Rabu, 04 November 2026
08:44 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Kaeng pa

Kaeng pa

Bagikan:
Kaeng pa
250px-Kaeng_phak_wan.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Nama lainGaeng pa
JenisKari
Tempat asalThailand
DaerahAsia Tenggara
Suhu penyajianPanas
Bahan utamaDagin babi, ayam

Kaeng pa (bahasa Thai:แกงป่า, pelafalan[kɛ̄ːŋpàː], lit. 'kari hutan') adalah jenis kari Thailand dari daerah hutan di Thailand. Tidak seperti banyak kari Thailand lainnya, kaeng pa tradisional biasanya tidak mengandung santan, karena kelapa tidak ditemukan secara alami di hutan hujan di bagian utara negara tersebut. Kualitas ini membuatnya lebih cocok untuk orang-orang yang menjalani diet rendah lemak jenuh. Namun, ada beberapa varian yang mengandung kelapa.

Kaeng pa adalah kari yang sangat pedas dan berair yang memiliki rasa yang kuat dan khas. Bahan-bahannya biasanya meliputi kulit dan daun jeruk purut, serai, merica hitam, lengkuas, bawang putih, takokak, dan cabai. Awalnya dibuat dengan babi hutan, tetapi sekarang lebih umum dibuat dengan daging babi atau ayam.[1][2][3]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ "Jungle Curry". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2011-04-19. Diakses tanggal 2011-01-23.
  2. ↑ "History and recipe". Diarsipkan dari asli tanggal 2011-07-06. Diakses tanggal 2011-01-23.
  3. ↑ "History and recipe". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2011-07-15. Diakses tanggal 2011-01-23.
Hidangan perorangan
Makanan ukuran besar
Makanan Isan
Masakan Thailand Utara
Masakan Thailand Selatan
Jajanan
Makanan penutup
Aneka rupa
Minuman
Lihat juga
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan