Senin, 19 Oktober 2026
22:23 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global

Konservatisme tradisional

ideologi politik

Bagikan:
Bagian dari seri
Konservatisme
120px-Blue_flag_waving.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tokoh

Konservatisme tradisional, sering dikenal sebagai konservatisme klasik, adalah filsafat politik dan sosial yang menekankan pentingnya prinsip-prinsip moral transenden yang diwujudkan melalui hukum alam tertentu yang harus dipatuhi masyarakat dengan bijaksana.[1] Di dunia Barat, konservatisme tradisional didasarkan pada pandangan politik Aristoteles dan Edmund Burke.[1] Kaum tradisionalis menghargai ikatan sosial dan pelestarian institusi leluhur di atas apa yang mereka lihat sebagai individualisme yang berlebihan.[1]

Konsep adat, konvensi, dan tradisi sangat ditekankan dalam konservatisme tradisional.[2] Alasan teoretis dianggap sebagai kepentingan yang bersifat sekunder dibandingkan alasan praktis.[2] Negara juga dipandang sebagai usaha sosial yang bersifat spritual dan organis. Kaum tradisionalis melihat bahwa setiap perubahan muncul secara spontan dari tradisi masyarakat, bukan sebagai konsekuensi dari pemikiran yang disengaja dan beralasan. Kepemimpinan, otoritas, dan hierarki dipandang sebagai hal yang wajar bagi manusia.[2] Tradisionalisme muncul di Eropa sepanjang abad ke-18, sebagian besar sebagai reaksi terhadap kekacauan Revolusi Inggris dan Prancis. Konservatisme tradisional mulai memantapkan dirinya sebagai kekuatan intelektual dan politik pada pertengahan abad ke-20.[3]

Rujukan

  1. 1 2 3 Deutsch & Fishman 2010, hlm. 2. sfn error: tanpa target: CITEREFDeutschFishman2010 (bantuan)
  2. 1 2 3 Vincent 2009, hlm. 63. sfn error: tanpa target: CITEREFVincent2009 (bantuan)
  3. ↑ Sedgwick, Mark (2009). Against the Modern World: Traditionalism and the Secret Intellectual History of the Twentieth Century. Oxford University Press.
Ikon rintisan

Artikel bertopik politik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan