Senin, 05 Oktober 2026
22:25 WIB
TERKINI
Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Teknologi Waspada! Trojan Perbankan Seluler Melonjak, Keamanan HP Jadi Krusial Otomotif Kiat Cerdas Memilih Mobil Listrik Bekas: Prioritaskan Kondisi Baterai dan Biaya Jangka Panjang Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 5 Oktober 2026: Cerah Berawan Disertai Hujan Lokal Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Teknologi Waspada! Trojan Perbankan Seluler Melonjak, Keamanan HP Jadi Krusial Otomotif Kiat Cerdas Memilih Mobil Listrik Bekas: Prioritaskan Kondisi Baterai dan Biaya Jangka Panjang Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 5 Oktober 2026: Cerah Berawan Disertai Hujan Lokal Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan
Kalabendana

Kalabendana

Bagikan:
250px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Wajangpop_voorstellende_Kala_Bendana_TMnr_A-4607i-1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kalabendana

Kalabendana adalah tokoh raksasa dalam dunia pewayangan Jawa yang merupakan putra bungsu dari Prabu Tremboko (Arimbaka) dan Hadimba, raja Pringgandani, serta saudara dari Prabu Arimba, Dewi Arimbi (istri Werkudara), Brajadenta, Brajamusti, Prabakesa, Brajalamatan, dan Brajawikalpa (7 bersaudara). Dengan demikian, Kalabendana ini adalah paman dari Gatotkaca, yang berasal dari kaum raksasa di kerajaan Pringgandani, dan dilahirkan dengan tubuh cacat, berbentuk bulat pendek, satu tangannya bengkok, bicaranya cadel, dan suaranya sengau. Namun, meskipun ada kekurangan secara fisik, hatinya mulia, wataknya jujur, dan menyayangi keluarga serta saudaranya.[1][2]

Pada saat Arimba, sebagai raja Pringgandani meninggal, kesepakatan keluarga menyerahkan kekuasaan Pringgandani kepada Arimbi sebagai anak tertua berikutnya. Kemudian karena harus mendampingi Bratasena/Werkudara (suaminya) yang tinggal di kesatrian Jodipati, Arimbi mengangkat Gatotkaca (anaknya yang telah dewasa) sebagai raja Pringgondani. Semua adiknya sepakat dan mendukung, tetapi menjelang penobatan, Brajadenta menolak Gatotkaca menjadi raja. Menurutnya, yang berhak menjadi raja harus keturunan langsung Tremboko. Oleh karena itu Brajadenta dibantu oleh Brajamusti, adiknya, berniat untuk membunuh Gatotkaca dengan maksud untuk menguasai kerajaan Pringgandani. Brajadenta dan Brajamusti bertempur melawan Gatotkaca, namun akhirnya kalah dan meninggal bersama, serta arwahnya menjelma menjadi Aji Brajadenta Brajamusti yang menyatu dalam diri (tangan) Gatotkaca. Kesaktian keduanya diserap ke dalam kepalan tangan kanan Gatotkaca yang ampuh, sehingga aji-aji Gatotkaca ini sering dipakai sebagai nama, simbol atau lambang kekuatan, misalnya oleh Batalyon Artileri Medan 10 dan kelompok suporter sepakbola PSIM Yogyakarta.[3]

Setelah Gatotkaca menang dan naik takhta, Kalabendana senang dan mendukung, sering menasehati serta dekat dengan keponakan yang disayanginya itu. Ikhtiarnya untuk selalu mendampingi Gatotkaca dalam menjaga persatuan dan memajukan negara, sehingga akhirnya Pringgondani menjadi bagian dari kedaulatan Amarta. Namun takdirnya tidak mujur, Kalabendana meninggal akibat terhantam secara tidak sengaja oleh tangan Gatotkaca yang kisahnya ada dalam lakon wayang Angkawijaya/Abimanyu kawin (Putu Rabi Nini). Peristiwa dramatis ini tidak membuatnya dendam, tetapi sukma Kalabendana berjanji untuk menunggu hingga Gatotkaca gugur dalam Perang Bharatayuda (lakon wayang: Gatotkaca Gugur), agar supaya bisa masuk nirwana/surga bersama-sama. Kisah Kalabendana ini secara filosofis menggambarkan bahwa pertikaian dan kebencian antarsaudara dapat menghancurkan keharmonisan, persatuan dan kesatuan pada umumnya.[4]

Referensi

  1. ↑ "Wasiat Kalabendana". mediaindonesia.com. Diakses tanggal 27 Jan. 2026.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  2. ↑ "Lakon Brajadenta Brajamusthi: Sebuah Respon terhadap Lakon Brajadenta Mbalela". journal.isi.ac.id. Diakses tanggal 27 Jan. 2026.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  3. ↑ "Kumpulan Artikel Terbaru kalabendana". kompasiana.com. Diakses tanggal 27 Jan. 2026.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  4. ↑ "Kalebendana: Pria Jujur yang terbunuh Gatutkaca". rri.co.id. Diakses tanggal 27 Jan. 2026.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=

Lihat juga

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Category:Wayang kulit.
Menurut
media
Kulit
Kayu
Orang
Bambu
Kain
Rumput
250px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Papieren_wajangpop_voorstellende_Arjuna_%28kinderspeelgoed%29_TMnr_809-46c.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail


250px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Pauzeteken_uit_het_wajangspel_van_karbouwenhuid_TMnr_21-63.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

250px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Houten_wajangpop_voorstellende_Arjuna_Sasra_Bahu_TMnr_4283-59.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Menurut
asal
Inovasi
Properti dan
kesenian
pendukung
Sumber
cerita
Organisasi
Museum
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan