Jumat, 16 Oktober 2026
12:49 WIB
TERKINI
Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo
Komisi Cobbold

Komisi Cobbold

Bagikan:
Laporan Komisi Penasehat Borneo Utara dan Sarawak 1962
Dibuat17 Januari 1962
Ratifikasi21 Juni 1962
LokasiArsip Nasional,
Kew, Richmond,
Surrey TW9 4DU,
United Kingdom
PenulisKomisi Penasehat Borneo Utara dan Sarawak 1961-1962
PenandatanganBritania Raya Lord Cobbold
Federasi Malaya Wong Pow Nee
Federasi Malaya Ghazali Shafie
Britania Raya Anthony Abell
Britania Raya David Watherston
TujuanPembentukan Malaysia, 1961 - 1963
Bagian dari
Pembentukan Malaysia
120px-Flag_of_Malaysia.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peristiwa
Undang-Undang Dasar Malaysia
Komisi Cobbold
 • Perjanjian 18 hal
 • Perjanjian 20 hal
Referendum Singapura
Pemberontakan Komunis di Sarawak
Perompakan di Laut Sulu
 • Serangan lintas perbatasan di Sabah
 • Konflik Moro
Pemberontakan Brunei
 • Federasi Borneo Utara
Konfrontasi Indonesia–Malaysia
Perjanjian Manila
Maphilindo
Pemerintahan sendiri Sarawak
Undang-Undang Malaysia 1963
Pemerintahan sendiri Borneo Utara
Proklamasi Malaysia
Operasi Claret
Kerusuhan rasial 1964 di Singapura
Hubungan PAR–UMNO
Proklamasi Singapura
Resolusi 213 Dewan Keamanan PBB
Perjanjian Singapura
Krisis Thailand Selatan
Tragedi Double Six
Peristiwa Memali
Sengketa Pedra Branca

Komisi Cobbold, adalah sebuah Komisi Penasihat yang dibuat untuk menentukan apakah orang-orang Borneo Utara (sekarang Sabah dan Sarawak) mendukung usulan pembentukan Federasi Malaysia yang terdiri dari Malaya, Brunei, Singapura, Borneo Utara, dan Sarawak.[1][2] Komisi tersebut juga bertugas merancang Konstitusi Malaysia sebelum pembentukan Malaysia pada 16 September 1963.[3] Komisi tersebut dikepalai oleh mantan gubernur Bank Inggris, Lord Cobbold.

Anggota

250px-Signing-of-the-Cobbold-Report-of-the-Commission-of-Enquiry-North-Borneo-and-Sarawak.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Para anggota.

Anggota Komisi tersebut adalah:

Referensi

  1. ↑ "Malaysia and the non-fulfilment of two agreements with Sabah and Sarawak - Tengku Razaleigh Hamzah". Diarsipkan dari asli tanggal 2016-03-03. Diakses tanggal 2017-01-18.
  2. ↑ The call for a review of the safeguards for Sabah and Sarawak and their status as equal partners to Malaya by Tengku Razaleigh Hamzah needs to be brought up in parliament.
  3. ↑ "No.10760: Agreement relating to Malaysia" (PDF). United Nations Treaty Collection. United Nations. Juli 1963. Diarsipkan dari asli (pdf) tanggal 2011-05-14. Diakses tanggal 2010-07-29.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan