Scott Morrison | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
Potret resmi, 2021 | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Perdana Menteri Australiake-30 | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Masa jabatan 24 Agustus 2018 –23 Mei 2022 | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Penguasa monarki | Elizabeth II | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Gubernur Jenderal | Sir Peter Cosgrove Sir David Hurley | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Wakil | Michael McCormack Barnaby Joyce | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Pendahulu | Malcolm Turnbull | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Pengganti | Anthony Albanese | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Pemimpin Partai Liberal ke-14 | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Masa jabatan 24 Agustus 2018 –24 Mei 2022 | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Wakil | Josh Frydenberg | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Pendahulu | Malcolm Turnbull | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Pengganti | Peter Dutton | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Anggota Australia Parliament dapil Cook | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Mulai menjabat 24 November 2007 | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Pendahulu | Bruce Baird | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Informasi pribadi | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Lahir | Scott John Morrison 13 Mei 1968 (umur 58) | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Partai politik | Liberal | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Suami/istri | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Anak | 2 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Pendidikan | Universitas New South Wales (B.Sc.) | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Tanda tangan | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Situs web | Situs resmi | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Scott John Morrison (lahir 13 Mei 1968) adalah seorang politisi Australia yang menjabat sebagai Perdana Menteri Australia ke-30 dari 2018, bersamaan sebagai Pemimpin Partai Liberal Australia. Saat ini ia menjabat sebagai anggota parlemen untuk daerah pemilihan Cook di New South Wales dari 2007 sampai 2024.
Morrison lahir di Sydney dan mempelajari geografi ekonomi di Universitas New South Wales. Ia bekerja sebagai seorang direktur di Dinas Pariwisata dan Olahraga Selandia Baru dari 1998 sampai 2000 dan menjadi direktur pelaksana Tourism Australia dari 2004 sampai 2006. Selain itu, ia juga menjadi direktur negara bagian Partai Liberal New South Wales dari 2000 hingga 2004. Ia terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Australia pada pemilihan umum 2007 sebagai anggota parlemen dari Cook dan dengan cepat ia ditunjuk masuk ke kabinet bayangan.
Kehidupan awal
Morrison lahir di Waverley, New South Wales, sebuah kota di dekat Sydney. Ia adalah bungsu dari dua bersaudara pasangan John dan Marion Morrison (Smith). Ayahnya adalah seorang polisi di Waverley. Ayahnya juga menjadi wali kota Waverley.[2] Kakek dari pihak ibunya berasal dari Selandia Baru.[3]
Namun Morrison besar di kota tetangga Waverley, yaitu Bronte. Pada masa kecilnya ia menjadi aktor cilik dan beberapa kali muncul sebagai bintang iklan televisi.[4] Sebagian berkata bahwa Morrison adalah anak dalam iklan Vicks "Love Rub" yang populer pada dekade 1970an, tetapi rekaman iklan ini belum ditemukan.[5] Morrison mengenyam pendidikan di Sydney Boys High School sebelum meraih gelar sarjananya di bidang geografi ekonomi di UNSW.[2]
Karier politik
Pemilihan umum 2007
Pada tahun 2007, Morrison mendaftar untuk ikut pra-seleksi Partai Liberal untuk mendaftar untuk Divisi Cook, yaitu wilayah elektoral yang terdiri dari wilayah suburban Sydney seperti Cronulla, Caringbah, dan Miranda. Pra-seleksi ini dilakukan menyusul pensiunnya Bruce Baird, yang sudah menjadi anggota parlemen sejak 1998. Ia kalah dari Michael Towke, seorang teknisi telekomunikasi dan kandidat Partai Liberal untuk faksi kanannya.[6]
Namun, sebuah tuduhan ditujukan kepada Towke bahwa ia melakukan branch-staking dan melebih-lebihkan isi ikhtisar pendaftarannya.[7] Partai Liberal tingkat pusat lalu membatalkan pencalonan Towke dan mengadakan pra-seleksi baru yang dimenangkan Morrison. Tuduhan ini lalu dapat dibuktikan salah sehingga The Daily Telegraph harus membayar ganti rugi atas pencemaran nama baik terhadap Towke.[6]
Sebagai oposisi (2008–2013)
Pada September 2008, Morrison ditunjuk oleh Koalisi Malcolm Turnbull sebagai Menteri Bayangan Perumahan dan Pemerintahan Lokal
Pada 8 Desember 2009, Morrison menjadi Menteri Bayangan Imigrasi dan Kemasyarakatan, di masa Tony Abbott menjadi pemimpin oposisi. Morrison bekerja untuk Komite Kabinet Bayangan untuk Proteksi Perbatasan.[8] Dimana pada jabatan ini ia mempertanyakan kebijakan pemerintahan Julia Gillard yang membiayai keluarga 48 pencari suaka yang mengalami kecelakaan kapal di Pulau Natal.[9][10][11]
Pada Februari 2013, Morrison berkata bahwa polisi harus memahami betul mengenai lokasi tinggal para pencari suaka dengan mencurigai komunitas warga yang cenderung antisosial, dan menekankan adanya pembatasan serius mengenai visa pendatang.[butuh rujukan]
Pemerintahan Abbott (2013–2015)

Pada 18 September 2013, Morrison membuat Operasi Kedaulatan Perbatasan, untuk menghentikan kapal-kapal yang tidak memiliki izin masuk ke Australia.[12] Dokumen mengenai hal ini diperlihatkan pada tahun 2018 dimana Morrison memerintahkan untuk membuat strategi untuk pencegahan pemberian visa bagi 700 an pengungsi.[13] Hasil dari program ini dilaporkan bahwa ada 300 kapal dan 20.587 pendatang tidak berizin pada tahun 2013 dan hanya 1 kapal dan 157 pendatang sepanjang 2014.[14] Hal ini ditanggapi UNHCR bahwa program ini melanggar Konvensi Pengungsian.[15] Namun, laporan September 2014 menunjukkan sejak Desember 2013 tercatat nol jumlah pencari suaka yang tewas di laut. Hal ini dibandingkan dengan jumlah 1.100 pencari suaka yang tewas pada periode 2008 hingga 2013[16] Data menunjukkan bahwa pemerintahan sebelumnya mengizinkan 20.000 an pengungsi masuk antara 2012-2013 dan mampu ditekan ke angka 13.750.[17][18] Morrison selalu menggunakan istilah "pendatang ilegal" dan "kapal ilegal", dan mengatakan bahwa "Saya merujuk pada istilah 'masuk secara ilegal' dan tidak mengatakan bahwa ilegal bagi seseorang untuk mencari suaka".[19][20]
Dalam masa jabatannya sebagai Menteri Imigrasi, hubungan Morrison dengan media dikritik oleh sebagian jurnalis karena ia dan jajarannya menolak memberikan transparansi dan keterangan mengenai program pembatasan yang ia canangkan. Menurutnya, memberikan detail informasi program ini sama saja memberikan membocorkan informasi kepada para penyelendup tersebut.[21][22][23][24][25][26][27][28][29][30][31]
Perdana Menteri Australia (2018–kini)

Pemilihan pimpinan
Pada 21 Agustus 2018, Perdana Menteri Malcolm Turnbull mengadakan pemilihan untuk mengukur dukungan partai terhadapnya, hasilnya ia mengalahkan penantangnya Peter Dutton. Hari itu juga berhembus spekulasi bahwa pemilihan ulang akan dilakukan. Turnbull lalu memutuskan pemilihan akan dilakukan jika anggota lain menginginkan pemilihan dilakukan. Walaupun pada awalnya ada spekulasi bahwa Morrison akan mencalonkan diri, Morrison mendukung Turnbull dan bahkan merangkulnya saat konferensi pers dan berkata "Inilah pemimpinku, dan saya berambisius terhadapnya".[32] Namun, Morrison beserta Dutton dan Julie Bishop mencalonkan diri sebagai calon ketua umum jika memang spekulasi pemilihan ulang benar benar terjadi.[33]
Voting dilakukan dengan hasil 45 suara mendukung diadakan pemilihan ulang, sedangkan yang menolak hanya 40 suara. Berdasarkan hasil ini maka, Turnbull tidak dapat mengikuti pemilihan dan kandidat yang maju adalah Peter Dutton, Scott Morrison dan Julie Bishop. Pada pemungutan pertama, Dutton menghasilkan 38 suara, Morrison 36 suara dan Bishop 11 suara. Pemungutan suara kedua Morrison menang 45 suara sedangkan Dutton hanya 40 suara.[34][35] Ia mampu menang karena dipandang disukai oleh kubu moderat Turnbull dan Bishop dan kubu konservatif Dutton.[36] Ia memilih Josh Frydenberg sebagai wakil ketua umum menggantikan Julie Bishop.[37][38] Ia lalu diambil sumpahnya pada malam 24 Agustus 2018.[39] Setelah memangku jabatan, Morrison adalah perdana menteri kelima yang dilantik setelah pemilihan kepemimpinan.[40] Beberapa bulan kemudian, Morrison memperkenalkan kriteria baru untuk pemilihan pimpinan, dimana 2/3 suara anggota partai diperlukan untuk memicu pemilihan pemimpin dalam sebuah upaya untuk menghentikan "budaya kudeta".[41][42]
Masa jabatan pertama, 2018-2019
Kebijakan luar negeri
Morrison melakukan kunjungan luar negeri sepekan setelah dilantik menjadi perdana menteri, mengunjungi ibukota Indonesia, Jakarta untuk acara Australia-Indonesia Business Forum dan bertemu dengan Presiden Joko Widodo untuk mengumumkan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia–Australia yang sudah dinegosiasikan pada masa pemerintahan Turnbull.[43]
Pada Oktober 2018, pemerintahannya mengumumkan bahwa mereka akan mengkaji keputusan untuk memindahkan kedutaan besarnya di Tel Aviv menuju Yerusalem, mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.[44] Pada Desember 2018, Morrison mengumumkan bahwa pemerintahan Australia mengakui Yerusalem Barat sebagai ibukota Israel tetapi memutuskan untuk tidak memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv.[45] Hal ini membuat pemerintah Indonesia untuk menahan diri dari negosiasi Indonesia-Australia CEPA[46] walaupun kemudian perjanjian tersebut ditandatangani di Jakarta pada Maret 2019.[47][48]
Pada November 2018, Morrison mengangkat isu hak asasi manusia Xinjiang dan pelanggaran HAM terhadap suku Uighur di sebuah pertemuan dengan Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang di Singapura.[49][50]
Morrison mengutuk penembakan masjid Christchurch sebagai "terorisme extremisme sayap kanan" dan memberi dukungan moril kepada Selandia Baru, menyatakan bahwa Australia dan Selandia Baru layaknya sekeluarga dan menawarkan bantuan kepolisian Australia untuk menginvestigasi.[51] Selain itu, Morrison mengecam pernyataan "ceroboh" dan "sangat menyinggung" dari Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan.[52] Erdogan menunjukkan video penembakan tersebut kepada pendukungnya pada pemilihan daerah Turki 2019 dan berkata bahwa orang Australia dan Selandia Baru yang memiliki sentimen anti-Turki akan 'dikirim kembali di dalam peti mati seperti kakeknya' saat Kampanye Gallipoli di Perang Dunia I.[53]
Pemilihan umum 2019
Morrison memimpin Koalisi dalam pemilihan umum federal Australia 2019. Pada saat surat perintah sedang ditulis, partai koalisinya kalah suara dengan Partai Buruh Australia di berbagai lembaga survei, menyebabkan spekulasi luas bahwa pihak Koalisi akan kalah.[54] Namun, dengan kekecewaan signifikan, Koalisi mampu mempertahankan mayoritas di Dewan Perwakilan Australia.[55] Kekecewaan ini disebabkan karena ketidakpopuleran pemimpin oposisi, Bill Shorten dan kegagalan Partai Buruh untuk mengagaskan pemilu tersebut sebagai pilihan antara Morrison dan Shorten.[56] Menyatakan kemenangannya pada malam pemilu, Morrison menyatakan bahwa "ia selalu percaya pada keajaiban".[57]
Masa jabatan kedua, 2019-2022
Kebijakan luar negeri
Invasi Rusia ke Ukraina 2022
Pada Februari 2022, Morrison secara lantang mengecam Presiden Vladimir Putin karena melancarkan Invasi Ukraina oleh Rusia 2022 dan menerapkan sanksi ekonomi dan larangan wisata kepada individu yang dipercaya mendukung perang tersebut.[58] Morrison juga mengumumkan bahwa Australia akan mengirim persenjataan kepada pemerintah Ukraina.[59] Australia bersama Amerika Serikat, Britania Raya, dan Kanada juga memberikan sanksi pribadi kepada Putin dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov.[60]
AUKUS
Morrison mengumumkan AUKUS bersama dengan Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan Perdana Menteri Britania Raya Boris Johnson pada September 2021 sebagai bentuk inisiatif untuk menangkal dominasi yang dirasakan Tiongkok di Pasifik.[61][62] AUKUS menggantikan proposal perjanjian kapal selam antar Australia dan Prancis yang didiskusikan saat bersamaan. Ini menyebabkan reaksi negatif dari pemerintahan Prancis dan merusak hubungan antar negara. Tiongkok juga memberikan kritikan keras.[63][64] Presiden Prancis Emmanuel Macron dikabarkan murka dengan aksi Scott Morrison, secara pribadi menyatakan kepada Morrison bahwa penghapusan penjanjian tersebut telah "memutuskan hubungan kepercayaan" antar kedua negara,[65][66] dan secara publik menuduh Morrison sebagai seorang pembohong dalam acara Konferensi Perubahan Iklim Persatuan Bangsa Bangsa Tahun 2021. Tindakan Macron dinilai merusak citra publik Scott Morrison.[67][68][69] Nama publiknya semakin dicoreng oleh Joe Biden yang menyebutnya "that fella down under" (si kawan dibawah itu), seakan akan Biden lupa dengan nama Morrison, membuatnya menjadi sebuah bahan lelucon dari lawan politiknya.[70]
Pandangan politik
Morrison cenderung menganut konservatisme,[71][72][73] dan cenderung berpaham dengan faksi kanan tengah di Partai Liberal yang ia pimpin saat memimpin pemerintah.[74][75]
Kebijakan sosial
Morrison menyatakan bahwa ia dengan bangga mendukung monarki konstitusional.[76][77] Pada Januari 2021, Morrison memberi komentar bahwa ia menolak mengganti tanggal Hari Australia dari 26 Januari, menuai kritikan.[78][79]
Morrison sangat menentang euthanasia sukarela dan bunuh diri yang dibantu, dan menyatakan bahwa dia "percaya pada kesucian hidup manusia".[80]
Kebijakan imigrasinya kerap dibicarakan oleh publik.[81] The Straits Times menyebut kebijakannya sebagai "garis keras" dan 'tak berkompromi".[82] Sebagai Menteri Imigrasi dan Keamanan Perbatasan, Morrison bertanggung jawab atas pelaksanaan Operasi Perbatasan Berdaulat yang meminta seluruh kapal pembawa pencari suaka ditolak masuk ke Australia dan dipulangkan ke negara asalnya.[83][84][85] Pada Mei 2021, pemerintahnya menerbitkan undang-undang bahwa pencari suaka bisa ditahan penjara seumur hidup di fasilitas penjara imigran Australia, walaupun hal ini melanggar hukum internasional.[86]
Kehidupan pribadi
Morrison berpacaran dengan Jenny Warren ketika mereka sama-sama berusia 16 tahun dan menikah pada usia 21 tahun. Pernikahan ini menghasilkan 2 anak yang dikandung lewat bayi tabung.[87] Ia adalah fans berat Cronulla Sharks sebuah klub rugby Australia.[4]
Morrison dibesarkan di lingkungan Gereja Bersatu, tetapi kemudian menjadi penganut Pantekosta. Ia sekarang ikut dalam Horizon Church, yang berafiliasi dengan Gereja Kristen Australia dan Persekutuan Tuhan. Ia berkata bahwa "Bible bukan buku pegangan dan rujukan kebijakan, dan sangat khawatir apabila ada orang yang memperlakukannya demikian".[2] Namun pada akhir 2017, Morrison menyatakan bahwa ia akan menjadi pelindung kebebasan beragama yang kuat.[88]
Referensi
- 1 2 Templat:Cite Au Parliament
- 1 2 3 Nick Bryant (Februari 2012). "Scott Morrison: So Who the Bloody Hell Are You?". The Monthly. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 11 April 2018. Diakses tanggal 7 Februari 2018.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Members' statements in relation to citizenship: Scott Morrison, Parliament of Australia. Retrieved 7 February 2018.
- 1 2 Deborah Snow (30 April 2016). "Scott Morrison's relentless rise to power". The Sydney Morning Herald. Diakses tanggal 7 Februari 2018.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "National Film and Sound Archive hunts for Scott 'Love Rub' Morrison". Financial Review (dalam bahasa American English). 2015-08-14. Diakses tanggal 2018-08-24.
- 1 2 Sheehan, Paul (26 Oktober 2009). "Nasty saga you nearly missed". The Sydney Morning Herald.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Liberal Party disendorses Michael Towke". PM (ABC News). 3 Agustus 2007.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Maiden, Samantha (8 Desember 2009). "Abbott gives fresh start – news.com.au". The Australian. Diakses tanggal 26 Juni 2010.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Authorities: Death toll up to 48 in Christmas Island shipwreck". CNN. 20 Desember 2010. Diakses tanggal 10 Desember 2013.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Coorey, Phillip; Needham, Kirsty (16 Februari 2011). "Hockey calls for compassion in funeral row". The Sydney Morning Herald.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Lib admits timing of funeral comments 'insensitive'". The Sydney Morning Herald. AAP. 16 Februari 2011. Diakses tanggal 4 Februari 2015.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Cowie, Thea (18 September 2013). "Coalition launches Operation Sovereign Borders". SBS News. Diakses tanggal 1 November 2013.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Scott Morrison tried to delay asylum seekers' visas, documents reveal". ABC News (dalam bahasa Australian English). 30 Januari 2018. Diakses tanggal 30 Januari 2018.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Promise check: We will stop the boats". ABC News. 8 Mei 2016. Diakses tanggal 28 Mei 2016.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Laughland, Oliver (3 Juli 2014). "UN: 'profound concern' at Australia's handling of Tamil asylum seekers". Guardian Australia. Diakses tanggal 6 Juli 2014.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Revealed: The secret mission that stopped the asylum boats from entering Australia". The Daily Telegraph. 17 September 2014. Diakses tanggal 23 Agustus 2018.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Borrello, Eliza (4 Oktober 2013). "Immigration Minister Scott Morrison says no changes to border protection despite softer language from PM". Australian Broadcasting Corporation. Diakses tanggal 12 Februari 2015.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Janet Phillips, 'A comparison of Coalition and Labor government asylum policies in Australia since 2001', 28 February 2014, Australian Parliamentary Library Research Paper series 2013–14, 12–13.
- ↑ "Immigration Minister Scott Morrison defends use of term 'illegal arrivals', plays down PNG police incident". The Sydney Morning Herald. 22 Oktober 2013. Diakses tanggal 22 Oktober 2013.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Scott Morrison correct on 'illegal entry' of people without a visa". The Sydney Morning Herald. 13 September 2013. Diakses tanggal 13 September 2013.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Arrogance and obfuscation a bad mix for Scott Morrison". The Herald Sun. 26 Oktober 2013. Diakses tanggal 8 Februari 2015.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "No comment: government silent over fate of asylum seekers". The Sydney Morning Herald. 9 November 2013. Diakses tanggal 5 Februari 2015.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Scott Morrison refuses to answer parliamentary questions on boat arrival". The Guardian. Australia. 13 November 2013. Diakses tanggal 5 Februari 2015.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Morrison refuses to answer rescue questions". PM (ABC News). Australia. 8 November 2013. Diakses tanggal 5 Februari 2015.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Scott Morrison's secrecy would be funny if it wasn't so serious". News.com.au. 20 November 2013. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-02-05. Diakses tanggal 5 Februari 2015.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ ""Talk To The Hand" — The Australian Government, To Everyone". The Global Mail. 20 November 2013. Diakses tanggal 5 Februari 2015.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Silence over boats sells public short". The Age. 6 Oktober 2013. Diakses tanggal 5 Februari 2015.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Secrecy over asylum seeker boat turn-backs puts navy in a bind". The Age. 25 Januari 2014. Diakses tanggal 5 Februari 2015.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Kelly, Fran (6 Juli 2014). "Insiders Sunday 06 July" (streaming video). Insiders ABC TV. Australia. Diakses tanggal 5 Februari 2015.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Scott Morrison interview takes on Pythonesque proportions". Canberra Times. 6 Juli 2014. Diakses tanggal 5 Februari 2015.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Senate tests secrecy on asylum". The Australian. 13 Januari 2014. Diakses tanggal 8 Februari 2015.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Scott Morrison Hugs Malcolm Turnbull In Joint Press Conference". FIVEAA (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-12-15.
- ↑ "Who are the options for PM?". Nine News. 23 Agustus 2018. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 11 Maret 2021. Diakses tanggal 26 Agustus 2018.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Scott Morrison wins Liberal party leadership spill". 9News. 24 Agustus 2018. Diakses tanggal 24 Agustus 2018.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Australia PM Turnbull ousted in party coup". BBC News (dalam bahasa Inggris (Britania)). 24 Agustus 2018. Diakses tanggal 24 Agustus 2018.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Could Scott Morrison and Julie Bishop join the leadership race in a three-cornered contest?". The Guardian Australia. 22 Agustus 2018. Diakses tanggal 24 Agustus 2018.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Scott Morrison wins Liberal party leadership spill". 9News. 24 Agustus 2018. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 24 Agustus 2018. Diakses tanggal 24 Agustus 2018.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Australia PM Turnbull ousted in party coup". BBC News (dalam bahasa Inggris (Britania)). 24 Agustus 2018. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 24 Agustus 2018. Diakses tanggal 24 Agustus 2018.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Scott Morrison sworn in as Prime Minister but policy direction and election strategy remains uncertain". Diakses tanggal 25 Agustus 2018.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Kiwi, Isabella; Graham-McLay, Charlotte (24 Agustus 2018). "Scott Morrison Becomes Australia's Prime Minister After Back-Room Revolt". The New York Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 24 Agustus 2018. Diakses tanggal 25 Agustus 2018.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Murphy, Katharine; Karp, Paul (3 Desember 2018). "Liberal party changes rules to require two-thirds majority to unseat sitting PM". The Guardian. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Desember 2018.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Belot, Peter (4 Desember 2018). "Scott Morrison all but ends Liberal Party spill motions against a sitting prime minister". ABC News. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 7 Desember 2018. Diakses tanggal 7 Desember 2018.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Scott Morrison's foreign affairs foray follows predecessors' familiar flightpath". ABC News. 30 Agustus 2018. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2 September 2018. Diakses tanggal 2 September 2018.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Murphy, Katharine; McGowan, Michael; Davies, Anne (15 Oktober 2018). "Jerusalem embassy move a 'sensible' proposal, says Scott Morrison". the Guardian (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 16 Oktober 2018. Diakses tanggal 16 Oktober 2018.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Macmillan, political reporter Jade (15 Desember 2018). "Government recognises West Jerusalem as Israel's capital, embassy to stay put". ABC News. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 15 Desember 2018. Diakses tanggal 15 Desember 2018.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Peatling, Stephanie (14 November 2018). "Jerusalem embassy proposal delays Australia-Indonesia trade agreement". The Sydney Morning Herald (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 18 Februari 2019. Diakses tanggal 17 Februari 2019.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Hodge, Amanda; Rayda, Nivell (4 Maret 2019). "Indonesia, Australia finally sign free-trade agreement". The Australian. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 7 April 2023. Diakses tanggal 5 April 2019.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "If Australia moves its embassy to Jerusalem, it could put an $11 billion trade deal at risk". www.washingtonpost.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 18 Oktober 2018. Diakses tanggal 18 Oktober 2018.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Morrison pledges no 'showboating' on China". MSN News. 12 November 2018. Diarsipkan dari asli tanggal 22 Maret 2019. Diakses tanggal 22 Maret 2019.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Australia called to act against Chinese detention of Uighurs". Al-Jazeera. 11 Februari 2019. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 24 Maret 2019. Diakses tanggal 22 Maret 2019.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ 'We're not just allies': Scott Morrison says Australia grieves with New Zealand di YouTube
- ↑ "Turkey's Erdogan directs incendiary comments at Australia, New Zealand". CBC News. 20 Maret 2019. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 22 Maret 2019. Diakses tanggal 22 Maret 2019.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "'Deeply offended' PM demands Turkey's Erdogan withdraws Gallipoli 'coffins' comment". SBS News. 20 Maret 2019. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 22 Maret 2019. Diakses tanggal 22 Maret 2019.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Patrick 2019, hlm. 118.
- ↑ "Election 2019: Coalition secures 77 seats as Liberals win Wentworth, Chisholm, Boothby and Bass". ABC News. 20 Mei 2019. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 19 Mei 2019. Diakses tanggal 20 Mei 2019.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Craig Emerson & Jay Wetherall (6 November 2019). "Review of Labor's 2019 Federal Election Campaign" (PDF). Australian Labor Party. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 14 Desember 2019. Diakses tanggal 21 Desember 2019.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Belot, Henry (19 Mei 2019). "Election 2019: Scott Morrison says 'I have always believed in miracles' as Coalition retains power". ABC News (dalam bahasa Australian English). Diakses tanggal 3 November 2024.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Clun, Rachel (24 Februari 2022). "Tough stance on Russia needed to deter countries like China: Prime Minister". The Sydney Morning Herald (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 23 Februari 2022. Diakses tanggal 27 Februari 2022.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Hitch, Georgia; Dziedzic, Stephen (27 Februari 2022). "Australia to help send weapons to Ukraine via NATO". ABC News (dalam bahasa Australian English). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 9 Maret 2022. Diakses tanggal 27 Februari 2022.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Australia seeks to join global move to hit Putin with sanctions". Reuters (dalam bahasa Inggris). 26 Februari 2022. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 26 Februari 2022. Diakses tanggal 27 Februari 2022.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Pact with U.S., Britain, will see Australia scrap French sub deal-media". Reuters (dalam bahasa Inggris). 15 September 2021. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 15 September 2021. Diakses tanggal 17 September 2021.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Aukus: UK, US and Australia launch pact to counter China". BBC News (dalam bahasa Inggris (Britania)). 16 September 2021. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 16 September 2021. Diakses tanggal 17 September 2021.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Fathi, Romain (24 September 2021). "Why the Australia-France submarine deal collapse was predictable". The Conversation. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 26 September 2021. Diakses tanggal 26 September 2021.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Aukus: French minister condemns US and Australia 'lies' over security pact". BBC News. 19 September 2021. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 20 September 2021. Diakses tanggal 20 September 2021.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Australian Associated Press (28 Oktober 2021). "Macron tells Morrison trust was broken". The Canberra Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 28 Oktober 2021. Diakses tanggal 29 Oktober 2021.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Coorey, Phillip (28 Oktober 2021). "Macron berates Morrison over subs deal in first phone talks". Australian Financial Review. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 28 Oktober 2021. Diakses tanggal 29 Oktober 2021.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Lewins, Dean (15 November 2021). "Is Morrison gaining a reputation for untrustworthiness? The answer could have serious implications for the election". The Conversation. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 16 November 2021. Diakses tanggal 16 November 2021.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Riminton, Hugh (2 November 2021). "Branded a 'liar' by the French, Scott Morrison's slipperiness is now on show for the world to see". The Guardian. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 November 2021. Diakses tanggal 3 November 2021.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Coorey, Phillip (1 November 2021). "'I don't think, I know': Macron brands Morrison a liar". Australian Financial Review. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 1 November 2021. Diakses tanggal 2 November 2021.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Landis-Hanley, Justine (2021-09-16). "'That fella down under': Joe Biden forgets Scott Morrison's name during historic pact announcement". The Guardian (dalam bahasa Inggris (Britania)). ISSN 0261-3077. Diakses tanggal 2024-11-03.
- ↑ Manwaring, Rob (24 Agustus 2018). "What kind of prime minister will Scott Morrison be?". The Conversation. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 24 Agustus 2018. Diakses tanggal 25 Agustus 2018.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Cave, Damien (18 Mei 2019). "Prime Minister Scott Morrison Seizes a Stunning Win". The New York Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 18 Mei 2019. Diakses tanggal 19 Mei 2019.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Scott Morrison: Australia's conservative pragmatist". BBC. 18 Mei 2019. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 25 Mei 2019. Diakses tanggal 25 Mei 2019.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Massola, James (21 Maret 2021). "Who's who in the Liberals' left, right and centre factions?". The Sydney Morning Herald. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 22 Maret 2021. Diakses tanggal 22 Maret 2021.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Seecombe, Mike (24 Juli 2021). "How power and factionalism work in Berejikliand". The Saturday Paper. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 25 Juli 2021. Diakses tanggal 27 Juli 2021.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Anderson, Claire (11 Maret 2021). "Queen gets backing from Australia's Prime Minister after calls to abolish monarchy". Express.co.uk (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 24 Juni 2021. Diakses tanggal 15 Juni 2021.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Scott Morrison declares himself a constitutional monarchist". The Australian. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 10 Agustus 2021. Diakses tanggal 15 Juni 2021.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Dennett, Harley (23 Januari 2021). "Scott Morrison draws fire over Australia Day comments". The Canberra Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 22 Januari 2021. Diakses tanggal 24 Januari 2021.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Hytner, Mike (21 Januari 2021). "Scott Morrison criticised for saying 26 January 'wasn't a flash day for those on first fleet vessels either'". The Guardian. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 22 Januari 2021. Diakses tanggal 23 Januari 2021.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Morrison says no to debate on euthanasia". SBS World News. 18 Mei 2015. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 14 September 2019. Diakses tanggal 19 Mei 2015.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Cave, Damien; Kwai, Isabella (22 April 2019). "Why Has Australia Fallen Out of Love With Immigration?". The New York Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 28 April 2019. Diakses tanggal 27 April 2019.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Scott Morrison the man behind contentious immigration policy". The Straits Times. 25 Agustus 2018. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 25 Agustus 2018. Diakses tanggal 27 Agustus 2018.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Australians want boat arrivals treated more harshly: poll". The Sydney Morning Herald. 8 Januari 2014. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 14 Januari 2014. Diakses tanggal 20 Januari 2014.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Griffith, Emma (23 September 2013). "Scott Morrison says Government won't reveal when asylum seekers boats turned back". ABC News. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 11 Desember 2021. Diakses tanggal 28 September 2013.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Davidson, Helen (19 September 2018). "'I stopped these': Scott Morrison keeps migrant boat trophy in office". The Guardian. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 22 September 2018. Diakses tanggal 22 September 2018.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Doherty, Ben (15 Mei 2021). "Indefinite detention of refugees is unlawful under international law, but Australia has quietly made it legal". The Guardian. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 17 Mei 2021. Diakses tanggal 18 Mei 2021.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Maiden, Samantha (2 Agustus 2013). "Scott Morrison talks faith, politics and creating Lara Bingle". The Daily Telegraph. Diakses tanggal 7 Februari 2018.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Massola, James; Bagshaw, Eryk (22 Desember 2017). "'I'm not going to put up with it any more': Morrison vows to defend Christianity in 2018". The Sydney Morning Herald. Diakses tanggal 15 Februari 2018.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Pranala luar
| Parlemen Australia | ||
|---|---|---|
| Didahului oleh: Bruce Baird |
Anggota Parlemen untuk Cook 2007–sekarang |
Petahana |
| Jabatan politik | ||
| Didahului oleh: Tony Burke |
Menteri Imigrasi dan Perlindungan Perbatasan 2013–2014 |
Diteruskan oleh: Peter Dutton |
| Didahului oleh: Kevin Andrews |
Menteri Pelayanan Sosial 2014–2015 |
Diteruskan oleh: Christian Porter |
| Didahului oleh: Joe Hockey |
Bendahara Australia 2015–2018 |
Diteruskan oleh: Josh Frydenberg |
| Didahului oleh: Malcolm Turnbull |
Perdana Menteri Australia 2018–2022 |
Diteruskan oleh: Anthony Albanese |
| Didahului oleh: Mathias Cormann |
Menteri Pelayanan Publik 2019–2021 |
Diteruskan oleh: Ben Morton |
| Jabatan partai politik | ||
| Didahului oleh: Malcolm Turnbull |
Ketua Partai Liberal 2018–2022 |
Diteruskan oleh: Peter Dutton |
| Internasional | |
|---|---|
| Nasional | |
| Orang | |
| Lain-lain | |



