (1965-03-10)
15:07 (UTC+08:00)
SasaranMacDonald House
Jenis serangan
Pengeboman, pembunuhan massal, terorisme
SenjataBom nitrogliserin
Tewas3
Luka33
KorbanElizabeth Suzie Choo
Juliet Koh
Mohammed Yasin bin Kesit
PelakuKorps Marinir Republik Indonesia
PenyerangHarun Thohir
Usman bin Haji Muhammad Ali
Jml.  pelaku
2
MotifPenentangan terhadap pembentukan Malaysia, terorisme
TerdugaHarun Thohir
Usman bin Haji Muhammad Ali
DakwaanPembunuhan (×3)
VonisMati
DakwaanBersalah
Bagian dari seri artikel mengenai
Sejarah Singapura
250px-Coat_of_arms_of_Singapore.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sejarah awal Singapura (pra-1819)
Pendirian Singapura modern (1819–1826)
Negeri-Negeri Selat (1826–67)
Koloni mahkota (1867–1942)
Pertempuran Singapura (1942)
Pendudukan Jepang (1942–45)
Masa setelah perang (1945–62)
Pemerintahan dalam negeri sendiri (1955–1962)
Penggabungan dengan Malaysia (1962–65)
Republik Singapura (1965–sekarang)
Bagian dari
Pembentukan Malaysia
120px-Flag_of_Malaysia.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peristiwa
Undang-Undang Dasar Malaysia
Komisi Cobbold
 • Perjanjian 18 hal
 • Perjanjian 20 hal
Referendum Singapura
Pemberontakan Komunis di Sarawak
Perompakan di Laut Sulu
 • Serangan lintas perbatasan di Sabah
 • Konflik Moro
Pemberontakan Brunei
 • Federasi Borneo Utara
Konfrontasi Indonesia–Malaysia
Perjanjian Manila
Maphilindo
Pemerintahan sendiri Sarawak
Undang-Undang Malaysia 1963
Pemerintahan sendiri Borneo Utara
Proklamasi Malaysia
Operasi Claret
Kerusuhan rasial 1964 di Singapura
Hubungan PAR–UMNO
Proklamasi Singapura
Resolusi 213 Dewan Keamanan PBB
Perjanjian Singapura
Krisis Thailand Selatan
Tragedi Double Six
Peristiwa Memali
Sengketa Pedra Branca

Pengeboman MacDonald House merupakan serangan teroris oleh Republik Indonesia era Presiden Sukarno yang terjadi di Singapura pada 10 Maret 1965 pukul 15.07 waktu setempat. Sebuah bom yang ditanam di MacDonald House di Orchard Road meledak, menewaskan dua orang dan melukai 33 lainnya. Sebagian bangunan juga rusak akibat bom. Korban ketiga pemboman tersebut meninggal dua hari kemudian setelah koma. Seperti yang dilakukan oleh Teroris Marinir Indonesia Harun bin Said dan Usman bin Haji Muhammad Ali, pengeboman tersebut berdampak pada hubungan bilateral Indonesia dan Singapura.[1]

Bom nitrogliserin ditanam sebagai bagian dari Konfrontasi Indonesia–Malaysia, konflik antara Indonesia dan Malaysia mengenai penolakan Indonesia terhadap pembentukan Malaysia. Pada saat itu, Singapura masih merupakan negara otonom di Malaysia. Mereka awalnya diperintahkan untuk mengebom pembangkit listrik tetapi malah pergi ke MacDonald House. Saat itu, gedung tersebut digunakan oleh Hongkong and Shanghai Bank (HSBC), Komisi Tinggi Australia, dan Konsulat Jepang. Kedua marinir tersebut kemudian berusaha melarikan diri dari Singapura tetapi ditangkap oleh Polisi Penjaga Pantai. Mereka didakwa melakukan pembunuhan terhadap tiga korban, meski pengeboman itu sendiri tidak disebutkan dalam dakwaan. Mereka diadili di Pengadilan Tinggi dan setelah persidangan selama 13 hari, dinyatakan bersalah atas tuduhan pembunuhan dan dijatuhi hukuman mati. Meskipun ada banyak permohonan, termasuk permohonan grasi dari Presiden Indonesia Soeharto, mereka digantung pada 17 Oktober 1968, menyebabkan sekitar 300 mahasiswa bacul menggerebek Kedutaan Besar Singapura di Jakarta.

Setelah pemboman tersebut, langkah-langkah keamanan untuk gedung-gedung ditingkatkan, terutama dengan paket-paket. Pemboman tersebut merenggangkan hubungan bilateral antara Indonesia dan Singapura hingga tahun 1973, ketika Perdana Menteri Singapura Lee Kuan Yew pergi ke Indonesia dan menaburkan bunga di atas kuburan para marinir, yang sebagian besar memulihkan hubungan bilateral antara kedua negara. Hubungan bilateral Singapura–Indonesia kembali terdampak pada tahun 2014 setelah penamaan KRI Usman Harun diambil dari nama Harun dan Usman. Indonesia secara resmi meminta maaf atas penamaan tersebut namun mengklarifikasi bahwa pemberian nama tersebut tidak dapat diubah. Sebuah peringatan di Dhoby Ghaut Green yang didedikasikan untuk para korban Konfrontasi dibuka pada tahun 2015.[2][3]

Referensi

  1. ↑ Jackie Sam; Philip Khoo; Cheong Yip Seng; Abul Fazil; Roderick Pestana; Gabriel Lee (11 Maret 1965). "Terror Bomb kills 2 Girls at Bank" (cetak ulang). The Straits Times.
  2. ↑ MacDonald House attack still strikes home in S'pore, The Jakarta Post, 13 Februari 2014
  3. ↑ Singapore from Settlement to Nation Pre-1819 to 1971 (Edisi 6). Singapura: Marshall Cavendish Education. hlm. 196–197.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan