Senin, 21 September 2026
05:13 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Andrew Chan

Artikel ini berisi tentang pengedar narkoba. Untuk uskup Hong Kong, lihat Andrew Chan (uskup).
Andrew Chan
Lahir(1984-01-12)12 Januari 1984
Meninggal29 April 2015(2015-04-29) (umur 31)
PekerjaanKartel
VonisPengedaran narkoba (2006)
Hukuman pidana
Hukuman mati
Rekan
Dipenjara diPulau Nusakambangan, Jawa Tengah, Indonesia
Catatan

Andrew Chan (12 Januari 1984  29 April 2015) adalah orang Australia yang dihukum di Indonesia karena pengedaran narkoba sebagai anggota Bali Nine. Pada 2005, Chan ditangkap di Bandar Udara Internasional Ngurah Rai di Denpasar.

Kehidupan awal dan pendidikan

Chan lahir di Sydney, New South Wales, sebagai anak bungsu dari Ken dan Helen Chan, keduanya migran pemakai bahasa Kanton generasi pertama asal China.[5] Pada usia 20 tahun, Ken datang ke Australia pada 1955 dan awalnya bekerja di toko buah saudaranya dan pasar buah sebelum bekerja di sebuah restoran Tionghoa.[5] Ken dan Helen Chan bertemu ketika bekerja di restoran tersebut dan, selama 40 tahun, menjalankan sejumlah restoran Tionghoa sampai mereka pensiun pada 2003.[5] Chan memiliki satu kakak laki-laki dan dua kakak perempuan.[5] Ibu Chan memiliki kemampuan bahasa Inggris yang terbatas, dan Chan tak bisa berbahasa Kanton. Saudara Chan, Michael menerjemahkan ketika diminta.[5]

Chan dibesarkan di Enfield di barat daya Sydney[6] dan masuk Sekolah Tinggi Khusus Laki-Laki Homebush.[5] Ia dan Myuran Sukumaran masuk ke sekolah yang sama, tetapi Sukumaran empat tahun sekolah diatas Chan, dan mereka tak pernah bertemu sampai 2002, di rumah temannya.[5]

Penyelundupan narkoba

Reaksi di Australia

Pada 13 Februari 2015, Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop menyatakan bahwa Australia berencana untuk melakukan boikot terhadap sektor pariwisata Indonesia jika hukuman mati dilanjutkan.[7] Mantan hakim pengadilan tinggi Michael Kirby menyatakan bahwa penurunan sektor pariwisata merupakan konsekuensi yang mungkin terjadi akibat eksekusi terhadap Chan dan Sukumaran. Baik Bishop maupun Tanya Plibersek, juru bicara Partai Buruh untuk urusan luar negeri, mengajukan permohonan grasi di parlemen Australia. Quilty dan hakim Mahkamah Agung Victoria, Lex Lasry, mengunjungi Chan dan Sukumaran di Bali.[8]

Setelah hukuman mati, Perdana Menteri Tony Abbott menyatakan bahwa ia meyayangkan hukuman mati tersebut dan menyatakan bahwa permohonan pengampunan Chan dan Sukumaran adalah permohonan balas budi terhadap bantuan tsunami Aceh.[9] Ia telah menarik duta besar Paul Grigson dari Jakarta dan menghentikan interaksi tingkat kementerian dengan Indonesia.[10] Sebelumnya, politikus Australia Clive Palmer menganjurkan agar warga Australia melakukan boikot dengan membatalkan rencana liburan mereka ke Bali.[10] Namun, ucapan Abbot dianggap sebagai ancaman dengan Retno Marsudi mengecam tindakan Abbott dan Bishop sebagai tindakan tidak etis[11] dan Presiden Joko Widodo dengan tegas menyatakan bahwa Australia harus menghormati hukum Indonesia.[12] Tensi antar kedua negara menjadi sangat panas sampai Bishop harus menghubungi Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk meredakan konflik.[13]

Referensi

  1. Roberts, George (22 Januari 2015). "Bali Nine member Andrew Chan has clemency plea against death sentence rejected". ABC News. Australia. Diakses tanggal 22 Januari 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. Allard, Tom (23 Januari 2010). "Lives transformed in shadow of death". The Sydney Morning Herald. Diakses tanggal 2 Juli 2011.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. Wockner, Cindy; Athika, Gita (17 Juni 2011). "Bali Nine ringleader loses last appeal". The Daily Telegraph. Australia. Diarsipkan dari asli tanggal 12 Juni 2012. Diakses tanggal 17 Juni 2011.
  4. Makin, Chris (3 Agustus 2013). "Following Jesus on death row". Bible Society. Diakses tanggal 20 Januari 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. 1 2 3 4 5 6 7 Wockner, Cindy (5 Mei 2013). "Cindy Wockner takes an exclusive look at life inside death row for the Bali Nine". News.com.au. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-01-14. Diakses tanggal 2015-04-07.
  6. "Andrew Chan's family appeal for Indonesian clemency". News.com.au. 19 Juni 2011. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-04-28. Diakses tanggal 2015-04-07.
  7. Jabour, Bridie (13 Februari 2015). "Julie Bishop says executing Bali Nine pair might hurt Australian tourism to Indonesia". The Guardian. Australia. Diakses tanggal 14 Februari 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. Jabour, Bridie (13 Februari 2015). "Julie Bishop says executing Bali Nine pair might hurt Australian tourism to Indonesia". The Guardian. Australia. Diakses tanggal 14 Februari 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. "Bishop clears air with Indonesia over PM's tsunami aid comments". ABC News (dalam bahasa Australian English). 2015-02-20. Diakses tanggal 2026-09-09.
  10. 1 2 "Australian government under pressure to act after execution of Bali Nine pair by Indonesia". NewsComAu (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-09-09.
  11. "Indonesia rebukes Australia over Bali Nine publicity". BBC News (dalam bahasa Inggris (Britania)). 2015-03-13. Diakses tanggal 2026-09-09.
  12. "Indonesian president defends death penalty". ABC News (dalam bahasa Australian English). 2015-05-09. Diakses tanggal 2026-09-09.
  13. "Bishop clears air with Indonesia over PM's tsunami aid comments". ABC News (dalam bahasa Australian English). 2015-02-20. Diakses tanggal 2026-09-09.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan