Tony Abbott | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
Abbott pada 2010 | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Perdana Menteri Australiake-28 | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Masa jabatan 18 September 2013 –15 September 2015 | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Penguasa monarki | Elizabeth II | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Gubernur Jenderal | Quentin Bryce Peter Cosgrove | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Wakil | Warren Truss | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Pendahulu | Kevin Rudd | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Pengganti | Malcolm Turnbull | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Pemimpin Oposisi ke-32 | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Masa jabatan 1 Desember 2009 –18 September 2013 | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Wakil | Julie Bishop | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Pendahulu | Malcolm Turnbull | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Pengganti | Chris Bowen | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Pemimpin Partai Liberal ke-13 | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Masa jabatan 1 Desember 2009 –14 September 2015 | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Wakil | Julie Bishop | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Pendahulu | Malcolm Turnbull | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Pengganti | Malcolm Turnbull | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Anggota Australia Parliament dapil Warringah | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Masa jabatan 26 Maret 1994 –18 Mei 2019 | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Pendahulu | Michael MacKellar | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Pengganti | Zali Steggall | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Penasihat Dewan Perdagangan Britania Raya | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Masa jabatan 4 September 2020 [1] –Oktober 2024 | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Presiden | Liz Truss Anne-Marie Trevelyan Kemi Badenoch Jonathan Reynolds | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Direktur Grup Australians for Constitutional Monarchy | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Masa jabatan 4 Juni 1992 –18 Februari 1994 | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Pendahulu | Organisasi dibentuk | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Pengganti | Kerry Jones | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Informasi pribadi | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Lahir | 4 November 1957 (umur 69) | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Kewarganegaraan | Australia Britania Raya (1957–1993) | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Partai politik | Liberal | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Suami/istri | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Anak | Louise Bridget Frances[2][3] | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Pendidikan | Universitas Sydney Universitas Oxford | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Profesi |
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Tanda tangan | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Situs web | Situs resmi | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Anthony John "Tony" Abbott (lahir 4 November 1957) adalah seorang mantan politikus Australia yang menjabat sebagai Perdana Menteri Australia ke-28 dari 2013 hingga 2015, bersamaan sebagai Pemimpin Partai Liberal Australia. Ia menjabat sebagai anggota parlemen untuk daerah pemilihan Warringah di New South Wales dari 1994 hingga 2019.
Sebelum memasuki Parlemen, ia mendapatkan gelar Sarjana Ekonomi dan Sarjana Hukum di Universitas Sydney, kemudian ia mendapatkan mendapat beasiswa Rhodes di Universitas Oxford, Abbott sukses meraih gelar master untuk studi politik dan filsafat. Sebelum masuk ke dunia politik pada 1990, ia pernah menjadi seminaris Katolik Roma lalu berkarier sebagai wartawan. Dia piawai menulis features untuk The Bulletin dan The Australian.[4]
Tony Abbott pertama ditunjuk masuk dalam kabinet pada tahun 1998 di bawah pemerintahan John Howard, sebagai Menteri Pekerjaan, Hubungan Kerja dan Bisnis Kecil. Pada tahun 2003, ia menjadi Menteri Kesehatan dan Usia Tua, hingga kekalahan Pemerintah John Howard di pemilu 2007. Setelah mengalahkan Malcolm Turnbull sebagai Pemimpin Partai Liberal Australia dan menjadi Pemimpin Oposisi, ia memimpin partainya melalui pemilu 2010. Pada pemilu 7 September 2013, partainya menyingkirkan Kevin Rudd dan Partai Buruh-nya, dengan skor 88 versus 57 kursi di parlemen.[5]
Perdana Menteri Australia
Luar Negeri
Abbott mengangkat Julie Bishop sebagai wanita pertama yang menjadi Menteri Luar Negeri Australia. Selama menjadi oposisi, Abbott dan Bishop berjanji akan mengorientasikan kebijakan luar negeri Australia menjadi "kurangi Genewa, perbanyakan Jakarta".[6] Abbott mengunjungi Indonesia sebagai negara kunjungan luar negeri perdananya dan ia tiba di Jakarta pada 30 September 2013 untuk bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.[7]
Pada Oktober, Abbott kembali ke Indonesia untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi APEC 2013 di Nusa Dua, Bali untuk berdiskusi mengenai perdagangan dan hubungan ekonomi serta bertemu dengan Presiden Xi Jinping, Menteri Luar Negeri John Kerry, dan pemimpin lainnya. Setelah KTT, Abbott mampir ke Denpasar dimana ia memberikan sebuah karangan bunga kepada monumen Bom Bali 2002 khususnya untuk korban dari Australia. Ia juga mengumumkan komitmen untuk memperluas pemberian kompensasi bagi warga Australia yang menjadi korban serangan teroris, dengan menyediakan pembayaran hingga A$75.000 bagi mereka yang terdampak oleh serangan di New York, London, Mesir, Mumbai, Jakarta, Bali, dan Nairobi sejak tahun 2001.[8]
Pada tahun 2013, sebelum terpilihnya pemerintahan Abbott, Edward Snowden—sosok yang membocorkan informasi intelijen AS—telah diberikan suaka oleh Rusia setelah menyerahkan sejumlah besar informasi rahasia dari basis data pemerintah AS kepada media dunia.[9] Hubungan Indonesia dan Australia menjadi retak pada awal pemerintahan Abbott ketika The Guardian dan ABC News mulai menerbitkan materi yang telah dipublikasikan karena kebocoran yang dilakukan Snowden, yang menunjukkan bahwa badan-badan intelijen Australia selama masa jabatan pemerintahan sebelumnya telah mengintai Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ani Yudhoyono.[10] Pengintaian tersebut diduga terjadi setelah Pengeboman Jakarta 2009 di JW Marriot dan Ritz Carlton.[11] Indonesia menarik duta besarnya karena kontroversi tersebut.[12]
Abbott juga sempat berseteru dengan pemerintahan Indonesia berikutnya yang dipimpin oleh Joko Widodo. Saat eksekusi mati Bali Nine, Abbott sempat meminta agar Indonesia mempertimbangkan kembali hukuman mati Andrew Chan dan Myuran Sukumaran sampai mengaitkan pengampunan tersebut dengan bantuan Australia saat Indonesia dilanda tsunami pada 2004.[13]
Pemilihan ketua umum 2015
Pada tanggal 6 Februari 2015, anggota parlemen dari Partai Liberal, Luke Simpkins, mengumumkan bahwa ia akan mengajukan mosi dalam rapat internal partai untuk mengosongkan posisi-posisi pimpinan Partai Liberal di tingkat federal. Simpkins menyatakan bahwa mosi tersebut akan memberikan kesempatan bagi para anggota parlemen dan senator dari Partai Liberal untuk menentukan sikap, apakah akan tetap mendukung perdana menteri atau "mencari arah baru".[14] Pertemuan tersebut diselenggarakan pada tanggal 9 Februari 2015 dan mosi untuk mengosongkan jabatan ditolak dengan perolehan 61 suara berbanding 39 suara.[15] Diduga bahwa Malcolm Turnbull dan wakil ketua umum Julie Bishop akan bertanding untuk pemilihan ketua umum apabila mosi tersebut diterima.[16] Perdana Menteri Abbott menggambarkan mosi kepemimpinan tersebut sebagai "pengalaman nyaris mati" dan menyatakan bahwa "pemerintah yang bijak dimulai hari ini", berjanji akan berkonsultasi lebih banyak dengan rekan fraksinya, menghindari membuat keputusan sepihak serta mengurangi peran kepala stafnya, Peta Credlin.[17]
Referensi
- ↑ "Tony Abbott: Ex-Australian PM appointed UK trade adviser". 4 September 2020.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "We're for Sydney". The Daily Telegraph (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 22 Agustus 2018.
- ↑ Jones, Gemma (30 Maret 2013). "Tony Abbott's daughters Bridget and Frances speak about claims their 'daggy Dad' is a misogynist and more". News.com.au — Australia's Leading News Site (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 4 September 2020.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Artikel:"Tony Abbott, Mantan Wartawan yang Doyan Olahraga" di Kompas.com
- ↑ Artikel:"Tony Abbott terpilih Jadi PM Australia" di Kompas.com
- ↑ Taylor, Lenore (2 Juni 2013). "Ten things to know about foreign policy under Julie Bishop and Tony Abbott". The Guardian.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Tony Abbott arrives in Jakarta for talks with Indonesian president Susilo Bambang Yudhoyono". ABC News. Australia. 30 September 2013.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Griffiths, Emma; Jennett, Greg (9 Oktober 2013). "Tony Abbott pays respects at Bali bombing memorial, commits to victim compensation". Radio Australia.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Defiant Russia Grants Snowden Year's Asylum". The New York Times. 1 Agustus 2013.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Bodkin, Peter (2 Desember 2013). "Tony Abbott criticises ABC for 'advertising' Indonesian spying story". The Daily Telegraph. Australia. Diakses tanggal 9 Januari 2015.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Corcoran, Mark (18 November 2013). "Decision to tap Susilo Bambang Yudhoyono's phone came in wake of Jakarta bombings that killed Australians". ABC News. Australia.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Australia PM Abbott aims to end Indonesia spying row". BBC News. 27 November 2013.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Soal eksekusi, Abbott klaim Jokowi pertimbangkan posisi Indonesia". BBC News Indonesia. 2015-02-26. Diakses tanggal 2026-11-04.
- ↑ "Prime Minister to fight leadership spill motion by WA Liberal MP". The West Australian. 6 Februari 2015. Diarsipkan dari asli tanggal 23 September 2015. Diakses tanggal 2 November 2015 – via Yahoo News.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Tony Abbott keeps leadership of Liberal Party but some supporters fear he is doomed". ABC News. 9 Februari 2015. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 20 September 2015. Diakses tanggal 2 November 2015.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Liberal leadership spill: as it happened". ABC News. 9 Februari 2015. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 21 September 2015. Diakses tanggal 14 September 2015.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Tony Abbott buys time after 'near death experience', vows to change". The Sydney Morning Herald. 9 Februari 2015. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 Desember 2017. Diakses tanggal 2 November 2015.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Pranala luar
| Pemimpin | |
|---|---|
| Wakil Pemimpin | |
| Pemerintahan | |
| Kabinet | |
| Kabinet Bayangan | |
| Divisi negara bagian | |
| Organisasi terkait partai | |
| Faksi |
|
| Sejarah | |
| Pemilihan pemimpin | |
Perdana Menteri: Tony Abbott | ||
| Kabinet | ||
| Kementerian Terluar | ||
| Sekretaris Parlemen | ||
| Dihentikan/mundur | ||
